Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Seminari BSB Maumere Minta Maaf & Klarifikasi ‘Hukuman Makan Kotoran Manusia’

Seminari BSB Maumere Minta Maaf & Klarifikasi ‘Hukuman Makan Kotoran Manusia’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Maumere-NTT, Garda Indonesia | Kepala Seminari Menengah St. Maria Bunda Segala Bangsa (setara SMP) di Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis pernyataan resmi menanggapi berita terkait kasus kekerasan terhadap puluhan siswa, di mana para siswa itu diberitakan dipaksa makan kotoran manusia (feses).

Dalam salinan rilis yang diterima media ini, pada Selasa malam, 25 Februari 2020, Kepala Seminari BSB Maumere Romo Deodatus Du’u, mengakui adanya peristiwa itu, namun memberi catatan terhadap beberapa informasi yang ia sebut kurang tepat yang disampaikan dalam berbagai pemberitaan di media.

Romo Deodatus menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi, sambil memastikan bahwa pihak Seminari mengambil tindakan tegas terkait peristiwa itu.

Kepala Seminari BSB Maumere, Romo Deodatus Du’u

Sebelumnya, Diberitakan oleh sejumlah media bahwa 77 orang siswa Kelas VII (SMP) di seminari milik Keuskupan Maumere itu dipaksa kakak kelasnya makan kotoran manusia, kasus yang kemudian memantik protes dari orang tua siswa dan kecaman dari publik.

Kronologi

Dalam klarifikasinya, Romo Deodatus mengisahkan kronologi peristiwa itu, yang ia sebut terjadi pada Rabu, 19 Februari 2020, antara pukul 14.30—15.00 WITA. “Semuanya bermula ketika salah seorang siswa Kelas VII yang membuang kotorannya sendiri (feses) pada sebuah kantong plastik yang selanjutnya disembunyikan di sebuah lemari kosong di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII,” tulisnya.

Setelah makan siang, sekitar pukul 14.00 WITA, kata dia, seperti biasa dua orang kakak Kelas XII (siswa SMA) yang ditugaskan menjaga kebersihan unit kelas VII menemukan kotoran tersebut. “Mereka kemudian mengumpulkan para siswa Kelas VII di asrama untuk dimintai informasi tentang kotoran tersebut. Namun para siswa Kelas VII tidak ada yang mengakuinya. Berkali-kali kakak kelas meminta kejujuran dari adik-adinya, tetapi mereka tetap tidak mengakuinya,” katanya.

Akhirnya, jelas dia, karena marah, salah seorang kakak kelas tersebut mengambil kotoran dengan senduk makan, lalu menyentuhkan kotoran tersebut pada bibir atau lidah siswa Kelas VII. “Perlakuannya berbeda pada masing-masing anak,” tulis RD Deodatus, tanpa merinci maksud perlakukan berbeda itu.

Ia menambahkan, pelaku kemudian meminta agar hal tersebut tidak diberitahukan kepada para pembina, yaitu romo dan frater serta orang tua siswa.

Peristiwa itu, kata dia, baru diketahui pada Jumat, 21 Februari, setelah salah satu siswa Kelas VII datang bersama orang tuanya untuk melapor kepada pembina.

Menyikapi laporan itu, para pembina memanggil siswa Kelas VII dan kedua pelaku untuk dimintai keterangan.

Pertemuan dengan Orang Tua

Selanjutnya, ujar Romo Deodatus, pada Selasa, 25 Februari, pukul 09.00—11.15 WITA, Seminari mengadakan pertemuan yang menghadirkan seluruh siswa Kelas VII, orang tua mereka dan pelaku. “Dalam pertemuan tersebut, persoalan ini dibicarakan secara serius, penuh keterbukaan dan kejujuran. Seminari secara terbuka telah meminta maaf atas peristiwa ini di hadapan orang tua,” urai Romo Deodatus.

Ia menambahkan, para orang tua juga menyayangkan peristiwa tersebut, sambil berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ia menjelaskan, pihak Seminari memberi sanksi tegas kepada kedua pelaku dengan mengeluarkan mereka dari Seminari. “Sementara itu, para siswa Kelas VII dibuat pendampingan dan pendekatan lebih lanjut oleh para pembina untuk pemulihan mental dan menghindari trauma,” katanya.

Foto bersama Kepala, tenaga pendidik dan staf Seminari BSB Maumere

Terminologi ‘Makan Kotoran’ Kurang Tepat

Romo Deodatus menyatakan, terminologi ‘makan’ kotoran yang diberitakan media terkait peristiwa ini ‘agaknya kurang tepat.’ “Sebab, yang terjadi sebenarnya adalah salah seorang kakak kelas ‘menyentuhkan’ senduk yang ada feses pada bibir atau lidah siswa Kelas VII,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa lokasi kejadian adalah di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII, dan bukan di ruang kelas sebagaimana yang diberitakan beberapa media. Ia juga meluruskan bahwa pelaku kekerasan ini bukan pembina, tetapi kakak kelas para korban.

Meminta Maaf

RD Deodatus menyatakan, seminari memiliki sikap tegas untuk tidak membiarkan kasus kekerasan seperti ini terjadi. “Dengan rendah hati, kami pihak Seminari St Maria Bunda Segala Bangsa Maumere menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada semua pihak, teristimewa kepada orang tua dan keluarga para siswa Kelas VII,” ujarnya.

“Bagi kami, peristiwa ini menjadi sebuah pembelajaran untuk melakukan pembinaan secara lebih baik di waktu-waktu yang akan datang,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas segala kritik, saran, nasihat dan teguran kepada mereka, yang ia sebut ‘menjadi sesuatu yang sangat berarti dengan harapan agar lembaga ini terus didoakan dan didukung supaya menjadi lebih baik.’(*)

Sumber berita (*/Rilis Seminari BSB Maumere)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wapres Gibran: Ruang Laktasi dan Ganti Popok Urgen Ada di Kereta

    Wapres Gibran: Ruang Laktasi dan Ganti Popok Urgen Ada di Kereta

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Loading

    Hal ini ia sampaikan sebagai tanggapan atas usulan anggota DPR dari Fraksi PKB, Nasim Khan, yang menginginkan adanya gerbong khusus bagi penumpang yang merokok.   Jakarta | Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa ruang laktasi dan ruang ganti popok untuk bayi lebih penting untuk disediakan di perjalanan kereta jarak jauh dibandingkan gerbong khusus perokok. […]

  • Jaga Keutuhan NKRI, KPID NTT Advokasi Lembaga Penyiaran Daerah Belu

    Jaga Keutuhan NKRI, KPID NTT Advokasi Lembaga Penyiaran Daerah Belu

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) menghelat kegiatan advokasi lembaga penyelenggaraan penyiaran radio dan televisi daerah perbatasan Kabupaten Belu di ruang rapat RRI Atambua pada Jumat, 24 September 2021. Ketua KPID NTT, Fredrikus Royanto Bau menjelaskan kegiatan itu bertujuan untuk memastikan semua lembaga penyiaran perbatasan mempunyai program penyiaran […]

  • Kunjungan di Kupang, Menteri Edhy Imbau Masyarakat Cerdas Kelola Perikanan

    Kunjungan di Kupang, Menteri Edhy Imbau Masyarakat Cerdas Kelola Perikanan

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan Provinsi NTT memiliki potensi laut yang luar biasa harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bukan hanya dengan mengambil potensinya tetapi juga harus mampu dengan cerdas dalam pengelolaan sektor budidaya perikanan. Hal tersebut dikatakannya saat bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Lokasi […]

  • Aksi Nyata “Gerakan Peduli Sampah” Pencinta Kebersihan

    Aksi Nyata “Gerakan Peduli Sampah” Pencinta Kebersihan

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Aktivitas para relawan yang tergabung dalam Tim Gerakan Peduli Sampah seakan tak bosan untuk terus mengubah wajah Kota Kupang. Tim bentukan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang dimotori oleh Biro Umum Setda Provinsi NTT ini kembali melakukan aksi sosialnya pada Sabtu 15 Januari 2022. Lokasi yang menjadi sasaran aksi ini terletak di […]

  • Sembilan Ruas Jalan Tol Siap Diresmikan Hingga Akhir Tahun 2019

    Sembilan Ruas Jalan Tol Siap Diresmikan Hingga Akhir Tahun 2019

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara bertahap menyelesaikan pembangunan jalan tol yang ditargetkan sepanjang 1.852 Km dalam periode 2015—2019. Hingga Mei 2019, jalan tol yang telah dioperasikan sepanjang 949 Km dan akan bertambah 406,14 Km dengan beroperasinya 9 ruas tol secara bertahap hingga akhir tahun 2019. Kehadiran jalan tol akan […]

  • Asyera Wundalero Lolos Balon Anggota DPD, Segera Daftar Diri ke KPU

    Asyera Wundalero Lolos Balon Anggota DPD, Segera Daftar Diri ke KPU

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Anggota Komite III DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019—2024 dipastikan lolos sebagai bakal calon anggota DPD RI periode 2024—2029. Asyera yang juga berprofesi sebagai dokter ini lolos dan masuk ke dalam 17 nama bakal calon anggota DPD RI, usai penetapan dan ditandatangani langsung oleh Ketua KPU Hasyim Asy’ari […]

expand_less