Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Rumah Warga Desa Mandeu di Belu Rusak Diserang Massa

Rumah Warga Desa Mandeu di Belu Rusak Diserang Massa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kasus perusakan rumah warga akibat diserang massa kembali terjadi di Dusun Motamauk, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 1 Maret 2020 sore.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini di lokasi kejadian pada Minggu malam, menyebutkan bahwa rumah yang rusak tersebut adalah milik Clara Balok dan Gabriel Manek (alm.). Kejadian itu, berdasarkan keterangan salah satu anggota keluarga yang meminta namanya tidak dipublikasi, terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.

Awalnya, ada dua orang bernama Fahik dan Manek datang ke rumah itu untuk mencari salah satu anggota keluarga bernama Irwan. Tetapi, tidak mendapatkannya karena Irwan sedang tidak berada di tempat. Tidak lama berselang, massa menyusul datang ke rumah tersebut dan melempari rumah itu dengan batu. Akibatnya, kaca pada lima jendela pecah, hancur berkeping.

Pemilik Rumah, Clara Balok yang dirusak massa di Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 1 Maret 2020 sore.

Massa yang datang itu pun, lanjut sumber itu, dengan menumpangi truk Maha Dewa milik warga Desa Mandeu. Selain merusak rumah, massa yang sama juga sempat saling beradu mulut, saling kejar dan saling lempar batu dengan kakak kandung si Irwan yang bernama Cornelis. Beruntung, kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Usai kejadian nahas itu, pihak korban langsung menuju Polres Belu di Atambua untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, setibanya di sana tidak ada satu pun petugas kepolisian yang menerima laporan mereka, sampai akhirnya mereka kembali ke rumah.

Sementara, barang bukti (BB) berupa batu, pecahan kaca, dan potongan kayu jendela yang dibawa korban itu tidak dibawa pulang. Katanya, ada oknum polisi yang meminta BB itu dititipkan saja di Polres. Bahkan, oknum polisi yang sempat ditemui korban dan tidak dikenal itu berpesan kepada korban untuk melaporkan ke Polsek Raimanuk.

Laporan langsung ke Polres Belu itu pun, masih menurut sumber itu, atas suruhan oknum anggota polsek Raimanuk di TKP. “Kami pergi ke Atambua bawa barang bukti. Sampai di sana, tidak ada polisi yang mau terima laporan kami. Akhirnya kami pulang. Mereka bilang pulang untuk buat laporan di Polsek Raimanuk. Padahal, kami ke polres itu karena ada polisi di sini yang suruh kami lapor langsung di Polres,” kisahnya dengan nada sangat kesal.

Kepala Desa Mandeu, Heribertus Luan yang dikonfirmasi via sambungan telepon pada Minggu malam membenarkan kejadian itu. Ia menduga, peristiwa penyerangan itu terjadi sebagai akibat dari ketidakpuasan antarwarga berkaitan dengan masalah tindak kekerasan antara Irwan (anak kandung Clara Balok) dan seorang bernama Gede, sesama warga Desa Mandeu.

Heri Luan, demikian sapaan akrabnya sangat menyayangkan kejadian itu karena perusakan rumah milik Clara Balok itu melibatkan oknum- oknum warga di luar wilayah Desa Mandeu. Bahkan, katanya, berdasarkan informasi warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian itu, bahwa ikut terlibat juga dua orang ibu yang diduga kuat merupakan istri dari seorang oknum anggota Polsek Raimanuk dan satunya lagi istri dari oknum TNI.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar segera mencari dan menangkap Irwan untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Hal itu, dimaksudkan Heri Luan, agar tidak menimbulkan persoalan baru terhadap warga di wilayah desanya itu, terutama orang tua dan semua saudara kandung Irwan.

“Ini sangat mengancam kenyamanan warga di sini. Saya minta polisi segera proses tindakan kekerasan oleh Irwan terhadap Gede sesuai aturan yang berlaku. Demikian pun halnya, para pelaku perusakan rumah milik Clara Balok harus diproses sampai tuntas, supaya jangan ada lagi timbul rasa tidak puas di antara mereka,” pintanya tegas.

Kapolsek Raimanuk, Maternus Klau belum berhasil dikonfirmasi media ini pada Minggu malam. Saat ditelepon, nomor kontak di luar jangkauan (tidak aktif). Kirim pesan melalui whatsapp pun belum dibaca.

Kasatres Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH., S.I.K yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Minggu malam terkait kasus ini pun belum memberikan tanggapan.(*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca-Kerusuhan Wamena, 50 Perantau Minang Tiba di Kampung Halaman

    Pasca-Kerusuhan Wamena, 50 Perantau Minang Tiba di Kampung Halaman

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Padang, Garda Indonesia | Sebanyak 50 orang perantau Minangkabau tiba dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 20.50 WIB dengan menggunakan pesawat Batik Air, pada Kamis, 3 Oktober 2019. http://gardaindonesia.id/2019/09/26/400-warga-sumatra-barat-di-wamena-minta-pulang-ke-kampung-halaman/ Kedatangan perantau Minang tersebut disambut haru oleh Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Sumbar Syaifullah dan Kepala Dinas Sosial Jumaidi, Dinas Pemberdayaan Perempuan Biro […]

  • Jual Bahan Bangunan Harga Tinggi Pasca-Badai, 3 Pengusaha Ditahan Polisi

    Jual Bahan Bangunan Harga Tinggi Pasca-Badai, 3 Pengusaha Ditahan Polisi

    • calendar_month Rab, 7 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT mengamankan 3 (tiga) pengusaha toko bangunan di Kota Kupang karena menjual bahan bangunan di atas harga normal pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan jaringan listrik dan telekomunikasi, perkantoran pemerintah dan swasta serta rumah-rumah masyarakat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/07/gubernur-vbl-instruksikan-satpol-pp-dan-polda-ntt-sidak-toko-bangunan/ Ketiga pengusaha tersebut diduga telah melakukan […]

  • “Catat Setiap Anak” Plan Indonesia Bantu Alat Kerja untuk Disdukcapil Nagekeo

    “Catat Setiap Anak” Plan Indonesia Bantu Alat Kerja untuk Disdukcapil Nagekeo

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay, Garda Indonesia | Untuk mendukung percepatan pencatatan dokumen kependudukan terutama data anak, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) memberikan bantuan satu unit laptop dan dua unit printer untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nagekeo pada pada Senin, 3 Agustus 2020 di Mbay, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan alat kerja oleh Plan […]

  • BNPB : Terdapat 177 Tsunami Besar & Kecil Sejak Tahun 1629—2018

    BNPB : Terdapat 177 Tsunami Besar & Kecil Sejak Tahun 1629—2018

    • calendar_month Rab, 26 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejak tahun 1629—2018 terdapat 177 kejadian tsunami besar dan kecil dengan sebaran tsunami diawali di Maluku pada tahun 1629 disusul tahun 1648 di Pulau Timor; kemudian pada tahun 1674 tsunami di Ambon yang menelan korban sebanyak 2.243 orang meninggal, kejadian serupa juga terjadi di Banda. Kepala […]

  • Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    • calendar_month Jum, 18 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah dapat membantu menghapuskan tagihan kredit perbankan bagi para debitur yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, pemeritah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meringankan beban pajak bagi para korban. “Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 45 […]

  • Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

    Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

    • calendar_month Jum, 15 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Anggota DPR RI dari politisi Partai Demokrat, Komisi X bidang pendidikan, Anita Jacoba Gah,SE., konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas MPR RI dalam hal menanamkan program Kerja MPR RI; mengisi masa resesnya di awal tahun 2019 dengan mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Berlangsung pada […]

expand_less