Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. Badan Pusat Statistik (BPS) mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun 2010.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living).

Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (purchasing power parity).

IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

Demikian penyampaian Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT, Matamira.B.Kale, S.Si., M.Si. dalam sesi konferensi pers pada Senin, 2 Maret 2020 di Aula Lantai 2 Kantor Badan Pusat Statistik.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT, Matamira.B.Kale, S.Si., M.Si.

Pada tahun 2019, beber Matamira, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 56,66—79,55. Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 60,23—69,37 tahun.

Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,69—16,24 tahun, dan Rata-rata Lama Sekolah berkisar antara 5,96—11,47 tahun. Pengeluaran per kapita di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 5,354—13,592 juta rupiah.

Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2019 juga terlihat dari perubahan status pembangunan manusia di tingkat kabupaten. Jumlah kabupaten yang berstatus “rendah” berkurang dari 3 (tiga) kabupaten pada tahun 2018 menjadi 1 (satu) kabupaten pada tahun 2019.

“Dua kabupaten yang berstatus ‘rendah’ pada tahun 2018 berubah status menjadi ‘sedang’ pada tahun 2019. Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Malaka dan Kabupaten Manggarai Timur,” urai Matamira Kale.

“Hingga saat ini, hanya Kota Kupang yang berstatus pembangunan manusia ‘tinggi’. Sementara itu, hingga tahun 2019, masih terdapat 1 (satu) kabupaten yang berstatus pembangunan manusia ‘rendah’, yaitu Kabupaten Sabu Raijua,” ungkap Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT ini.

Berdasar rilis data IPM NTT tahun 2019, Usia Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Sabu Raijua pada 2018—2019 (59,53—60,23 tahun), Harapan Lama Sekolah 13,12—13,13 tahun, Rata-rata Lama Sekolah 6,06—6,33 tahun, dan Pengeluaran per kapita Rp.5,245 juta pada 2018 sedangkan pada 2019 sebesar Rp.5,354 juta.

“Capaian IPM Kabupaten Sabu Raijua pada 2018 sebesar 55,79 poin kemudian meningkat menjadi 56,66 poin pada 2019 dengan prosentase pertumbuhan IPM sebesar 1,56 persen,” jelas Matamira.

Meski IPM Kabupaten Sabu Raijua terendah di Provinsi NTT, namun Selama periode 2018—2019, imbuh Matamira Kale, Sabu Raijua tercatat sebagai 1 dari 3 kabupaten di Provinsi NTT yang mengalami kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu sebesar 1,56 persen ( dua kabupaten lain yakni Kabupaten Manggarai Timur 1,65 persen dan Sumba Tengah 1,56 persen).

“Peningkatan IPM di Provinsi NTT (65,23 posisi ‘sedang’ meningkat 0,84 poin dibandingkan IPM NTT pada 2018 sebesar 64,39) juga tercermin pada level kab/kota. Selama periode 2018—2019, seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan IPM. Pada periode ini, kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Sabu Raijua dipengaruhi oleh dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, serta dimensi standar hidup layak,” tandas Matamira Kale.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh Kementerian PPPA

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Test PCR di Luar HET? Kabareskrim Imbau Masyarakat Lapor

    Ada Test PCR di Luar HET? Kabareskrim Imbau Masyarakat Lapor

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan untuk menurunkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan screening Covid-19 melalui metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) menjadi Rp.495 ribu untuk daerah di Jawa–Bali. Lalu, Rp.525 untuk daerah luar Jawa–Bali. Penurunan tarif ini terhitung sejak 17 Agustus 2021. Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 yang ditandatangani pada 5 Oktober 2020 lalu memuas bahwa tarif tertinggi […]

  • Terima Dubes RDTL-RI, VBL : Kemerdekaan Timor Leste Berkah bagi Orang NTT

    Terima Dubes RDTL-RI, VBL : Kemerdekaan Timor Leste Berkah bagi Orang NTT

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) untuk membangun kerja sama yang lebih konkret untuk kemajuan kedua wilayah yang masih berada dalam satu daratan tersebut. “Pak Dubes kalau berbicara tentang Nusa Tenggara Timur dan RDTL, cara berpikirnya yaitu membangun Pulau Timor bukan membangun dua negara. […]

  • DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

    DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh  Dr. Jerry Massie M.A., Ph.D Partai-partai di DPR tak bertaji dan kehilangan roh membela rakyat. Periode ini menjadi terburuk dalam sejarah. Desakan mencetak uang Rp.600 triliun akan berakibat fatal. Ini program tanpa kajian komprehensif. Mereka seakan lupa saat pencetakan uang pada 1998 lalu, berdampaknya inflasi cukup tinggi yakni 70%, Dolar AS Tembus Rp.17.000. Biaya […]

  • Selebrasi Unik HUT Ke-75 Kemerdekaan RI ala Kanwil Kemenkumham NTT

    Selebrasi Unik HUT Ke-75 Kemerdekaan RI ala Kanwil Kemenkumham NTT

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Cara unik, sederhana, namun meriah dilakukan oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT dalam memperingati dan merayakan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI. Beragam kegiatan lomba yakni membaca teks proklamasi, lomba kebersihan dan keindahan kantor antar-divisi, satgas pemasyarakatan dan imigrasi, termasuk lomba memasak nasi goreng dihelat selama rentang waktu sejak 17—28 […]

  • Ujian Nasional 2020 Dibatalkan, Pemerintah Pertimbangkan Kesehatan Siswa

    Ujian Nasional 2020 Dibatalkan, Pemerintah Pertimbangkan Kesehatan Siswa

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan ujian nasional (UN) tahun 2020 ditiadakan menyusul pandemi virus korona atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdiskusi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2020. “Ratas siang hari ini akan […]

  • TMMD Kodim 1605/Belu di Kakuluk Mesak, Kepedulian TNI Membangun Desa

    TMMD Kodim 1605/Belu di Kakuluk Mesak, Kepedulian TNI Membangun Desa

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Manafe, S.Pi membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke–112 di wilayah Kodim 1605/ Belu tahun anggaran 2021 dengan tema ‘TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri’ di gedung wanita Betelalenok Atambua pada Rabu, 15 September 2021. Frans Manafe, atas nama pemerintah […]

expand_less