Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. Badan Pusat Statistik (BPS) mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun 2010.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living).

Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (purchasing power parity).

IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

Demikian penyampaian Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT, Matamira.B.Kale, S.Si., M.Si. dalam sesi konferensi pers pada Senin, 2 Maret 2020 di Aula Lantai 2 Kantor Badan Pusat Statistik.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT, Matamira.B.Kale, S.Si., M.Si.

Pada tahun 2019, beber Matamira, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 56,66—79,55. Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 60,23—69,37 tahun.

Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,69—16,24 tahun, dan Rata-rata Lama Sekolah berkisar antara 5,96—11,47 tahun. Pengeluaran per kapita di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 5,354—13,592 juta rupiah.

Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2019 juga terlihat dari perubahan status pembangunan manusia di tingkat kabupaten. Jumlah kabupaten yang berstatus “rendah” berkurang dari 3 (tiga) kabupaten pada tahun 2018 menjadi 1 (satu) kabupaten pada tahun 2019.

“Dua kabupaten yang berstatus ‘rendah’ pada tahun 2018 berubah status menjadi ‘sedang’ pada tahun 2019. Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Malaka dan Kabupaten Manggarai Timur,” urai Matamira Kale.

“Hingga saat ini, hanya Kota Kupang yang berstatus pembangunan manusia ‘tinggi’. Sementara itu, hingga tahun 2019, masih terdapat 1 (satu) kabupaten yang berstatus pembangunan manusia ‘rendah’, yaitu Kabupaten Sabu Raijua,” ungkap Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTT ini.

Berdasar rilis data IPM NTT tahun 2019, Usia Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Sabu Raijua pada 2018—2019 (59,53—60,23 tahun), Harapan Lama Sekolah 13,12—13,13 tahun, Rata-rata Lama Sekolah 6,06—6,33 tahun, dan Pengeluaran per kapita Rp.5,245 juta pada 2018 sedangkan pada 2019 sebesar Rp.5,354 juta.

“Capaian IPM Kabupaten Sabu Raijua pada 2018 sebesar 55,79 poin kemudian meningkat menjadi 56,66 poin pada 2019 dengan prosentase pertumbuhan IPM sebesar 1,56 persen,” jelas Matamira.

Meski IPM Kabupaten Sabu Raijua terendah di Provinsi NTT, namun Selama periode 2018—2019, imbuh Matamira Kale, Sabu Raijua tercatat sebagai 1 dari 3 kabupaten di Provinsi NTT yang mengalami kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu sebesar 1,56 persen ( dua kabupaten lain yakni Kabupaten Manggarai Timur 1,65 persen dan Sumba Tengah 1,56 persen).

“Peningkatan IPM di Provinsi NTT (65,23 posisi ‘sedang’ meningkat 0,84 poin dibandingkan IPM NTT pada 2018 sebesar 64,39) juga tercermin pada level kab/kota. Selama periode 2018—2019, seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan IPM. Pada periode ini, kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Sabu Raijua dipengaruhi oleh dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, serta dimensi standar hidup layak,” tandas Matamira Kale.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh Kementerian PPPA

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Tetapkan AKBP Bambang Kayun Jadi Tersangka

    KPK Tetapkan AKBP Bambang Kayun Jadi Tersangka

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Kayun, kini berstatus sebagai tersangka, setelah KPK berhasil mengungkap adanya dugaan aliran dana suap dan gratifikasi hingga Rp50 miliar. AKBP Bambang Kayun telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 12 (a) atau Pasal 12 (b) atau Pasal 11 dan 12B UU RI Nomor 31 […]

  • 4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Siang hari ini saya sampaikan informasi penting bahwa dari hasil pemeriksaan 97 swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dengan menggunakan PCR Real Time dan yang terbaru menggunakan uji coba Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi […]

  • Menakar Empati dan Keindonesiaan Wakil Bupati Kepulauan Natuna

    Menakar Empati dan Keindonesiaan Wakil Bupati Kepulauan Natuna

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Syukur alhamdulillah Puji Tuhan pada Minggu, 2 Februari  2020 pukul 08.40 WIB, saudara-saudara kita 238 WNI dari Wuhan, Hubey China telah mendarat di bandara Hang Nadim Batam. Sesaat kemudian mereka akan menuju ke hanggar kesehatan TNI di Kepulauan Natuna untuk menjalani observasi selama 14 hari untuk memastikan mereka aman dari paparan […]

  • Pjs. Bupati Belu Ambil Sumpah dan Lantik Penjabat Sekda Belu

    Pjs. Bupati Belu Ambil Sumpah dan Lantik Penjabat Sekda Belu

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Belu, Zakarias Moruk mengambil sumpah dan melantik Frans Manafe sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Belu di Lantai 1 Kantor Bupati Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin siang, 5 Oktober 2020. Pengambilan sumpah dan pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, […]

  • Polri Siagakan Tim SAR Hingga Januari 2023

    Polri Siagakan Tim SAR Hingga Januari 2023

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mabes Polri meminta seluruh jajaran Polda menyiagakan tim Search and Rescue (SAR) di wilayahnya guna mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk hingga Januari 2023. Demikian disampaikan langsung Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dalam rapat bersama para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Ia mewanti-wanti seluruh jajaran untuk memitigasi potensi bencana alam yang dapat terjadi. “Saat […]

  • Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mencatat warisan budaya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh perlindungan hukum secara defensif. Kekayaan Intelektual Komunal merupakan Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat kelompok dan merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat. “Dari sisi teknis pelayanan […]

expand_less