Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”.

 

Jakarta | Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Program Adipura bertujuan untuk mendorong kepemimpinan dan komitmen pemerintah kabupaten atau kota serta membangun partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk berperan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik.

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang.

Penghargaan Adipura telah mengalami penyempurnaan pada penilaian tahun 2022 ini. Penyempurnaan program Adipura terlihat dari elaborasi indikator penilaian yang tidak hanya menyentuh sisi kebersihan dan keteduhan di perkotaan, penggunaan teknologi pemantauan melalui aerial survei (drone) dan citra satelit, peningkatan kapasitas terpasang, namun juga melihat perkembangan terbangunnya Kampung Iklim di setiap kabupaten/kota sebagai insentif dalam penilaian Adipura.

Kini, pada tahun 2025, penghargaan Adipura kini mengalami transformasi besar dengan menekankan aspek pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA). Daerah yang masih menggunakan sistem open dumping otomatis gugur dan berisiko dicap sebagai Kota Kotor.

Penilaian diperketat menggunakan citra satelit dan survei udara, serta mengacu pada tiga indikator utama: sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50%), kebijakan dan anggaran daerah (20%), serta kesiapan SDM dan fasilitas pendukung (30%).

Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq menegaskan target pengelolaan sampah 100 persen harus tercapai pada 2029. Saat ini, tingkat daur ulang nasional baru mencapai 22 persen, dengan Jawa sebagai wilayah tertinggi.

Guna mempercepat capaian tersebut, pemerintah merevisi Perpres No. 35 Tahun 2018 agar pembangunan PSEL didukung APBN, percepatan izin, dan jaminan pembelian listrik. Transformasi ini jadi langkah strategis mendorong kota-kota Indonesia lebih bersih dan berkelanjutan.(*)

Sumber (*/Goodnews+ Wikipedia)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apkasi Dukung Kemendagri Rumuskan Opsi Penyelenggaraan Pilkada 2020

    Apkasi Dukung Kemendagri Rumuskan Opsi Penyelenggaraan Pilkada 2020

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memberikan dukungan kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera merumuskan opsi-opsi terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Hal ini terkait dengan keputusan untuk tetap menyelenggarakan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Rapat Terbatas terkait Persiapan Pelaksanaan […]

  • Gubernur 1 NTT: “250 Miliar Bangun Jalan Kab Kupang, Kab Malaka di Tahun 2020”

    Gubernur 1 NTT: “250 Miliar Bangun Jalan Kab Kupang, Kab Malaka di Tahun 2020”

    • calendar_month Sab, 15 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, gardaindonesia.id -“Saya tidak akan membangun jalan sepanjang dua kilometer saja. Tahun ini untuk Kabupaten Kupang, kita biayai pembangunan jalannya senilai Rp.250 Milyar. Saya mau bangun sampai tuntas. Tidak separuh-separuh, “tegas Gubernur 1 NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerja ke Kab Malaka, Jumat/14 September 2018. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Viktor dalam Pengarahan Umum kepada […]

  • Menteri Yohana Dorong Penetapan Batas Usia Minimal Menikah

    Menteri Yohana Dorong Penetapan Batas Usia Minimal Menikah

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan dan mendorong agar revisi Undang Undang U No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan segera dilakukan. Targetnya, penetapan batas usia minimal perkawinan telah dilakukan sebelum Oktober 2019. Penegasan dan dorongan Menteri Yohana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen […]

  • Lantik Pj. Kepala Desa Tohe, Bupati Belu : Jadilah Garam & Terang

    Lantik Pj. Kepala Desa Tohe, Bupati Belu : Jadilah Garam & Terang

    • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Jadilah garam dan terang di sana. Kalau tidak bisa jadi garam, berhenti! Kalau tidak bisa jadi terang, berhenti! Jaga kepercayaan yang diberikan, saya akan ikuti”, ungkap Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM saat mengambil sumpah dan melantik Cyprianus Mau menjadi Penjabat Kepala Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa […]

  • Dukung Misi & Visi Gubernur; Mendagri Harap Kemajuan Besar NTT

    Dukung Misi & Visi Gubernur; Mendagri Harap Kemajuan Besar NTT

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-NTT,gardaindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo, memberi harapan besar bagi kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kemendagri dan BNPP menaruh harapan besar terhadap kemajuan Provinsi NTT. Melalui semangat nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membangun dari daerah pinggiran, telah diresmikan 3 (tiga) perbatasan […]

  • Sayur Lezat Berbahan Batang Pisang, Jukut Ares Resep dari Bali

    Sayur Lezat Berbahan Batang Pisang, Jukut Ares Resep dari Bali

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Selama liburan di Pulau Dewata Bali, makanan khas apa saja yang sudah Anda coba? Ikan Mak Beng, lawar Bali, klepon Bali. Ada satu rekomendasi makanan yang patut Anda coba. Makanan ini jarang dijual di warung maupun restoran. Kecuali usaha kecil yang menjajakan pakai order atau di kampung halaman. Jukut Ares Jukut ares merupakan sayuran dari […]

expand_less