Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » AIHSP dan Bapelitbangda Helat Lokakarya Profil GEDSI di NTT

AIHSP dan Bapelitbangda Helat Lokakarya Profil GEDSI di NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 31 Agu 2023
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Banyak riset dan laporan menyatakan bahwa kondisi kesehatan seseorang adalah hal yang personal dan dapat dipengaruhi oleh konteks sosial dan ekonomi di mana ia berada. Menyadari hal ini, Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan atau Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) bersama Bapelitbangda NTT dan lembaga terkait menghelat lokakarya sehari terkait profil kesetaraan Gender Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lokakarya sehari pada Rabu, 30 Agustus 2023 di Kupang, mendiskusikan dan menyajikan draft kajian konteks sosial dan ekonomi di masyarakat yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan individu dan masyarakat.

Lokakarya ini diikuti sejumlah peserta dari unsur Pemerintah, LSM, lembaga agama dan akademisi dari tingkat provinsi dan empat kabupaten sasaran kajian yakni Belu, Sumba Barat Daya, Alor, dan Manggarai Barat.

Profil GEDSI, harapannya dapat dipergunakan dalam pengembangan kebijakan dan program ketahanan kesehatan yang responsif terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok, baik perempuan maupun laki-laki dari berbagai kelompok usia (anak-anak, dewasa atau lansia), kondisi fisik (disabilitas dan non-disabilitas), lokasi geografis, suku, agama dan kondisi lainnya.

Profil GEDSI ini mengumpulkan data terkait penduduk, pekerjaan, kesehatan, dan adat yang ada di NTT dalam satu dokumen, dengan fokus pada wilayah yang menjadi tempat kerja AIHSP, seperti Kabupaten Belu, Sumba Barat Daya, dan Manggarai Barat. Data-data ini diolah dengan fokus pada data pilah jenis kelamin, usia dan disabilitas dalam berbagai aspek, demi mendapatkan gambaran yang berbeda antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.

Beberapa hal menarik seperti :

Data BPS pada tahun 2022, jumlah penduduk Nusa Tenggara Timur adalah 5,466,365 dengan persentase yang hampir sama antara laki-laki daripada perempuan (L 49,90%; P 49,10%). Menariknya, dari persentase ini, usia produktif perempuan sedikit lebih banyak (P: 50,28%; L: 49,12%), namun partisipasi angkatan kerjanya lebih sedikit dibanding laki-laki (P: 45,88%; L: 54,12%).

Banyak perempuan melakukan pekerjaan tak berbayar dibanding laki-laki (P: 70,85%; L: 29,15%); salah satunya adalah pekerjaan mengurus rumah tangga (83,82%).

Kepala Rumah Tangga (KRT) Perempuan di NTT 1.183.251, mayoritas memiliki beban ganda, aset produksi terbatas, tanggungan dalam rumah tangga, kesulitan mengakses modal sehingga sulit mengembangkan usaha. Tahun 2017 tercatat 120,876 anak dan 33.939 balita terlantar, sehingga migrasi yang diimingi dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sering kali menimbulkan lebih banyak persoalan baru.

Keluhan kesehatan perempuan di beberapa lokasi dan waktu sering lebih tinggi dari laki- laki sepanjang tahun 2019–2021.

Angka kesakitan mulai menurun di tahun 2022 dengan terkendalinya pandemi COVID-19.

UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT mencatat tahun 2022 terjadi 779 kasus kekerasan terhadap anak (KTA) P: 611, L: 168, mayoritas kasus kekerasan seksual pada anak perempuan. 802 kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa (KTP), mayoritas kasus KDRT. Saat Pandemi COVID-19 KTP meningkat 50%, namun mereka kesulitan mengakses layanan akibat pembatasan.

Pada saat bencana Seroja tugas perempuan semakin berat untuk memastikan keterpenuhan kebutuhan rumah tangga, sehingga rentan terhadap masalah kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Keamanan perempuan juga terganggu karena tempat tinggal yang tidak aman.

Saat Pandemi COVID-19, perempuan lebih taat menjalan protokol kesehatan dibandingkan laki- laki. Lebih banyak perempuan (76,2%) mendapatkan vaksin dengan kesadaran sendiri dibandingkan dengan laki-laki (70,0%). Situasi ini dipengaruhi oleh peran perempuan sebagai penanggung jawab perawatan kesehatan keluarga, sehingga mereka lebih banyak mengakses informasi kesehatan . Anak-anak, Lansia dan difabel kurang mendapatkan akses vaksin karena kurangnya pendataan yang lengkap dan kesulitan menjangkau tempat vaksin.

Perihal hak kesehatan hewan dan masyarakat, Babi merupakan hewan piaraan yang penting dalam kehidupan masyarakat NTT. Umumnya dipelihara di sekitar rumah dan mayoritas perempuan bertanggung jawab dalam pemeliharaan (membersihkan kandang, menyiapkan dan memberi makan, membeli obat dan memanggil vaksinator untuk vaksin ternak). Saat penyakit ASF/Flu babi perempuan merupakan kelompok terdampak. NTT kehilangan sekitar 500.000-an babi dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Sama halnya dengan kasus kehilangan pekerjaan akibat COVID 19. Kerugian ini dapat mempengaruhi kondisi perekonomian keluarga, kesehatan, nutrisi kesehatan ibu hamil dan anak (stunting), bahkan konflik dalam rumah tangga atau kekerasan.

Pemeliharaan ternak umumnya dilakukan secara tradisional dengan pengetahuan yang terbatas soal kesehatan hewan dan manusia. Sebagai contoh, tidak adanya pengetahuan tentang biosekuriti kandang ternak dan peternakan semi intensif membuat wabah ASF cepat sekali menyebar

Perihal rabies, Anjing merupakan hewan pelindung manusia dan penjaga aset keluarga dan komunitas. Umumnya lebih banyak perempuan berperan dalam pemeliharaan anjing, terutama dalam memberi makan atau merawat anjing sakit. Anak merupakan kelompok yang senang bermain dengan anjing termasuk memprovokasi anjing (terutama anak laki- laki). Perempuan merupakan perawat utama dalam keluarga ketika anak tergigit anjing. Saat kasus penyakit anjing rabies merebak di TTS, jumlah korban gigitan anjing 1.092 orang mayoritas pada kelompok anak. Terdapat 6 orang meninggal, 1 dewasa dan 5 orang anak (L: 4, P: 2).

Masih banyak kelompok yang belum terpapar informasi tentang rabies di masyarakat, terutama dalam hal penanganan gigitan dan interpretasi seberapa parah gigitan anjing Informasi untuk pencegahan rabies belum secara cermat mempertimbangkan detail informasi yang dapat dipahami masyarakat, media yang sesuai dengan kelompok sasaran, serta bahasa yang digunakan dalam keragaman etnis dan bahasa yang ada

Adapun kesimpulan lokakarya GEDSI :

  • Konstruksi sosial atas peran perempuan dan laki-laki, anak-anak dan orang dewasa, difabel dan non difabel turut mempengaruhi akses dan pengalaman yang berbeda dalam hal pendidikan dan pekerjaan, kesehatan, kerentanan terhadap penyakit.
  • Partisipasi kerja perempuan yang lebih rendah dari laki-laki, dan dominasi ranah kerja perempuan di sektor tak berbayar dan perawatan keluarga memposisikan mereka sebagai pihak yang banyak terpapar penyakit ketika melakukan aktivitas untuk perawatan keluarga dan rumah tangga, termasuk dalam perawatan hewan peliharaan atau ternak.
  • Perempuan dan anak-anak lebih rentan terhadap penyakit pada masa pandemi COVID-19, bencana seroja, dan tertular penyakit dari hewan akibat aktivitas dan peran mereka di masyarakat.
  • Kondisi dan risiko yang muncul akibat perbedaan jenis kelamin dan usia ini mendorong perlunya ketersediaan data terpilah secara jenis kelamin, usia, jenis disabilitas, dan kelas sosial yang bisa membantu pembuat kebijakan untuk memahami permasalahan dan kebutuhan masing-masing kelompok dan menanggulangi berbagai permasalahan secara efektif dan tepat sasaran.
  • Media informasi dan cara komunikasi bagi kelompok yang berbeda tentang kesehatan hewan dan kesehatan manusia dibutuhkan secara berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing kelompok masyarakat.
  • Pentingnya melibatkan perwakilan target sasaran dalam penyusunan materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi yang inklusif.

Saran :

  • Mengumpulkan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia dan disabilitas sebagai basis analisis dalam mengembangkan kebijakan pembangunan terutama pembangunan ketahanan kesehatan di NTT. Contohnya dalam konteks data korban rabies dibuat terpilah berdasar jenis kelamin dan usia agar dapat diketahui siapa yang paling rentan menjadi korban dan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Melibatkan kelompok perempuan, anak, disabilitas, agama, masyarakat pesisir/terluar, kelompok miskin dalam merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok tersebut. Contoh: Rencana kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat untuk korban rabies harus menyasar pada perempuan dan anak-anak karena korban gigitan terbanyak adalah anak.
  • Menyiapkan informasi kesehatan yang tepat sasaran sesuai dengan bahasa dan media yang dipahami kelompok tertentu, dengan melibatkan komunitas yang ada di masyarakat. Misalnya: komunitas sekolah, gereja, komunitas RT atau desa dan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dalam komunitas etnis yang berbeda maupun dalam kelompok berkebutuhan khusus.(*)
  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Viktor Laiskodat Perintah Sekda Panggil Pemkab Kupang

    Gubernur Viktor Laiskodat Perintah Sekda Panggil Pemkab Kupang

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat Gubernur NTT memerintahkan Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk segera bersurat memanggil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang agar segera menangani persoalan sampah di wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Pemkot Kupang Perintah Gubernur Viktor tersebut disampaikannya usai melaksanakan kegiatan Gerakan Kebersihan menyeluruh bersama perangkat ASN lingkup Pemprov NTT dan Pemkot Kupang di […]

  • Rencana Aksi Reuni 212 pada 2 Desember, Polri Siapkan Skema Pengamanan

    Rencana Aksi Reuni 212 pada 2 Desember, Polri Siapkan Skema Pengamanan

    • calendar_month Kam, 25 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menyatakan telah mengantisipasi penyelenggaraan Reuni Aksi 212 dengan titik pusat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis, 2 Desember 2021. “Langsung Polda Metro sudah mengantisipasi kegiatan tersebut,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, pada Rabu, 24 November 2021. Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa […]

  • Pro Kontra Hak Politik Eks Napi di Pilkada 2024, Ini Kata Firman Wijaya

    Pro Kontra Hak Politik Eks Napi di Pilkada 2024, Ini Kata Firman Wijaya

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Isu mengenai pencabutan hak politik bagi mantan narapidana pejabat politik belakangan ramai diperbincangkan. Situasi ini tidak lepas dari menyongsong momentum politik elektoral untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat pada November 2024. Tidak sedikit yang setuju atau sebaliknya menolak terkait adanya keputusan pencabutan hak politik eks napi tersebut yang dinilai berdasarkan sudut […]

  • SUKSES! PLN Electric Run 2024, Ajak Masyarakat Kurangi Emisi Karbon

    SUKSES! PLN Electric Run 2024, Ajak Masyarakat Kurangi Emisi Karbon

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Tangerang | PLN (Persero) kembali menghelat PLN Electric Run 2024 di Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang pada Minggu, 6 Oktober 2024. Event yang diikuti sebanyak 6.470 pelari ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 14.363 kilogram (kg) CO2. Acara bertajuk ‘Power Up Togetherness’ ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bentuk kebersamaan dalam […]

  • Irene Nahak Kembali Terpilih Jadi Ketua DPK PPNI RSUD S.K. Lerik

    Irene Nahak Kembali Terpilih Jadi Ketua DPK PPNI RSUD S.K. Lerik

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI) RSUD S.K. Lerik Kota Kupang menghentikan musyawarah komisariat kedua (Muskom II) pada Jumat, 23 Juni 2023 pukul 13.00 WITA—selesai di Hotel On The Rock Kupang. Bertema “Sinergitas PPNI dengan Pelayanan Keperawatan untuk Meningkatkan Kualitas SDM RS”, bertujuan menetapkan program kerja dan pengurus […]

  • Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id |Kini, di tahun 2019; proses penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri diselenggarakan oleh sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh pemerintah; karena diperlukan lembaga penyelenggara tes yang tetap, kredibel, proporsional, efisien dan efektif sehingga pemerintah membentuk Lembaga bernama LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, […]

expand_less