Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Loading

Anakalang, Garda Indonesia | Desa Anakalang, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah kini terus bersolek. Ketika didatangi juri Festival desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022, Stenly Boymau bersama Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, Reinhard Djo pada Rabu, 26 Oktober 2022, Kepala Desa setempat, Pedi Gamu Djadji dan staf memberi sejumlah bukti kemajuan desa itu.

Untuk diketahui, pada Agustus 2022, juri mengunjungi desa ini, dan saat itu Kades Pedi membeber sejumlah “mimpinya” untuk membangun tanah kelahirannya itu. Dan, Rabu pagi ketika juri tiba, tanpa ragu, dia mengajak juri menuju ke sebuah lokasi yang berada di halaman belakang kantor desa. Ternyata sudah ada dua kolam berukuran besar, dengan ukuran 4 X 6 meter kedalaman 160 cm

Di sana, mereka sudah sebar sekitar 3.000 benih ikan Nila, Karper, serta Mas di setiap kolam. Sedangkan di titik kedua, yang lokasinya tak jauh dari sana, mereka membangun kolam yang lebih besar lagi  berukuran 9 X 8 M, juga dengan bibit ikan yang sama.

“Setiap kolam kami sebar 3.000 ekor ikan. Kolam-kolam ini baru kami bangun, dengan harapan memenuhi permintaan ikan di Anakalang dan sekitarnya. Kami punya dua kolam alam, yang baru bisa dipanen saat kemarau, namun dengan tiga kolam besar yang kami bangun, kami harap bisa menjawab kebutuhan ikan air tawar di sini,” tegas Pedi sembari menambahkan, selama ini untuk memenuhi kebutuhan ikan, mereka datangkan dari Mamboro bahkan ada yang dari NTB

“Namun sekarang kami sudah bisa memproduksi ikan sendiri, dan semuanya akan dipakai untuk kebutuhan di sini, yakni kami bekerja sama dengan Posyandu, sehingga untuk pemberian makanan tambahan anak-anak, jadi uangnya tidak keluar melainkan berputar di Anakalang,” jelas dia bangga.

Juri pun diajak ke lokasi berikut yakni sebuah lahan seluas hampir 1 hektar sudah dicangkul, dan sebentar lagi akan ditanami ribuan anakan cabai yang disemai persis di samping puluhan bedeng siap tanam itu.

“Di sinilah akan kami tanami cabe-cabe yang sementara disemai. Kami memilih cabai karena kebutuhan akan pasar sangat tinggi. Selama ini kami pasok dari NTB, tapi dengan cabai yang kami tanam, bisa menjawab kebutuhan masyarakat Anakalang,” jelas Kades Pedi lagi.

Ternyata dia memilih cabai karena sudah tiga tahun ini, mempraktikkan bagaimana cara menanam dan dia sudah mendapatkan keuntungan dari tanaman ini.
Dia mengajak juri menuju ke lahan miliknya, berukuran hampir setengah hektar yang dipadati tanaman cabai siap panen. Dengan harga Rp50.000/Kg, setiap minggu mereka mendapat keuntungan dari hasil panen yang melimpah.

Lokasi berikutnya, adalah Kelompok Tenun Kalunga Pauma Yaga yang artinya tunas yang baru muncul. Kelompok yang baru mulai aktif sejak Januari ini dipimpin mama Mariana Rambu Jola. Di sini ada dua penenun, dengan motif khas Sumba Tengah. Para penenun setiap empat hari memproduksi selembar kain seharga Rp 700.000.

Banyaknya kemajuan yang sudah dicapai oleh Kepala Desa Anakalang bersama warganya ini mendapat apresiasi dari  juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau. Menurutnya, warga sudah bekerja dengan sangat serius, hingga menghasilkan capaian-capaian yang spektakuler.

“Agustus kemarin saya kesini, dan saat itu kita disuguhi data-data serta mimpi. Namun hari ini mereka memberi bukti, bahwa kerja keras itu sudah membuahkan hasil. Sudah ada kolam ikan berisi ribuan ekor ikan siap panen. Bahkan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan ikan warga desa khususnya anak-anak balita. Kita tahu bahwa ikan sangat baik bagi anak-anak pada golden age,” tegas Stenly.

Lebih jauh, konsultan Humas Bank NTT ini pun memberi masukan agar nantinya pihak pemerintah desa harus memastikan keberlanjutan dari usaha-usaha tersebut.

Seusai panen, maka harus memastikan benih yang baru dan juga manajemen keuangannya agar ditata secara baik. Karena itu BUMDES mesti diaktifkan sehingga merekalah yang akan bertanggungjawab terhadap keberlanjutan program dengan manajemen keuangan yang transparan. Bahkan hal yang sama di sentra produksi cabe, yang menjadi hortikultura andalan dari Anakalang selain tanaman lainnya.

Sementara Reinhard Djo pun memberi masukan mengenai sentuhan digitalisasi dalam setiap transaksi, karena Bank NTT sudah menyediakannya. “Kolam ikan ikan ini bisa disulap menjadi sebuah destinasi wisata. Siapa yang masuk, membayar karcis, lalu mereka memancing dan dihitung berapa per kilogram. Kami dari Bank NTT siap mendukung dengan fasilitas-fasilitas dan layanan digital maupun elektronik sehingga tidak ada uang tunai di sini, uangnya lebih aman karena langsung masuk ke rekening,” tegas Reinhard sembari menambahkan, cabai adalah komoditi yang selalu dibutuhkan karena itu pemerintah desa diharapkan menjamin keberlanjutan masa tanamnya agar mengantisipasi kelangkaan produk di pasar yang berimbas pada terjadinya inflasi.

“Sementara mengenai tenunan, ini yang terus kita support. Sehelai tenunan akan menjadi mahal jika dibuat narasinya secara baik. Nah kekuatan kita ada di narasi, ini yang membuat dia mahal. Karena itu saya sarankan agar nantinya setiap produk harus disertai narasi yang kuat sehingga mudah kita lempar ke pasar digital, karena mereka membeli karena ada historinya,” tegas Reinhard yang disanggupi oleh para penenun.

Bank NTT memiliki website yang terkoneksi dengan pasar digital sehingga nantinya aneka produk UMKM milik masyarakat bisa dijual kesana dan Bank NTT akan melakukan pendampingan hingga warga mandiri. (*)

Sumber (*/tim/boy)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil RUPS Luar Biasa Bank NTT 2023, Alex Riwu Kaho Tetap Dirut

    Hasil RUPS Luar Biasa Bank NTT 2023, Alex Riwu Kaho Tetap Dirut

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT Bank Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menghelat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Tahunan Tahun Buku 2022 dan RUPS Luar Biasa pada Senin, 20 Maret 2023 pukul 11.30—14.30 WITA RUPS dihadiri seluruh pemegang saham Bank NTT yakni Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Bupati […]

  • PLN Naikkan Kapasitas Listrik RSPP Betun di Batas RI-Timor Leste

    PLN Naikkan Kapasitas Listrik RSPP Betun di Batas RI-Timor Leste

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, mengungkapkan peningkatan daya ini adalah realisasi dari perencanaan jangka panjang, sejak lima tahun lalu.   Kupang | Masyarakat Kabupaten Malaka kini selangkah lebih dekat menikmati layanan kesehatan yang modern dan setara dengan kota besar. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang resmi memberikan dukungan penuh melalui peningkatan daya […]

  • Anggota DPRD Belu Sebut Calon Petahana Rampas Ekskavator Umat Paroki Atapupu

    Anggota DPRD Belu Sebut Calon Petahana Rampas Ekskavator Umat Paroki Atapupu

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu periode 2019—2024 dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyebut Calon Petahana, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan di era kepemimpinan lima tahun lalu, telah merampas ekskavator milik umat Paroki Stellamaris Atapupu. Hal ini diungkapkannya saat berkampanye paket SEHATI, paket nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Desa Silawan, […]

  • Sistem Irigasi Berperan Penting Wujudkan Ketahanan Pangan

    Sistem Irigasi Berperan Penting Wujudkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kam, 20 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Padang,gardaindonesia.id– Pencapaian program ketahanan pangan, membutuhkan dukungan ketahanan air. Dalam upaya meningkatkan suplai air irigasi yang kontinyu, pada periode 2015-2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 45 bendungan baru yang akan menambah volume tampungan 5,84 milyar m3 dan akan mampu mengairi 482.751 Ha. Pembangunan […]

  • OJK Terbitkan Kebijakan Khusus Kredit Pembiayaan Korban Bencana Sumatra

    OJK Terbitkan Kebijakan Khusus Kredit Pembiayaan Korban Bencana Sumatra

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Loading

    Kebijakan ditetapkan pada Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025 pasca-pengumpulan data di wilayah bencana, serta asesmen yang menunjukkan bencana dimaksud memengaruhi perekonomian di daerah setempat.   Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan kebijakan pemberian perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan kepada debitur yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di Provinsi […]

  • Program Kemitraan Wilayah Wujudkan Agroeduwisata di Kab Kupang

    Program Kemitraan Wilayah Wujudkan Agroeduwisata di Kab Kupang

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Kemitraan Wilayah (PKW) merupakan Program Multi Years yang melibatkan 2 (dua) Perguruan Tinggi yaitu Undana, Politeknik Pertanian Kupang dan Pemda Kab. Kupang. Program ini direncanakan berlangsung selama 3 (tiga) tahun dimulai tahun 2018—2020 di 2 (dua) kelompok tani yaitu Kelompok Tani Kaifo Ingu di Desa Babau dan Anamak di Desa […]

expand_less