Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Jan 2020
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Keanehan sungguh terjadi pada keluarga korban, Petrus Bere. Sumber api yang menyebabkan rumah miliknya ludes terbakar di Bundaran Tugu Seroja Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa 31 Desember 2019 petang, sumbernya tidak diketahui oleh pihak korban.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2020/01/01/akhir-tahun-2019-akibat-bensin-rumah-warga-di-belu-dilahap-si-jago-merah/

Hal itu, diungkapkan Erwin Bere, salah satu anak kandung Petrus Bere ketika ditemui Garda Indonesia di rumah penginapan sementara milik Konstantinus Taus dan Yasinta Namok di Seputaran Bundaran Tugu Seroja pada Rabu, 1 Januari 2020 malam.

“Lilin tidak ada. Kami juga bingung karena sumber apinya kita tidak tahu. Tiba- tiba saja api itu muncul dari bapak punya telapak bagian kiri, merambat langsung di baju. Anehnya, celana tidak terbakar, baju saja yang terbakar. Makanya bapak buka baju langsung buang. Kaki tidak ada luka bakar, hanya buluh kaki saja yang terbakar. Luka besar itu hanya di bapak punya tangan kiri,” ulasnya.

Menurut Erwin, beberapa saat sebelum kejadian naas itu, bapaknya baru pulang membeli BBM di SPBU yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Dirasakan bapaknya, hawa sore itu memang sangat panas meskipun baru saja selesai hujan. Dugaan mereka, kemungkinan api itu timbul akibat gesekan antara bensin dan udara panas sore itu.

Pantauan media ini, luka bakar juga diderita oleh mama kandungnya Maria Natalia Buik pada paha bagian kiri dan pada wajah kanan (pipi dan pelipis).

Saat itu, terang Erwin, Natalia sudah berada di luar rumah. Tetapi, ia terpaksa masuk kembali karena berupaya mencari cucunya yang ia kira masih berada di dalam rumah.

“Saya lihat dia jatuh, saya angkat dia, tarik, dorong, buang keluar. Saat itu, api sudah besar. Enam jeriken besar kosong, saya lempar keluar semua,” kata Petrus Bere menambahkan.

Luka bakar yang dialami Petrus Bere

Barang- barang yang habis dilahap api itu, menurut pihak korban: laptop 2 unit, TV 2 unit, speaker Bigband 1 unit, amplifier 2 unit, sepeda motor beat 1 unit, motor air 1 unit, sepeda dayung 1 unit, kulkas polytron 2 unit, rak etalase 1 buah (masih masa kredit), handphone 4 unit, spon 2 buah, lemari pakaian 4 buah, mixer 2 buah, oven 2 buah, kain adat 8 helai, uang tunai 50 juta rupiah, surat-surat motor dari 4 unit sepeda motor (Versa 1 unit, Revo 2 unit, dan motor metic (yang hangus terbakar), sertifikat tanah, SIM B1 Umum 1 lembar, barang jualan kios, dan perabot rumah tangga.

“Kami dalam rumah sembilan orang. Pakaian semua terbakar, hanya tinggal yang kami pakai di badan,” ungkap Erwin lagi diamini anggota keluarga lainnya.

Barang berharga lainnya yang turut ludes dilahap api seperti: 6 rantai emas (2 rantai tangan, 4 rantai leher),4 cincin, 16 kalung muti, 6 uang perak (murak tomak), 6 tusuk konde emas. Total estimasi kerugian di luar uang tunai senilai Rp.250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Sedangkan, uang tunai bekas terbakar dan sudah diserahkan kepada pihak polsek Tasifeto Barat, menurut pihak korban, sekitar 16 juta rupiah.

Adapun keluhan pihak korban terhadap keterlambatan pihak pemadam kebakaran yang jaraknya hanya 2 kilometer dari lokasi kebakaran. Menurut pengakuan pihak korban, mobil damkar terlambat datang meski berulang- ulang beberapa orang sudah berusaha memberitahukan via sambungan telepon, hingga ada warga dengan menggunakan sepeda motor harus pergi memanggil langsung di markas damkar.

Parahnya lagi, meski sudah diberitahu langsung di markas pun, petugas masih juga berdalih bahwa air tidak ada di mobil tangki dan mobilnya mogok bahkan sulit dihidupkan. “Mobil pemadam datang sudah terlambat. Sampai di sini juga mereka bilang air di tangki sisa setengah saja. Jadi, siram api belum mati air sudah habis,” tandas pihak korban kesal. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Edhy Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

    Menteri Edhy Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kelautan dan Perikanan dan Gubernur NTT bersama rombongan mengunjungi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/08/29/kunjungan-di-kupang-menteri-edhy-imbau-masyarakat-cerdas-kelola-perikanan/ Di hadapan kelompok masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengatakan Budidaya Ikan Sistem Bioflok ini sebagai pijakan awal […]

  • Anita Gah Sidak Dana PIP, Temukan Pungli oleh PKBM Harapan Bangsa

    Anita Gah Sidak Dana PIP, Temukan Pungli oleh PKBM Harapan Bangsa

    • calendar_month Ming, 18 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, gardaindonesia.id | Anita Jacoba Gah,S.E., Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Demokrat melakukan sidak ke sekretariat PKBM Harapan Bangsa yang disinyalir melakukan pungli terhadap penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Desa Bismarak, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), lokasi penyaluran dana PIP untuk 55 penerima, (Sabtu,17/11/18) pukul 11.40 WITA. Anita […]

  • Pemudik Waspada 9 Titik Rawan Kecelakaan Trans Jawa

    Pemudik Waspada 9 Titik Rawan Kecelakaan Trans Jawa

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korlantas Polri Polri telah memetakan 9 titik rawan kecelakaan di ruas tol Trans Jawa. Direktur Penegakkan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan menjelaskan daerah yang memiliki kriteria black spot sekitar 500 meter dari titik black spot. Poin kecelakaan minimal 30 atau lebih (kecelakaan menyebabkan meninggal dunia 10 poin, luka berat 5 […]

  • Istana Berkebaya Pertama Kali Dihelat di Istana Merdeka

    Istana Berkebaya Pertama Kali Dihelat di Istana Merdeka

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo membuka acara Istana Berkebaya untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia, dihelat di Jalan Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Merdeka pada Minggu sore, 6 Agustus 2023. Ibu Iriana pun melantunkan pantun sebelum melanjutkan membuka perhelatan Indonesia Berkebaya.“Bunga menur bunga […]

  • Relawan Jokowi Bakal Gelar Konvensi Visi Indonesia untuk Gagas Calon Menteri

    Relawan Jokowi Bakal Gelar Konvensi Visi Indonesia untuk Gagas Calon Menteri

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Aliansi Relawan Jokowi Indonesia (ARJ Indonesia) berencana menggelar Konvensi Visi Indonesia yang mana salah satu tujuannya adalah untuk memberikan usulan calon Menteri kepada pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi – Ma’ruf Amin. Koordinator ARJ Indonesia, Budi Mulyawan dalam keterangan tertulisnya mengatakan, inti dari konvensi tersebut adalah menyampaikan beberapa usulan Menteri […]

  • Indonesia-Australia: Tetangga yang Bersahabat

    Indonesia-Australia: Tetangga yang Bersahabat

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Australia, Garda Indonesia | Meskipun memiliki budaya yang berbeda, keduanya tetap memiliki kesamaan akan nilai-nilai kemajemukan, keberagaman, etnis, toleransi, demokrasi, penghormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Indonesia dan Australia ditakdirkan sebagai tetangga dekat dan kita tidak bisa memilih tetangga. Meski demikian, keduanya memilih untuk bersahabat. “Namun, kita memilih untuk bersahabat. Australia adalah […]

expand_less