Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id | Komisi VIII DPR RI mengapresiaasi kinerja dan capaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) selama tahun 2018 mencapai 91%. Dalam rapat evaluasi pelaksanaan program /kegiatan dan anggaran tahun 2018 (Selasa,8/1/2019); berbagai isu terkini seputar perempuan dan anak juga disoroti anggota Komisi VIII DPR RI yang hadir, seperti perdagangan orang, kekerasan perempuan dan anak, narkoba, prostitusi online yang melibatkan anak, hingga anak yang berhadapan dengan hukum.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher mengatakan evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2018 dijadikan basis bagi Kemen PPPA dalam menjalankan program di tahun anggaran selanjutnya. Hal ini agar melahirkan kegiatan dan program terobosan baru. Disamping itu, orientasi Kemen PPPA juga harus mengarah pada ketahanan keluarga agar mampu menjawab persoalan perempuan dan anak yang masih terjadi.

“Pertama, kami DPR mengapresiasi, apalagi melihat capaian 91%. Ini merupakan prestasi baik bagi Kemen PPPA. Tapi, namanya evaluasi, apa yang dikerjakan kemarin di masa selanjutnya harus lebih ditingkatkan. Kedua, dalam persoalan perempuan dan anak dalam konteks perlindungan belum jadi budaya bangsa. Khususnya dalam hal karakter menghargai perempuan dan anak. Apalagi sekarang tren angka perceraian juga semakin meningkat. Maka, orientasi program selanjutnya perlu fokus pada penguatan keluarga. Sebab memutus mata rantai masalah perempuan dan anak dimulai dari keluarga,” ujar Ali Taher.

Menteri Yohana saat paparan di depan Komisi VIII DPR RI

Disisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengungkapkan keresahannya dengan anggaran yang diberikan untuk Kemen PPPA terbilang kecil dan trennya menurun sejak 3 tahun terakhir. Namun meski demikian, hal ini tidak menghalanginya untuk bekerja maksimal. Di hadapan anggota Komisi VIII DPR RI, sejumlah capaian dipaparkan Menteri Yohana terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Diantaranya, meningkatnya kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) pada 2018 sebanyak 190 Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah.

Meningkatnya partisipasi perempuan di berbagai bidang pembangunan melalui strategi PUG yang ditandai dengan hadirnya sekolah perempuan di beberapa daerah, serta meningkatnya kapasitas kelembagaan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan termasuk TPPO (tindak pidana perdagangan orang).

“Anggaran Kemen PPPA di tahun 2018 adalah 507,9 Milyar atau diibaratkan hanya sebesar satu kabupaten/kota. Belum lagi di tahun ini anggaran kami dipotong menjadi 493,6 Milyar. Padahal, Kemen PPPA harus melindungi 126 juta perempuan dan 83 juta anak di seluruh Indonesia. Tentu hal ini cukup menjadi kendala. Dengan dana kecil, Kemen PPPA berusaha agar gaung perlindungan perempuan dan anak bisa terasa oleh masyarakat. Salah satu hal yang bisa kami banggakan adalah mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor kekerasan yang terjadi. Jaman dulu, masyarakat menganggap hal itu tabu bahkan untuk dibicarakan. Tugas kami ke depan adalah bagaimana menangani masalah yang sudah terlaporkan,” jelas Menteri Yohana.

Menurut Menteri Yohana, mendorong perlindungan perempuan dan anak menjadi sebuah budaya bukanlah hal mudah, sebab kesadaran masyarakat masih minim terutama laki-laki. Saat ini, Kemen PPPA sedang mendorong kampanye laki-laki untuk perempuan atau He for She yang ke depan akan lebih digodok.

“Selama ini, program yang dibuat sudah cukup banyak untuk perempuan dan anak. Padahal jika laki-laki belum sadar untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak, ke depan tetap saja sulit. Apalagi dari data, pelaku kekerasan mayoritas adalah laki-laki. Saya memiliki pemikiran terkait wacana usulan mengubah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi ‘Kementerian Keluarga’. Tentu, evaluasi kementerian ini perlu dikaji terlebih dulu. Harapannya agar semua bisa dijangkau, rehabilitasi sosialnya kepada semua, laki-laki, perempuan dan anak. Akhirnya keluarga kuat, negara kuat,” ujar Menteri Yohana.

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kemen PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Naikkan Gaji Hakim Hingga 280 Persen

    Presiden Prabowo Naikkan Gaji Hakim Hingga 280 Persen

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Presiden Prabowo mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mencari uang demi menaikkan gaji hakim. Ia bahkan tidak segan untuk mengurangi postur anggaran dari TNI dan Polri.   Jakarta | Presiden RI, Prabowo Subianto resmi menaikkan gaji hakim di Indonesia. Kenaikan gaji tersebut hingga 280 persen. “Saya Prabowo Subianto Presiden RI ke-8 hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji […]

  • Lesmin Waker Komandan KKB Tewas Ditembak Satgas Nemangkawi

    Lesmin Waker Komandan KKB Tewas Ditembak Satgas Nemangkawi

    • calendar_month Jum, 14 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Satgas Nemangkawi gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak dengan salah satu komandan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB), Lesmin Waker tewas di Wuloni, Kabupaten Puncak, Papua. Lesmin Waker adalah salah satu pelaku penembakan Bharada Komang, anggota Satgas Nemangkawi yang tewas beberapa waktu lalu. “Bahwa pengejaran akan terus dilakukan oleh personel TNI Polri setelah […]

  • Universitas Muhammadiyah Kupang Lepas Tiga Orang Mahasiswa PGSD ke Malaysia

    Universitas Muhammadiyah Kupang Lepas Tiga Orang Mahasiswa PGSD ke Malaysia

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) melepas 3 (tiga) mahasiswa untuk mengikuti KKNdik dan PPL Internasional di Kuala lumpur Malaysia. Ketiga orang mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Program Studi PGSD yang saat ini berada pada semester V dan VII. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang rapat lantai dua gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kupang, dipimpin langsung […]

  • Komisi Informasi NTT : Baru 6 dari 41 OPD Isi ‘Self Assesment Quisioner’

    Komisi Informasi NTT : Baru 6 dari 41 OPD Isi ‘Self Assesment Quisioner’

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Guna melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik (Perki SLIP) dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2022 tentang Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik, beberapa pekan lalu Komisi Informasi telah melakukan sosialisasi tentang ketentuan umum monev […]

  • Presiden Syukuri 62 ‘Suspect’ Virus Korona di Indonesia Dinyatakan Negatif

    Presiden Syukuri 62 ‘Suspect’ Virus Korona di Indonesia Dinyatakan Negatif

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejumlah 62 spesimen pasien yang diduga terinfeksi virus korona dinyatakan negatif virus setelah diperiksa di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan. Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja keras seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Kesehatan, yang telah bekerja keras dalam menangani wabah virus korona. Presiden juga bersyukur bahwa 62 pasien terduga […]

  • Presiden Jokowi & Menteri Basuki Tinjau Progres Bendungan Bendo

    Presiden Jokowi & Menteri Basuki Tinjau Progres Bendungan Bendo

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Ponorogo, gardaindonesia.id | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau progres pembangunan Bendungan Bendo yang berlokasi di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/1/2019). Bendungan multiguna dengan total luas genangan sebesar 169,64 hektar […]

expand_less