Anggota Brimob Aceh Membelot, Pilih Jadi Prajurit Bayaran Rusia
- account_circle Penulis
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- visibility 398
- comment 0 komentar

![]()
Saat ini provost Satbrimob Polda Aceh telah mendatangi kediaman Bripda Rio yang ditemui hanya Istrinya saja. Bripda Rio pun disidang KKEP oleh Bidpropam Polda Aceh karena melanggar.
Aceh | Pada saat negara ini terus berjuang mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah, sebuah pengkhianatan telanjang justru muncul dari dalam barisan sendiri. Bripda Muhammad Rio, seorang anggota Brimob Aceh yang lama tak berdinas, dikabarkan telah membelot.
Sejak awal Desember 2025, ia memilih untuk mengikat kontrak sebagai prajurit bayaran bukan untuk membela tanah airnya, tetapi untuk angkat senjata di bawah bendera Rusia.
Dugaan awal Alasannya? Uang. Gaji fantastis sebesar 42 juta rupiah per bulan dan Bonus 2 Juta Rubel atau sekitar 420 Juta menjadi godaan yang ia pandang lebih berharga daripada sumpahnya sebagai aparatur negara. Sumpah untuk setia pada Republik Indonesia, untuk menjaga rakyat, dan untuk berkorban demi merah putih, ternyata begitu mudah terbeli.
Saat ini provost Satbrimob Polda Aceh telah mendatangi kediaman Bripda Rio yang ditemui hanya Istrinya saja. Muhammad Rio disidang KKEP oleh Bidpropam Polda Aceh karena melanggar.
NBC Interpol Indonesia telah menghubungi Lt. Col.Gregory Borisov Atase Kepolisian Rusia di Kedubes Russia di Jakarta.
Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Komisaris BesarJoko Krisdiyanto membenarkan informasi yang tersebar itu.
Joko mengatakan Rio diketahui bergabung dengan tentara Rusia setelah mengirim pesan WhatsApp kepada sejumlah anggota Polda Aceh, Rabu, 7 Januari 2026.
“Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” kata Joko Krisdiyanto dalam keterangannya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Sebelum ada pesan ini, Provost Polda Aceh sebenarnya sudah mencari Rio karena sudah tak hadir dalam dinas. Dua kali panggilan juga sudah dilayangkan namun tak membuahkan hasil.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: etnisgayo & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar