Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Angka Stunting Tinggi di NTT; Daulat Samosir : Manfaatkan Faskes dengan Baik

Angka Stunting Tinggi di NTT; Daulat Samosir : Manfaatkan Faskes dengan Baik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah stunting menjadi fokus pemerintah saat ini, mengingat tingginya angka stunting di NTT, sehingga memerlukan penanganan yang lebih intensif. Menurut dr. Daulat Samosir, untuk mengatasi hal tersebut, harus dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan di ruang kerjanya di BNN Provinsi NTT, Jumat 9 Agustus 2019. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas kesehatan yang baik akan sangat menunjang pengurangan angka stunting.

Daulat mengatakan bahwa posyandu menjadi salah satu fasilitas yang harus dimanfaatkan secara benar-benar oleh para praktisi kesehatan.

“Kita harus jemput bola dengan memanfaatkan posyandu karena posyandu bukan hanya untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, tapi juga untuk mengetahui status gizi, berat badan dan juga melakukan imunisasi”, jelas Plt. Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT itu.

Penggunaan fasilitas kesehatan yang baik, menurut Daulat, akan berdampak sangat baik pula pada kondisi anak, terutama pemanfaatan fasilitas kesehatan pada usia kehamilan. Karena masa-masa kehamilan merupakan momen yang akan menentukan anak akan mengalami stunting atau tidak.

“Kesehatan ibu hamil dan janin harus dijaga, dan selalu diasupi dengan makanan-makanan yang bergizi. Karena di mana status gizi seseorang baik,maka stunting itu tidak akan ada”, ujarnya.

Plt. Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT, dr. Daulat Samosir

Untuk dapat melakukan itu semua, Daulat menjelaskan bahwa ada beberapa hal dasar yang harus dilakukan, yang pertama adalah mengubah pola pikir masyarakat dengan memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga kesehatan kandungan.

“Bagaimana ibu-ibu hamil mendapatkan pemahaman yang baik dan benar tentang merawat kehamilan, bagaimana menyikapi kehamilan usia beresiko, bagaimana menyikapi kehamilan pada bulan-bulan rentan penyakit. Itu harus ada pendekatannya”, ujar Daulat.

Perubahan pola pikir masyarakat, menurutnya akan berdampak pada penggunaan fasilitas kesehatan yang tepat sasaran. Masyarakat, terutama ibu-ibu hamil bisa rajin memeriksa kandungannya agar dapat mengetahui kesehatan kandungan dan mendapatkan anjuran dari dokter.

Selain kepada masyarakat, Daulat juga menolak dengan tegas alasan tenaga medis terkait anggaran untuk melakukan pelayanan bagi masyarakat. Menurutnya, ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menjangkau masyarakat, salah satunya melalui posyandu.

“Jangan alasan anggaran untuk tidak turun ke posyandu. Saya tidak suka seperti itu. Kita pernah lakukan itu dan terbukti berhasil”, ujar dokter yang pernah berperan menekan angka kematian ibu dan anak menjadi nol persen di Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 2011—2013.

Hal kedua lanjutnya, setelah mengubah pola pikir masyarakat, maka harus diikuti dengan upaya pemenuhan status gizi bagi Ibu hamil serta janin dalam kandungannya.

“Kandungan usia muda jangan malas mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan juga buah”, jelasnya.

Daulat mengungkapkan bahwa dirinya sangat setuju dengan program yang sedang gencar dilaksanakan pemerintah yaitu pengolahan makanan lokal menjadi makanan yang bergizi, terutama daun kelor.

“Saya sangat setuju dengan program pemerintah untuk mengolah daun kelor, karena itu makanan yang bergizi. Karena bukan stuntingnya yang harus diperangi tapi status gizinya yang harus diperbaiki”, ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa stunting tidak akan ada jika perbaikan status gizi dilakukan sejak dalam kandungan. Sehingga merubah pola pikir masyarakat untuk rutin memeriksakan diri di posyandu maupun puskesmas sangat penting, juga untuk melakukan perbaikan status gizi.

“Hanya ada dua hal, rutin periksakan diri serta perbaiki status gizinya,” tandas Daulat.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Lantik 9 Kapolda & Perwira Tinggi

    Kapolri Lantik 9 Kapolda & Perwira Tinggi

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melantik sembilan Kapolda dan dua pejabat utama (PJU) atau perwira tinggi (Pati) Mabes Polri pada Selasa, 18 Oktober 2022. Salah satunya pengganti Irjen Teddy Minahasa Putra sebagai Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), yakni Irjen Suharyono. Selain itu, Kapolri juga melantik Irjen Toni Harmanto sebagai Kapolda Jawa […]

  • “Unik” Nama Sekolah Kejuruan di Pulau Komodo dari Kadis Dikbud NTT

    “Unik” Nama Sekolah Kejuruan di Pulau Komodo dari Kadis Dikbud NTT

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau lokasi sekaligus mendirikan satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, tepatnya di Kampung Komodo, Pulau Komodo pada Jumat, 11 Maret 2022. Kadis Dikbud NTT, Linus Lusi bersama kepala desa, tokoh adat, […]

  • Hari Tani Nasional, Ketua KPK Ingatkan Jangan Curi Hak Petani

    Hari Tani Nasional, Ketua KPK Ingatkan Jangan Curi Hak Petani

    • calendar_month Ming, 25 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hari Tani Nasional merupakan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, atas konsistensi dan dedikasi luar biasa dalam menjaga ketahanan serta memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan di usia 62 tahun (Hari Tani Nasional pada 24 September 2022, red), kerja keras penuh peluh dan keringat para […]

  • Dinas Pendidikan Sumba Barat Bangun Kemitraan dengan YLAI

    Dinas Pendidikan Sumba Barat Bangun Kemitraan dengan YLAI

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Waikabubak, Garda Indonesia | Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia, di Aula Kantor Dinas Pendidikan pada Rabu, 28 Agustus 2019. MoU tersebut berisi kesepakatan untuk memperpanjang pelaksanaan program Membaca Berimbang di Sumba Barat. YLAI bersama INOVASI telah melaksanakan program Membaca Berimbang di Sumba […]

  • Dari Belu, Pesepeda Tour De EnTeTe Melaju ke Timor Tengah Selatan

    Dari Belu, Pesepeda Tour De EnTeTe Melaju ke Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Dari Atambua, perbatasan Indonesia—Timor Leste, semangat sportivitas dan persaudaraan terus mengalir, menyatukan budaya, pariwisata, hingga menggeliat dan menukik semangat sport tourism NTT di mata dunia.   Atambua | Bupati Belu, Willybrodus Lay resmi melepas pesepeda Tour de EnTeTe etape dua yang selanjutnya menuntaskan etape ketiga dengan jarak tempuh 168,2 km menuju ke Kabupaten Timor Tengah […]

  • Kudapan Donat dan Kenapa Harus Berlubang

    Kudapan Donat dan Kenapa Harus Berlubang

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Camilan sore dengan donat adalah hal yang sangat nikmat. Terdapat cerita tersembunyi di balik hidangan manis donat! Donat masih menjadi salah satu makanan penutup paling populer di Amerika Serikat dan telah banyak dijual di toko kue atau restoran cepat saji mana pun. Anak-anak dari usia 5 tahun hingga orang tua berumur 75 tahun, semuanya menyukai […]

expand_less