Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Ansy Lema Sangkal Karya Nyata Jokowi di NTT

Ansy Lema Sangkal Karya Nyata Jokowi di NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Di NTT, program food estate dikembangkan di Kabupaten Sumba Tengah sejak tahun 2020 dengan luas lahan mencapai 10.000 hektare, terdiri dari 5.400 hektare kawasan persawahan, dan 4.600 hektare lahan pertanian kering untuk pengembangan tanaman jagung dan peternakan.

 

Kupang | Calon gubernur NTT nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menyebut bahwa mantan Presiden Joko Widodo belum membangun sektor ekonomi primer di NTT. Yohanis Fransiskus Lema menyebut itu dalam debat publik kedua yang berlangsung di Auditorium Undana pada Rabu, 6 November 2024.

Saat itu, Ansy Lema menanggapi jawaban dari calon gubernur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi atas pertanyaan panelis seputar sektor lokomotif yang ditawarkan untuk meningkatkan kontribusi antar-sektor ekonomi dan antar-daerah kabupaten/kota di NTT.

Menurut Ansy Lema, lokomotif penggerak ekonomi adalah pariwisata karena menimbulkan multiplayer effect.

“Kita harus memastikan bahwa pariwisata, contohnya Labuan Bajo, itu menghidupkan sektor nelayan, tani, ternak, UMKM, transportasi dan perhotelan. Terima kasih Presiden Jokowi yang sudah membangun Labuan Bajo secara sangat keren, tetapi yang belum dibangun oleh Presiden Jokowi adalah sektor ekonomi primer. Sentra-sentra produksi, sentra pertanian, sentra peternakan dan sentra perikanan dan kelautan,” ujar Ansy Lema yang berpasangan dengan Jane Natalia Suryanto sebagai calon wakil gubernur NTT itu.

“Kami berimajinasi membangun sentra pangan. Mbeling, Boleng, dan sekitarnya bisa kita kembangkan hortikultura. Bahkan di Flores bagian Timur, di Flores Timur, di Sikka di Wuring, itu harus menjadi sentra perikanan. Kita pastikan itu memberi manfaat bagi nelayan, petani dan ternak,” sambung Ansy Lema.

Pernyataan Ansy Lema bahwa Presiden Jokowi belum membangun sektor ekonomi primer, rupanya sangat tidak mendasar. Pasalnya, Presiden Jokowi punya sederet karya agung untuk masyarakat NTT. Termasuk dalam penyediaan infrastruktur untuk pengembangan sektor ekonomi primer seperti pertanian.

Enam dari tujuh bendungan terbesar yang sudah dibangun di NTT adalah salah satu karya agung Presiden Jokowi selama memerintah negeri ini dua periode.

Adapun 6 (enam) bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR di masa pemerintahan Jokowi yakni Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Sikka, Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Lambo di Nagekeo, Bendungan Temef di TTS, dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Dalam setiap peresmian bendungan tersebut di atas, Presiden Jokowi kerap menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan strategi mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Presiden Jokowi berharap dengan adanya bendungan, selain untuk mendukung kebutuhan air bersih bagi masyarakat,

Ada peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan pertanian.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri PUPR ketika itu, Basuki Hadimoeljono, menyebut manfaat pembangunan bendungan, di mana salah satunya adalah untuk pengembangan sektor pangan.

“Kalau air nggak ada, ini habis semua. Jadi, saya kira air menjadi syarat mutlak, sehingga kita bangun tujuh bendungan di NTT,” ujar Basuki saat meninjau dua bendungan di Kabupaten Kupang, yakni Bendungan Manikin dan Raknamo pada 30 September 2022 lalu.

Tak hanya bendungan sebagai infrastruktur pendukung sektor pertanian, Presiden Jokowi juga menggagas program lumbung pangan nasional atau food estate yang merupakan kolaborasi sejumlah kementerian, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, hingga Kementerian Pertahanan.

Pada 23 Februari 2012 lalu, Presiden Jokowi meninjau langsung area lumbung pangan yang terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Sumba Tengah.

Setelah dikembangkan, program ini menorehkan hasil memuaskan. Terbukti, hasil produksi mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan sebelum adanya program food estate.

“Sebelum ada program food estate, hasil panen padi dalam satu hektare hanya mencapai 400-500 karung. Namun setelah adanya program food estate, hasil panen padi mencapai 2-3 kali lipat yaitu 1.000—1.500 karung dalam satu hektare,” sebut Ketua Kelompok Tani Mula Mila, Michael Umbu Rolo dikutip dari Republika, ketika Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama Wabup Daniel Landa melakukan panen padi di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan pada 20 April 2022 lalu.

Pemprov NTT pun mengamini kehadiran kawasan food estate di Sumba Tengah memiliki dampak positif terhadap kemajuan sektor pertanian termasuk dalam meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.

“Kawasan food estate di daerah lain mungkin ada yang gagal tetapi kalau di NTT malah berkembang dengan baik. Manfaat kawasan pertanian food estate di Pulau Sumba itu sangat positif terhadap percepatan pembangunan sektor pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada 22 Februari 2023, sebagaimana dikutip dari Antara.

Pembangunan bendungan dan pengembangan food estate sebagaimana digambarkan di atas, hanyalah bagian kecil dari sejumlah karya nyata Jokowi untuk masyarakat NTT. Jika bendungan dan food estate dimanfaatkan atau dikembangkan sebagaimana harapan Jokowi, sudah pasti akan mendongkrak perekonomian di NTT.

Tentu ada sederet legacy Presiden Jokowi kepada masyarakat NTT di sektor-sektor lain melalui program di tiap-tiap kementerian. Untuk itu, sangatlah tidak elok jika seorang Ansy Lema menyangkal karya nyata Jokowi yang jelas-jelas sudah dirasakan masyarakat.(*)

Sumber (*/tim media SIAGA)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTU Timor 1 Siap Pasok 50 MW Listrik untuk Pulau Timor

    PLTU Timor 1 Siap Pasok 50 MW Listrik untuk Pulau Timor

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PLN berhasil menyelesaikan tahap first firing pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor 1 untuk unit #1 yang berkapasitas 50 MW. Boiler first firing ini adalah kegiatan uji coba proses pembakaran pertama kali pada burner (ruang bakar) boiler PLTU menggunakan bahan bakar minyak high speed diesel (HSD), aktivitas tersebut akan menghasilkan uap pada bolier […]

  • Lagi, YPKM dan KASOGI Bantu Rumah untuk Warga Desa Pusu TTS

    Lagi, YPKM dan KASOGI Bantu Rumah untuk Warga Desa Pusu TTS

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM), dan Komunitas Soe Berbagi (KASOGI) kembali memberikan bantuan 1 (satu) unit rumah layak huni ke Adelina Missa (40) warga desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); diserahkan secara simbolis pada Sabtu 11 Juni 2022. Informasi yang dihimpun dan […]

  • OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur | Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) meluncurkan dan menjadikan Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, sebagai desa percontohan pelaksanaan program ekosistem keuangan inklusi (EKI). Acara peluncuran dilakukan pada Rabu, 28 Mei 2024 di balai desa Kaliuda dan diresmikan oleh Umbu Ngadu Ndamu, […]

  • Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya Tahun 2024 ini sketsa pemilihan presiden (Pilpres) yang berujung di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap 3 (tiga) pasangan calon presiden dan wakil presiden menempatkan MK dalam posisi yang problematis-dilematis. Apakah MK akan bertahan pada tradisi kalkulasi angka-angka (judicial restrain) atau kah berani lebih jauh bergerak dengan legal frame work yang […]

  • Natal & Tahun Baru PAUD Lorensia, Romo Gusty : Kita Diminta Beri Bukti, Bukan Janji

    Natal & Tahun Baru PAUD Lorensia, Romo Gusty : Kita Diminta Beri Bukti, Bukan Janji

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Apa yang dinubuatkan oleh para nabi, kini terpenuhi dalam diri Yesus Kristus Putera Allah. Apa yang dikatakan oleh para malaikat pun menjadi kenyataan, bukan sekadar janji manis bagi para gembala pada saat itu. Berani beri bukti, bukan sekadar janji. Apa yang pernah disampaikan, ada wujudnya, benar- benar terjadi dan sungguh nyata […]

  • FORKABES NTT & Richard Riwoe Center Bantu Rumah Warga Kena Badai Seroja

    FORKABES NTT & Richard Riwoe Center Bantu Rumah Warga Kena Badai Seroja

    • calendar_month Rab, 14 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Keluarga Besar (FORKABES) NTT dan Richard Riwoe Center menyampaikan empati mereka kepada warga terdampak bencana Badai Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 3—5 April 2021. Wujud empati perhimpunan para anak NTT di tanah rantau dan telah menetap di Jakarta, Yogyakarta, dan beberapa kota besar di […]

expand_less