Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Antara Kritis dan Nyinyir : ‘Lip Service’ BEM-UI Menyikapi Kerja Jokowi

Antara Kritis dan Nyinyir : ‘Lip Service’ BEM-UI Menyikapi Kerja Jokowi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

BEM-UI sibuk mengritisi atau nyinyir (?) Jokowi dengan memproduksi meme, ‘The King of Lip Service’. Mungkin itu dilakukannya sambil update status di atas MRT. Atau di atas kendaraan yang sedang melaju di jalan tol, hasil kerja.. kerja.. kerja.. nya Jokowi.

Sementara itu, Mahasiswa UGM sibuk berkontribusi dengan GeNose, alat pendeteksi Covid-19. Ini demi menolong orang banyak di masa pandemi ini.

Tapi, janganlah juga menggebyah-uyah, atau menggeneralisir, itu kan cuma oknum kok. Tidak semua mahasiswa UI konyol seperti itu, dan mungkin ada juga Mahasiswa UGM yang balelonya sama dengan kekonyolannya BEM-UI.

Intinya, kita pun mesti kritis juga, tak boleh juga loh serampangan menuduh bahwa genus-nya mahasiswa UI atau UGM atau universitas mana pun adalah begitu adanya. Itu namanya generalisasi yang ngawur juga.

Jadi, berpikir kritis itu pun ada aturannya. Bukan sekadar asal cuap-cuap, asal-menyimpulkan, asal-omong, asal-nyentrik, asal-nyinyir, asal-beda, asal-nekat, dan akhirnya malah asal-asalan.

Nekat yang tidak asal-asalan (alias berani) itu seperti misalnya nekat (beraninya) Jokowi membubarkan Petral dan lalu nekat pula mengirim Ahok untuk jadi Komisaris Utama di Pertamina.

Ahok bukannya enak-enakan dapat fasilitas plafon kartu kredit Rp 30 miliar, eh malah dilepeh begitu saja! Hehe… apakah ada yang kesetrum dengan lepehan Ahok ini? Siapa saja sih mereka yang kesetrum? Pembubaran Petral oleh Jokowi dan lepehan maut ala Ahok ini jelas bukan lip-service kan?

Di lain sisi, belum lama berselang, kader PKS di Depok ada bikin survei. Survei apa? Survei tentang status keperawanan para siswi di Kawasan Depok! Kerja model begini rupanya maha penting bagi PKS. Investasi waktu, tenaga dan uang pun digelontorkan. Alhasil, surveinya menunjukkan bahwa70 persen siswi di Kawasan Depok sudah tidak perawan! Sebuah penemuan yang spektakuler ala PKS.

Entah bagaimana metode penelitiannya, apakah sekadar wawancara atau dilakukan semacam tes di klinik, kita tidak tahu. Hanya mereka sendirilah yang tahu!

Ini aktivitas untuk tujuan apa? Tidak jelas. Padahal sudah beberapa periode kepemimpinan eksekutif (dan legislatif) di daerah Depok sana dikuasai oleh kader-kader PKS sendiri!

Apakah ini prestasi PKS? Wallahualam. Apakah penemuan survei sosial dari PKS ini berfaedah? Jawab sendirilah.  Namun yang jelas PKS mendapat doa dari BEM-UI untuk terus tegar dalam menjalankan perannya sebagai partai oposisi. Hmm… apa relevansinya ya?

Adik-adik BEM-UI mungkin bisa mewawancarai mantan Presiden PKS yang sekarang ada di Penjara Sukamiskin lantaran kasus korupsi impor daging sapi. Dan… nah ini dia, yang waktu OTT -nya itu juga sempat heboh soal istilah Fulus ‘duit pelicin’ dan Fustun ‘cewek molek’. Di situlah kemungkinan besar makna “lip-service” ‘layanan bibir’ dalam arti harafiahnya bisa diperoleh.

Kalau kita mengacu pada makna kata “kritis” itu sendiri, menurut KBBI artinya bersifat tidak lekas percaya, bersifat selalu menemukan kesalahan atau kekeliruan dan tajam dalam penganalisisan.

Berasal dari kata Yunani ‘Kritikos’ (kemampuan membuat ‘judgement’, penilaian/keputusan tertentu) yang berawal dari ‘Krinein’ (artinya ‘to separate, decide, memilah dan memutuskan), ‘Krei’ (yang maknanya ‘to sieve’, menyaring, yang juga berarti ‘discriminate’, ‘distinguish’).

Maka, kritik itu memang bukan sembarangan. Yang sembarangan itu nyinyir dan asal omong. Dan kenyinyiran itu kerap berujung pada penghinaan atau tuduhan tanpa dasar, tanpa argumentasi yang sahih. Ketimbang memberi perbandingan atau analisa yang tajam, yang korektif atau bahkan konstruktif, kenyinyiran berawal dari sekadar rasa benci yang buta dan berujung pada kepahitan dalam hidup.

Kritik itu sesungguhnya membutuhkan erudisi yang cukup, keluasan dan kedalaman pengetahuan agar bisa memilah-milah, menyaring dan membedakan, serta kahirnya melakukan penilaian tertentu. Bahkan kritik juga butuh bukan hanya kepandaian, tapi juga kebijaksanaan.

Sehingga dengan begitu, harapannya, mekanisme dialektika tesis dan anti-tesisnya jadi bermutu serta bisa naik kelas menjadi sintesis yang kreatif. Ini jelas kerja intelek dari seorang intelektual.

Belum lagi kita bicara konteks kultural di mana dialektika itu berlangsung. Pak Jokowi menyinggung soal tata-krama dan sopan santun dalam adat ketimuran kita. Kalau itu bisa dilakukan, tentu akan jadi lebih indah.

Itulah etika politik yang juga bisa memancarkan spektrum estetika (keindahan) adat istiadat. Nuansa yang kabarnya berakar dalam peradaban masyarakat Nusantara, sejak dahulu kala.

Rabu, 30 Juni 2021

Penulis merupakan pemerhati Ekonomi – Politik

Foto utama oleh pixabay.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Akan Panen Garam di Nunkurus, Gubernur VBL Pantau Progres

    Presiden Jokowi Akan Panen Garam di Nunkurus, Gubernur VBL Pantau Progres

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebelum melakukan pertandingan Tinju Eksebisi dengan mantan juara Tinju Dunia, Chris John di GOR Flobamorata pukul 18.00 WITA, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada pukul 13.00 WITA kembali melakukan kunjungan ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu, 7 Juli 2019. Gubernur terus memantau perkembangan […]

  • Makan Bergizi Gratis, Patriotisme Prabowo dan Posisi IMO-Indonesia

    Makan Bergizi Gratis, Patriotisme Prabowo dan Posisi IMO-Indonesia

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yakub F. Ismail Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk miskin yang terbilang masih cukup banyak. Dari total penduduk kurang lebih 280 juta jiwa, sekitar 9,03% di antaranya atau mencapai 25,22 juta jiwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tergolong miskin. Yang mengejutkan lagi, pada tahun 2022, BPS merilis sekitar 21 juta orang di Indonesia […]

  • Aplikasi Qlue—Tingkatkan Kinerja ASN Pemkot Kupang

    Aplikasi Qlue—Tingkatkan Kinerja ASN Pemkot Kupang

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam konferensi pers pada Rabu 31 Juli 2019 di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, dengan tagline ‘Ayo Berubah’, yang merupakan gebrakan baru menuju Kupang Smart City, yang bermakna sebuah ajakan untuk bergerak secara kolaboratif bagi semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan menuju Kota Kupang Moderen Wali Kota Kupang, […]

  • Kadis PUPR Belu Selaku Inspektur Listrik NTT Siap Tuntaskan Masalah Listrik

    Kadis PUPR Belu Selaku Inspektur Listrik NTT Siap Tuntaskan Masalah Listrik

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Vincent K. Laka juga selaku salah satu dari tiga Inspektur Ketenagalistrikan Indonesia untuk wilayah NTT dan memiliki SK Menteri, menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak PLN Kabupaten Belu guna menyelesaikan masalah listrik di Desa Naitimu. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/07/16/wakil-bupati-belu-pemimpin-adalah-orang-yang-kedepankan-rasa-adil/ “Saya bisa panggil kepala PLN, periksa […]

  • Permudah Pengguna Motor Listrik, PLN Dukung IBC & Manufaktur Standarkan Baterai

    Permudah Pengguna Motor Listrik, PLN Dukung IBC & Manufaktur Standarkan Baterai

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sebagai salah satu pemegang saham dari Indonesia Battery Corporation (IBC), PT PLN (Persero) mendukung penuh langkah strategis IBC untuk mempermudah pengguna motor listrik (Molis) melalui upaya standardisasi perangkat baterai. Hal tersebut tercermin dalam agenda penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara IBC dengan 3 (tiga) manufaktur, yakni Gesits, Alva dan Volta di […]

  • Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

    Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

    • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Lukas Kaisadu, warga Dusun Kimbana menilai mantan Kepala Provinsial SSpS Timor telah membohongi warga lokal Dusun Kimbana, Oetfo dan Dusun Leoruas pada tahun 2015 silam, awal perencanaan pembangunan Rumah Sakit Marianum Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dialami warga lokal di masa […]

expand_less