Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » AXA Mandiri–Jangan Gegara Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

AXA Mandiri–Jangan Gegara Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Dibandingkan dengan perusahaan asuransi jiwa seperti Jiwasraya, Asabri, Bumiputera dan WanaArtha Life yang sudah atau sedang babak belur, tentu saja AXA Mandiri jauh berbeda. Ia adalah perusahaan yang jauh lebih sehat.

Paling tidak sehat jika ditilik dari kinerja yang tercermin di laporan keuangannya. Yang terakhir dirilis adalah laporan keuangan kuartal empat tahun 2020. Angka (kuantitatif) yang ditunjukkan dalam laporan keuangan sungguh moncor.

AXA Mandiri tidaklah gagal bayar seperti Jiwasraya-Asabri. Tahun 2020 kemarin, AXA Mandiri telah membayarkan klaim dan manfaat asuransi senilai Rp.4,8 triliun.

Total ekuitas AXA Mandiri juga tercatat tumbuh 3% menjadi Rp.2,99 triliun. Kinerja transformasi bisnisnya juga berhasil menaikkan total aset dari 32,75 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 37,6 triliun di tahun 2020.

Menutup tahun 2020, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) melaporkan pendapatan preminya mencapai lebih dari Rp.11 triliun. Ini peningkatan 17,8% dari tahun sebelumnya (2019).

Setelah dikurangi premi re-asuransi serta ditambah perolehan hasil investasi, jasa DPLK dan pendapatan lain maka total pendapatan (top-line) AXA Mandiri mencapai Rp.12 triliun lebih! Kemudian setelah dikurangi segala beban dan pajak maka AXA Mandiri berhasil membukukan laba komprehensif (bottom-line) sebesar lebih dari Rp.1 triliun. Net Profit After Tax (NPAT) sebesar 8,33%!

Dengan Rasio Solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) mencapai 536%, ini angka yang jauh di atas batas minimum yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 120%, AxaMandiri sangat solid.

Prestasi yang mengagumkan bukan? Di tengah prahara dunia perasuransian nasional yang sedang defisit kepercayaan. Padahal kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis asuransi. Namun sayang, di tengah kemoncoran kinerja laporan keuangan AXA Mandiri itu kita masih pekak mendengar jeritan cukup banyak nasabahnya yang kecewa. Mengapa mereka kecewa?

Kabarnya ada banyak “kasus penipuan”, atau tepatnya kasus “nasabah yang merasa tertipu” oleh para agen asuransi AXA Mandiri. Nasabah yang (merasa) tertipu ini jelas marah dan jadi “berisik” di media-sosial. Dan “berisik nasabah” jelas bisa mencoreng nama baik AXA Mandiri. Itu jelas, dan jelas pula ini mesti mendapat perhatian yang cukup dari manajemen AXA Mandiri. Jangan sampai gegara nila setitik rusak susu sebelanga!

Kalau kita menilik laman di facebook dan keluhan-keluhan nasabah yang (merasa) ditipu oleh AXA Mandiri adalah kasus-kasus perjanjian (akad) asuransi antara nasabah dengan para agen asuransi AXA Mandiri. Ada banyak keluhan tentang apa yang jadi kesepakatan awal dengan apa yang ternyata tertera dalam dokumen polisnya.

Keluhan-keluahan para nasabah AXA Mandiri ini bisa dengan mudah ditelusuri di berbagai platform medsos facebook https://www.facebook.com/groups/403792866677643  twitter, misalnya atas nama: https://twitter.com/zaini_muhammadd/status/1381505695434956800?s=20  dan keluhan nasabah lainnya bisa ditelusuri sendiri lewat mesin pencari).

Mungkin saja bukan maksud dari manajemen (komisaris dan direksi) AXA Mandiri untuk melakukan penipuan. Ini jelas berbeda kasusnya dengan skandal dunia asuransi yang menjebloskan Jiwasraya, Asabri dan mungkin juga WanaArtha yang terindikasi terlibat dalam perputaran dana haram sindikat Benny Tjokro (terdakwa utama kasus Jiwasraya-Asabri).

Apalagi jika PresDir AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma, dalam pernyataan persnya baru-baru ini mengatakan bahwa pencapaian kinerja mereka yang positif ini tidaklah terlepas dari hasil kerja sama tim. Mulai dari tenaga pemasarannya, para karyawan, mitra bisnis, hingga dukungan dari para pemegang saham AXA Mandiri.

Program transformasi bisnis AXA Mandiri berbasis digital telah terbukti mampu mengerek kenaikan kinerjanya. Teknologi digital dioptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menaikkan produktivitas para Financial Advisor (FA). Di sisi lain, teknologi digital itu juga bisa memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk terhubung dan mendapatkan pelayanan dari AXA Mandiri.

Lalu bagaimana dengan para nasabahnya yang saat ini tergabung dalam segmen “nasabah sakit-hati”, mereka yang kecewa dengan pelayanan atau jelasnya telah (merasa) “ditipu” oleh (para FA) AXA Mandiri?

Tentu saja mereka harus segera mendapat perhatian khusus. Kalau perlu manajemen AXA Mandiri membentuk tim khusus untuk segera menuntaskan perselisihan ini. Bukan untuk debat kusir dengan para nasabahnya, namun untuk menemukan solusi antara trio: Manajemen AXA Mandiri, para FA (Financial Advisors atau agen asuransi), serta yang terpenting dengan para nasabahnya.

Mesti diidentifikasi ada di mana persisnya yang jadi soal dari setiap kasus yang terjadi. Ya, harus kasuistik, kasus per kasus. Ini memang pekerjaan yang menantang, tidak mudah dan mungkin perlu nafas panjang dan mental baja. Mesti kerja keras dan kerja cerdas.

Bagi para nasabah, yang sudah jadi “korban” atau bakal calon nasabah asuransi, cermatilah betul-betul setiap lembar polis sebelum menandatanganinya. Jangan cuma mengandalkan “cuap-cuap” para FA.

Para nasabah atau calon nasabah sebelum membeli produk asuransi hendaknya tahu bisa menentukan tujuan dan kebutuhannya. Jika butuhnya produk asuransi jiwa, ya fokus saja ke produk asuransi jiwa. Kecuali bila (calon) nasabah sudah memiliki asuransi jiwa atau asuransi kesehatannya yang utama lalu mau beli lagi produk asuransi unit-linked (kombinasi asuransi dengan investasi) yang tentu boleh-boleh saja. Yang penting pelajari, paham dan sadari segala konsekuensi serta risiko yang ada.

Kalau perlu lakukan perbandingan dengan perusahaan maupun produk asuransi lainnya. Faktor premi, benefit, risiko maupun kemudahan proses klaim misalnya. Ada perusahaan yang sudah ‘go-digital’ dan ada pula yang masih perlu mengisi form aplikasi.

Sebagai salah satu pemain besar di kancah bisnis asuransi jiwa nasional, AXA Mandiri seyogianya bisa melakukan manuver bisnis yang positif. Jadikanlah “tantangan” dari para nasabah yang kecewa ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa AXA Mandiri adalah institusi yang memang layak memperoleh kepercayaan publik. Rebut kembali hati mereka. Jadikan mereka ‘duta-kepercayaan’ AXA Mandiri! Dampak getuk-tular (referral) mereka akan sangat besar.

Bukankah bisnis asuransi itu adalah bisnis kepercayaan itu sendiri?

Sekali lagi, jangan sampai gegara nila setitik rusak susu sebelanga.

Kamis, 22 April 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama oleh ilustrasi/pasardana.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Calon Perseorangan dari 4 Kabupaten di NTT Jalani Verifikasi Faktual

    4 Calon Perseorangan dari 4 Kabupaten di NTT Jalani Verifikasi Faktual

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sesuai undang-undang pemilihan Nomor 1 tahun 2015, sebagaimana telah diubah dalam UU No. 8 tahun 2015, dan UU No. 10 tahun 2016, calon perseorangan harus memenuhi dukungan minimal pencalonan dari data pemilih terakhir di daerah tertentu dengan klasifikasi sebagai berikut: (i) pemilih 250.000 jiwa sebanyak 10%, (ii) pemilih 250.000 – 500.000 […]

  • Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa sebagai masyarakat intelektual harus mampu memberi dampak bagi lingkungan dan juga bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan perayaan Dies Natalis Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Pada ulang tahun ke-51 tersebut, Prodi Pendidikan Matematika melakukan beberapa kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan juga […]

  • Hari Kedua di Labuan Bajo, Presiden Resmikan Venue KTT ASEAN

    Hari Kedua di Labuan Bajo, Presiden Resmikan Venue KTT ASEAN

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo melanjutkan kegiatan kunjungan kerja hari kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 14 Maret 2023. Kepala Negara diagendakan untuk meninjau dan meresmikan secara langsung Jalan Akses Labuan Bajo – Golo Mori di KM 16. Baca juga: https://gardaindonesia.id/2023/03/kunker-awal-tahun-2023-presiden-jokowi-dua-hari-di-labuan-bajo/ Selain itu, Presiden […]

  • Jerman Dukung Transisi Geotermal Poco Leok-Ulumbu Manggarai

    Jerman Dukung Transisi Geotermal Poco Leok-Ulumbu Manggarai

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Langkah PLN mengembangkan kapasitas pembangkit PLTP Ulumbu (2 x 20 MW) yang berada di kawasan geotermal Poco Leok kian menjadi kenyataan, terlebih setelah mendapatkan dukungan serius dari pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Chef Financial Officer KfW Group, Bernd Loewen dan rombongan saat […]

  • Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, meskipun ada undang-undang yang mengatur, penggunaan sirene harus memperhatikan kepatutan. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang kerap ikut macet dan berhenti di lampu merah jika tidak ada keperluan mendesak.   Jakarta | Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di media sosial yang menolak penggunaan sirene dan strobo kendaraan pengawalan pejabat membuat […]

  • Ahok Minta Jadi Saksi Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

    Ahok Minta Jadi Saksi Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Loading

    Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan bahwa Ahok justru meminta sendiri agar diperiksa dalam kasus ini.   Jakarta | Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali mencuat dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Persero. Perkara tersebut kini telah memasuki tahap persidangan dengan sejumlah terdakwa yang sedang diadili. […]

expand_less