Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ayah Tiada, Tak Bisa Pulang, Ini Ungkapan Hati Githa Mauk dari Tangerang Selatan

Ayah Tiada, Tak Bisa Pulang, Ini Ungkapan Hati Githa Mauk dari Tangerang Selatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama 2 (dua) orang putri kandung Ketua Fraksi Demokrat DPRD Belu, Alm. Mauk Martinus, yang kini sedang bekerja di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan Kabupaten Sumba Tengah, tidak bisa menghadiri kedukaan di kampung halaman.

Baca juga : 

http://gardaindonesia.id/2020/05/03/dpc-demokrat-belu-berduka-ketua-fraksi-demokrat-dprd-belu-meninggal-dunia/

Hal ini disampaikan salah seorang putri almarhum Githa Mauk, Apoteker pada Eka Hospital di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ketika dihubungi Garda Indonesia via sambungan telepon seluler pada Minggu, 3 Mei 2020 malam, tepat pukul 00.00 WITA.

“Tadi sempat telepon ke maskapai tapi katanya, orang tua kandung meninggal sekalipun tetap tidak bisa. Katanya, maskapai penerbangan di seluruh Indonesia ditutup sampai dengan tanggal 31 Mei. Andaikan bisa, rencana hari ini (3 Mei 2020, red) sudah harus berangkat. Ya, sudahlah kita pasrah saja, sambil berdoa semoga Bapak mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan,” ungkap jebolan S1 Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta, Jawa Tengah 2017 itu dengan suara sedih dan lirih.

Kenangan Githa Mauk bersama Ayahanda, Alm. Mauk Martinus

Githa menuturkan, dirinya masih akan tetap berupaya untuk bisa datang ke kampung halaman, meskipun nantinya hanya bisa meratapi pusara sang ayah tercinta.

“Kalaupun nantinya sudah bisa pulang, pasti tidak bisa lagi mendapatkan jenazah bapak. Saya coba usahakan untuk bisa hadir di acara 40 malam nanti. Tapi, lihat dulu karena yang jelas, masih harus jalani masa karantina selama 14 hari sesuai protokol Covid-19. Kita akan sesuaikan dengan masa cuti,” sibaknya lagi dengan suara setengah menahan tangis.

Menurut Githa, komunikasi terakhir dengan ayahnya itu, sehari sebelum ayahnya dirawat di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik.

Video Call terakhir itu, waktu bapak masih di rumah. Bapak bilang, NTT sudah zona merah, jadi jaga diri, rajin cuci tangan dan pakai masker,” kisah Githa meniru pesan perhatian ayahnya yang kini sudah tiada.

Selama di rumah sakit, lanjut Gita, tidak ada lagi komunikasi langsung dengan ayahnya. Dirinya hanya mengecek perkembangan kondisi kesehatan ayahnya lewat informasi dari adik dan kakaknya via telepon.

“Saya cek informasi di adik Toni. Waktu itu, saya dengar bapak sempat tanya ke adik bilang siapa yang telepon? Adik jawab, kakak Githa. Itu saja,” tandasnya mengakhiri.

Sementara, putri lainnya, Yuni Mauk yang saat ini sedang berada di Sumba Tengah, belum berhasil dikonfirmasi. (*)

Penulis : (*/HH)
Editor : (+ rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Be Celeng’ & Samsam Babi Guling Bali Hadir di Kota Kupang

    ‘Be Celeng’ & Samsam Babi Guling Bali Hadir di Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 31 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Anda penikmat kuliner olahan ‘Be Celeng’ (bahasa Bali) untuk makanan olahan dari daging Babi? Anda tak perlu lagi harus merogoh kocek dalam untuk ke Bali. Saat ini, telah hadir Rumah Makan Triasih Boga di Jalan W J Lalamentik (sebelah barat Hotel Romita), Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara […]

  • Merenungkan Kematian

    Merenungkan Kematian

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Novilus Uropmabin, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, Jayapura, Papua Ziarah hidup manusia tidak lengkap jika tidak menyentuh topik yang sering dihindari oleh kebanyakan orang yaitu kematian. Hal ini sangat sensitif dan kontras dengan kehidupan manusia sehingga tidak ambil pusing untuk memikirkan atau merenungkannya, tetapi toh tidak mengubah keniscayaan kematian. Merenungkan […]

  • Kilas Balik Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri

    Kilas Balik Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri

    • calendar_month Sen, 2 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Nama Komjen Pol. Firli Bahuri ramai diperbincangkan usai terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan 2019—2023. Keberhasilan Komjen Pol. Firli dalam melewati semua tahapan seleksi tidak terlepas dari upaya serta doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah SWT, yang kiranya memohon untuk diberikan yang terbaik baginya serta Bangsa dan […]

  • Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Cinta Laura Kiehl aktris Indonesia berusia 25 Tahun, didaulat sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), di Jakarta pada Senin, 29 Juli 2019. Terpilihnya Cinta Laura Kiehl sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak karena dinilai sebagai pribadi muda yang […]

  • “We Are One” IWPG Jadi Tuan Rumah Ke-4 Pertemuan Umum Internasional

    “We Are One” IWPG Jadi Tuan Rumah Ke-4 Pertemuan Umum Internasional

    • calendar_month Jum, 29 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Korea Selatan, Garda Indonesia | IWPG (International Women’s Peace Group) atau Grup Perdamaian Wanita Internasional ( Pimpinan: Hyun Sook Yoon) menjadi tuan rumah ke-4 atas Pertemuan Umum Tahunan Cabang Internasional secara online pada Selasa, 19 Januari 2021 pukul 2 sore (waktu bagian Korea Selatan). IWPG adalah LSM dalam status konsultatif khusus dengan Dewan Ekonomi dan […]

  • Uya Kuya Aktif Lagi di DPR Usai Dinyatakan Tak Bersalah Dugaan Pelanggaran Etik

    Uya Kuya Aktif Lagi di DPR Usai Dinyatakan Tak Bersalah Dugaan Pelanggaran Etik

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Loading

    Sementara itu, tiga anggota DPR lainnya, yaitu Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dinyatakan bersalah melanggar kode etik.   Jakarta | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memutuskan bahwa anggota DPR RI, Surya Utama atau Uya Kuya tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran kode etik yang sempat menyeret namanya. Putusan ini dibacakan langsung […]

expand_less