Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Bahasa Tubuh Seorang Pemimpin

Bahasa Tubuh Seorang Pemimpin

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Denny Siregar

Saya tidak tahu, apakah ia pernah ditanya oleh ayahnya, “Kalau besar mau jadi apa, nak ?” Terus dijawab, “Mau jadi Presiden !” Pertanyaan khas orang tua dahulu yang kalau dengar jawaban mau jadi Presiden atau Dokter, langsung puas banget.

Tetapi yang pasti cita-cita itu mampir dalam setiap pemikiran anak kecil meskipun dia tinggal di desa dalam kehidupan yang sangat sederhana seperti dirinya. Cita-cita yang sudah pasti terkubur seiring dengan semakin menyadari realitas hidup dengan bebannya yang berat yang harus dipikul pundak pemuda berbadan kurus ini..

Mulai dari ojek payung sampai kuli panggul ia jalani untuk membantu biaya sehari-hari. Terbayang tubuh kecil, kurus, hitam dan menggigil kehujanan berlari-lari menawarkan payung dengan pendapatan hanya beberapa sen saja..

Saya pernah bertanya kepada seorang saudara dekatnya, “Apa mungkin kesenangan dirinya bagi-bagi sepeda dan peralatan sekolah adalah bagian dari ‘dendam’ masa kecilnya yang sulit mendapatkan barang-barang itu ?” Ia mengangguk.

Saya terdiam membayangkan situasi kekurangan yang pernah dialaminya. Ayahku pernah berkata, “Tidak ada seorang pun pemimpin besar yang tidak pernah ditempa oleh situasi sulit dalam hidupnya. Karena sesungguhnya kesulitan mengajarkan banyak hal pada manusia..”

Perjalanan hidup mengajarkanku bahwa ia benar..

Tidak ada yang menyangka – siapa pun tidak menyangka – jika anak kecil lusuh yang ‘bukan siapa-siapa’ itu sekarang berdiri bersama para pemimpin dunia.

Tidak ada rasa minder sedikit pun bahwa ia bukan berasal dari trah terpandang dan berada. Ia bahkan bisa dibilang ndeso dengan gaya bahasanya, tetapi pikirannya jauh melampaui pemikiran para Jenderal, para Profesor atau para Ilmuwan yang diakui Internasional.

Ia berpikir 100 tahun ke depan, ketika orang banyak masih berpikir bagaimana bisa survive dalam 10 tahun nanti..

Lihat gayanya yang tidak mau berdiri di barisan belakang para pemimpin dunia yang lebih terkenal dari dirinya. Ia ingin berada di depan, sejajar dengan mereka yang memimpin negara-negara besar.

Tidak ada rasa takut ataupun rendah diri bahwa ia seorang Presiden dari sebuah negara yang sedang berkembang. Ia selalu memesan tempat duduk maupun posisi berfoto yang paling strategis dengan pemimpin dari negara maju.

Ia bangga dengan negaranya dan membawa kebanggaan itu dalam pergaulan internasional supaya menjadi inspirasi bagi rakyatnya, bahwa kita adalah calon negara besar dan maju seperti mereka..

Bahasa tubuhnya jauh lebih besar dari fisiknya sendiri…

Seperti secangkir kopi, ia bisa berada di tempat yang paling terhormat sampai di tempat yang paling kumuh sekalipun tanpa kehilangan nilai kenikmatannya.

Ia Joko Widodo. Sebuah nama yang biasa-biasa saja dengan aura yang luar biasa.

Patutlah kita angkat secangkir kopi untuknya, dan berterima-kasih karena ia sudah menaikkan standar seorang pemimpin ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya..

Foto utama oleh widodo s yusuf/antara

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pungut Uang Saat Pandemi, Kepala Sekolah SMAN 1 Kimbana Dikritik di Facebook

    Pungut Uang Saat Pandemi, Kepala Sekolah SMAN 1 Kimbana Dikritik di Facebook

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Salah satu pemilik akun facebook atas nama Bobi mengkritik Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kimbana, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yeremias Nana di grup facebook ‘Kotak Suara’ pada Selasa, 29 September 2020 pagi. Akun Bobi mengkritisi kebijakan sekolah memungut uang dari orang tua siswa […]

  • PIPEBI Peduli Korban Badai Seroja di Desa Tuapukan & Pukdale Kab Kupang

    PIPEBI Peduli Korban Badai Seroja di Desa Tuapukan & Pukdale Kab Kupang

    • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) menggalang donasi dan memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan gula pasir kepada korban bencana Badai Seroja di Desa Tuapukan dan Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 23 April 2021. PIPEBI Peduli Bencana Alam NTT terlaksana atas […]

  • “Buah Naga Pakai Listrik” Petani Kefa Beralih dari Genset ke Listrik PLN

    “Buah Naga Pakai Listrik” Petani Kefa Beralih dari Genset ke Listrik PLN

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu, Garda Indonesia | Program Electrifying Agriculture ‘pelistrikan pertanian’ PLN di Kefamenanu menjadi dorongan bagi pelaku usaha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana banyak terdapat lumbung-lumbung bisnis yang dikerjakan oleh masyarakat maupun kelompok tani (Poktan) yang menanam dan mengolah Buah Naga dan Sayur Buncis di masa pandemi Covid-19. Pada […]

  • MK Unjuk Gigi Dinilai Selamatkan Demokrasi Indonesia

    MK Unjuk Gigi Dinilai Selamatkan Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan Partai Buruh dan Partai Gelora untuk sebagian terkait ambang batas pencalonan kepala daerah. Dalam Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 tersebut, Mahkamah juga memberikan rincian ambang batas yang harus dipenuhi partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu untuk dapat mendaftarkan pasangan calon kepala daerah (gubernur, bupati, dan wali kota). Putusan […]

  • Tarian Sabu Raijua Guncang Norwegia, Warga Oslo Turut Menari

    Tarian Sabu Raijua Guncang Norwegia, Warga Oslo Turut Menari

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Oslo-Norwegia, Garda Indonesia | Penari Sabu Raijua yang menjadi Duta Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Festival Indonesia di Norwegia; menampilkan 4 (empat) tarian pada even Wonderful Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/06/24/sabu-raijua-wakil-ntt-dalam-even-wonderful-indonesia-di-oslo-norwegia/ 14 penari Sabu Raijua menampilkan 3 (tiga) tarian pada pementasan hari pertama, […]

  • Padma Maluku Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Blok Migas Masela

    Padma Maluku Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Blok Migas Masela

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perwakilan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma – Indonesia) Provinsi Maluku meminta pemerintah pusat untuk menyiapkan tenaga kerja yang bisa dipakai pada saat blok migas Masela dan Blok Moa Selatan beroperasi. “Sebagai anak daerah Maluku, kami tegaskan hal itu agar pemerintah tidak hanya membangun wacana soal Migas, tetapi lupa […]

expand_less