Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 320
  • comment 0 komentar

Loading

Kolonel Mustafa membenarkan ada relawan yang terluka di bagian kepala saat pembubaran iring-iringan bantuan banjir. Ia menyebut insiden di lapangan melibatkan ketegangan antar pihak, dan para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

 

Aceh | Aksi pengibaran bendera simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinilai semakin masif di berbagai titik di Aceh. Situasi ini memicu razia gabungan TNI-Polri dalam rangka penertiban dan pengamanan Nataru 2025. Kodam Iskandar Muda melalui Kolonel Teuku Mustafa Kamal menyebut razia dilakukan karena ditemukan individu yang mengibarkan bendera GAM.

“Kegiatan pada Kamis malam melaksanakan razia gabungan yang dilaksanakan oleh TNI dan kepolisian dalam rangka Nataru. Kedua, razia dilakukan untuk menertibkan bendera itu,” ujar Mustafa, Jumat, 26 Desember 2025.

Ia juga mengatakan gerakan pengibaran bendera masif di semua tempat sehingga dilaksanakan razia oleh personel Polres Lhokseumawe dan dibantu oleh anggota TNI.

Mustafa membenarkan ada relawan yang terluka di bagian kepala saat pembubaran iring-iringan bantuan banjir. Ia menyebut insiden di lapangan melibatkan ketegangan antar pihak, dan para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kasus ini menuai kritik keras dari kelompok masyarakat sipil, termasuk LBH Banda Aceh. Direktur LBH, Aulianda Wafisa menilai respons TNI berlebihan dan menyinggung sikap pemerintah terkait status bencana nasional. Ia menyebut:

“Karena pemerintah enggan menetapkan (status bencana nasional), akhirnya masyarakat Aceh beramai-ramai dengan kesadaran alamiah menaikkan bendera putih itu tanda bahwa kita memang kesulitan untuk menangani permasalahan ini sendiri. Sehingga, bendera selain bendera Merah Putih selalu dianggap sebagai upaya melawan pemerintah.” ungkapnya.

LBH menegaskan dua kali pernyataan yang sama bahwa tak ada alasannya pengibaran bendera direspons dengan sikap represif. Apalagi saat ini masih dalam situasi terjadi bencana.

Sementara di Lhokseumawe, TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa turut membubarkan aksi pembawa bendera GAM di Simpang Kandang, jalan nasional Banda Aceh-Medan, Kamis, 25 Desember 2025. Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran menyatakan pembubaran dilakukan secara persuasif.

“TNI membubarkan kelompok pembawa bendera GAM yang melakukan aksi di tengah jalan. Seorang pria bawa senjata api pistol dan rencong diamankan. Gerakan mereka (pengibaran bendera) masif di semua (tempat) sehingga dilaksanakan razia oleh personel Polres Lhokseumawe dan dibantu oleh anggota TNI dan pelaku beserta barang bukti senjata berbahaya itu diserahkan oleh TNI kepada pihak kepolisian yang saat itu turut hadir di lokasi,” bebernya.

Kuasa hukum relawan, Iwan menyampaikan bahwa awal konflik bermula dari klaim kepemilikan rumah yang menjadi titik distribusi bantuan banjir, namun keluarga menolak pergi. Pihak relawan menilai kejadian ini sebagai salah paham.

Di samping itu, koordinator lapangan, Nazirul menyatakan kondisi tersebut merupakan kesalahpahaman antara pihaknya dan aparat berwajib sehingga terjadi lah cekcok sedikit di lapangan. Selain itu, memakan korban luka-luka. “Kami mengakui ini merupakan keteledoran kita bersama. Kami anggap permasalahan ini selesai,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat kebijakan publik dan Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah menilai pengibaran bendera GAM melanggar hukum dan mencederai komitmen damai. Ia menekankan bahwa perdamaian Aceh adalah hasil kesepakatan besar yang mengakhiri konflik puluhan tahun. Pengibaran simbol GAM di ruang publik bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap semangat perdamaian itu sendiri.

Trubus juga menegaskan pentingnya sensitivitas kultural aparat. “Ketika penegakan hukum dilakukan oleh figur yang juga anak Aceh, pesan yang sampai bukan represif, tetapi ajakan menjaga martabat Aceh sebagai wilayah yang telah memilih jalan damai. Langkah tegas aparat sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat tetap optimal.” tandasnya. (*)

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Josef Pinta Petugas SAR Tingkatkan Kemampuan dan Kompetensi

    Wagub Josef Pinta Petugas SAR Tingkatkan Kemampuan dan Kompetensi

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi meminta segenap petugas SAR untuk meningkatkan kemampuan fisik maupun kompetensinya. Tujuan Search And Rescue (SAR) menurut Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan adalah bukan menghilangkan kecelakaan, tetapi terutama mengurangi kefatalan dari kecelakaan. “Petugas SAR adalah manusia setengah dewa yang bertugas menyelamatkan nyawa […]

  • KSAD Tegas Jajaran Hindari Hidup Mewah, IMO-Indonesia Apresiasi

    KSAD Tegas Jajaran Hindari Hidup Mewah, IMO-Indonesia Apresiasi

    • calendar_month Sen, 13 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Yakub F Ismail mengapresiasi imbauan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman agar semua prajurit TNI menghindari gaya hidup mewah. “Apa yang dilakukan Jenderal (Dudung Abdurachman) adalah hal positif yang patut diapresiasi,” kata Yakub di Jakarta pada Senin, 13 Maret 2023. Menurut […]

  • 5 Sikap TNI & Polri Terhadap Pemilu Serentak 2019

    5 Sikap TNI & Polri Terhadap Pemilu Serentak 2019

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu Serentak Tahun 2019 telah berjalan aman, tertib, dan lancar serta damai. Kondisi ini tentunya tidak terlepas dari peran serta semua pemangku kepentingan, yaitu Peserta Pemilu, Pemerintah, Penyelenggara Pemilu, dan Aparat Keamanan (TNI/Polri) serta seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, disampaikan apresiasi dan terimakasih setinggi-tingginya […]

  • Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan salah satu kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons terhadap isu global kepunahan bahasa daerah. Pada tahun ini dua bahasa daerah ditambahkan dalam daftar bahasa yang direvitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang pada tahun sebelumnya 5 bahasa […]

  • Menteri PPPA Bintang Puspayoga Dukung Kampung Ramah Anak

    Menteri PPPA Bintang Puspayoga Dukung Kampung Ramah Anak

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Batu, Garda Indonesia | Menciptakan lingkungan yang ramah anak bisa jadi solusi bagi kasus kekerasan pada anak yang marak terjadi. Pandangan tersebut diutarakan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga usai meninjau Kampung Ramah Anak di dua lokasi berbeda, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji dan Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. “Konsep (kampung ramah anak) ini […]

  • PLN Bangun Jalan Menuju PLTP Mataloko, Pedagang Dapat Untung

    PLN Bangun Jalan Menuju PLTP Mataloko, Pedagang Dapat Untung

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Peningkatan signifikan tersebut belum pernah dirasakan masyarakat sebelumnya. Jauh sebelum PLN turun tangan, Stefanus bercerita kalau warga mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas perekonomian sehari-hari, terutama ketika menjual hasil tani, yang menjadi komoditas wilayah tersebut. Jalan becek dan berlumpur menjadi tantangan sehari-hari.   Ngada | Pembenahan akses jalan menuju titik lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi […]

expand_less