Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Berjualan Saat Covid-19, Pedagang Takjil Minta Kebijakan Pemerintah

Berjualan Saat Covid-19, Pedagang Takjil Minta Kebijakan Pemerintah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2020
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kudapan Takjil Ramadan di daerah Bonipoi, telah ada dan menjadi budaya kuliner sejak 15 tahun lalu, selalu di setiap Ramadan, bakal berjejer para pedagang yang menjajakan takjil (jajanan aneka ragam kue, kolak, dan es buah) menu berbuka puasa bagi umat Muslim di Kota Kupang. Tak ketinggalan, warga Non Muslim pun berburu aneka takjil tersebut yang digelar di trotoar Jalan Urip Sumoharjo, persis di depan Kantor Bank Mandiri.

Namun, suasana saat ini berbeda dengan Ramadan sebelumnya. Di Ramadan 1441H, dampak Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membatasi ruang gerak interaksi sosial (social distancing) dan interaksi fisik antar sesama atau physical distancing.

Terkait peraturan yang diterapkan secara nasional maupun internasional tersebut, menyebabkan kondisi berjualan para pedagang takjil Ramadan di sekitar Bonipoi tersebut dibatasi bahkan dilarang berjualan di depan Bank Mandiri Urip Sumoharjo yang terletak di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Terpisah, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore kepada Garda Indonesia, usai menerima secara simbolis bantuan APD Standar Covid-19 dari Wahana Visi Indonesia (WVI) pada Rabu, 29 April 2020 di Dinas Kesehatan Kota Kupang, mengatakan akan menggelar rapat koordinasi terkait kondisi tersebut.

“Kita sekarang mau rapat koordinasi untuk mencari jalan keluar karena bagaimana pun mereka juga perlu dibantu tetapi dengan protokol yang harus kita ikuti. Sehingga sebentar kita akan mencari solusi bersama dengan pak Kapolres, pak Dandim dan semua jajarannya. Sekarang kami mau pertemuan di ruang pak Kapolres. Imbauan diberikan setelah diadakan rapat koordinasi,” ungkapnya.

Apa alasan pedagang takjil Ramadan di Bonipoi masih tetap berjualan, meski telah diimbau bahkan dilarang oleh Satpol PP?

Ibu Ida (berkerudung hijau), Pedagang Takjil Kampung Solor saat berjualan di depan Bank Mandiri Urip Sumoharjo

Simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dengan pedagang takjil Ramadan (Ibu Astrid dan Ibu Ida) pada Rabu siang, 29 April 2020 di bawah ini:

Garda Indonesia, Saya sudah wawancara dengan Wali Kota menyangkut berjualan di tempat ini, apakah sudah ada imbauan dari pemerintah untuk tidak berjualan di sini? Kenapa memutuskan untuk masih berjualan di sini?

Ibu Astrid: Saya juga kurang tahu soalnya kakak saya masih rapat di atas, kami hanya berharap agar dapat izin karena ini satu tahun satu kali. Kami juga mencari uang untuk lebaran. Jadi mohon perhatian diizinkan untuk berjualan. Kami orang susah dan hanya berharap di bulan suci Ramadan saja. Kami berharap agar pak Wali Kota berbesar hati untuk mendengar kami rakyat miskin ini yang berjualan setahun sekali. Mohon diberi izin supaya kami semua bisa berjualan. Kalaupun tidak diizinkan, saya minta keadilan supaya semua tidak berjualan. Kalau kami di kampung Solor tidak boleh berjualan mestinya adil, baik itu yang di Airmata, Kuanino, bahkan pasar pun harus tutup kalau kami diwajibkan untuk tutup.

Garda Indonesia, Apakah semalam pihak berwajib datang kesini untuk melarang berjualan?

Ibu Astrid : Mereka melarang untuk tidak boleh berjualan!

Garda Indonesia: Apakah mereka mengatakan berjualan tetapi membuat jarak?

Ibu Astrid : Ada, kami diberi imbauan untuk atur jarak, memakai masker, sarung tangan dan menyediakan air cuci tangan. Semua itu sudah kami lakukan tetapi tetap salah. Maksudnya kami sudah lakukan semua imbauan dan aturan tersebut tetapi tetap dilarang untuk tidak berjualan.

Ibu Ida: Kenapa dari awal bulan puasa kami tidak dilarang untuk berjualan? Kami sudah terlanjur belanja untuk berjualan.

Garda Indonesia: Saya peroleh informasi bahwa pedagang melakukan pinjaman di koperasi untuk berjualan?

Ibu Ida: Iya, memang. Kami semua mengambil modal dari yang punya modal. Kalau kami disuruh tutup bagaimana dengan pengembalian modal kami.

Wawancara Garda Indonesia dengan Ketua Koordinator Pedagang Takjil Ramadan Bonipoi :

Garda Indonesia, Apakah kemarin sudah ada koordinasi dengan pihak Pemkot terkait penjualan di sini seperti apa, mungkin ada imbauan dari mereka?

Faizah Shayril: Dari Pemkot belum ada, kalau dari provinsi ada, itu dari pak Kasat Pol PP Provinsi bersama rombongan dengan Kadis Perdagangan, Pak Nasir Abdullah. Mereka datang dan bernegosiasi dengan kita di sini, warga Kampung Solor khususnya karena semua yang berdagang di sini warga Kampung Solor. Jadi ada kesepakatan. Semua yang dianjurkan oleh pemerintah sudah kami ikuti mulai dari cuci tangan, masker, kaus tangan, dan jaga jarak juga sudah kami jalankan.

Biasanya kan padat tapi ini mulai berkurang, masih terlihat padat karena satu rumah dua orang berarti dua meja karena tergantung dari mereka. Ada yang pinjam modal untuk usaha ya usaha. Jadi untuk poin yang diwacanakan oleh pemerintah kan harus stop, kita bisa stop, hari ini pun bisa, cuma apakah pemerintah bisa menjamin apa tidak?. Menjamin dalam arti ada saudara kita yang pinjam dana untuk modal dari gadai emas, gadai motor, gadai BPKB, sampai pinjam koperasi harian bahkan ada yang pinjamannya sampai 10 juta.

Koordinator Pedagang Takjil Ramadan, Faizal Sahyril (berbaju kaos kuning dan bermasker)

Apakah semua itu pemerintah bisa realisasi atau tidak?. Tadi malam kami sudah bicara dengan Kapolresta juga, kami taat akan hukum, tapi apakah pemerintah bisa maklum keadaan kami atau tidak? Jadi kalau kami warga disuruh berhenti bisa, jangankan besok, hari ini pun bisa, tapi apakah bisa datanya kita diminta hari ini selesai atau besok jangan hanya bicara bilang bisa. Hasil akhirnya tidak ada dan kalau berhenti kami cukup aman di sini karena tidak ada yang duduk makan semua bungkus bawa pulang.

Ini bukan prioritas umat muslim saja tetapi untuk semua kalangan membeli setiap tahunnya. Kami sudah 15 tahun berjualan di sini. Kalau mau ditutup, semua ditutup baik itu pedagang yang berjualan pagi, siang, maupun malam semua harus ditutup. Interaksi yang paling fatal adalah pasar karena semua bahan mentah dan bahan jadi dijual di sana. Kalau mau ditutup sekalian semua ditutup, tapi sekali lagi apakah pemerintah bisa menjamin warga Kampung Solor atau tidak?

Cuma yang penting semua itu direalisasikan dengan tuntutan kita, karena tuntutan kita tidak banyak, apa bisa melunasi hutang kita? terus keuntungan kita sehari berapa kalau disuruh berhenti, tidak sudah muluk-muluk keuntungan cukup modal saja dibayar seperti koperasi harian yang sehari 50 ribu, 30 ribu, 60 ribu yang memiliki banyak varian.

Apakah itu semua bisa dilakukan pemerintah kalau menyuruh kami berhenti?. Kalau tidak bisa diizinkan, kami satu bulan saja, apa yang pemerintah anjurkan sudah kami ikuti. Sudah 15 tahun kami berjualan di sini tidak ada pembeli yang duduk makan ataupun nongkrong, yang berbuka puasa juga tidak kecuali sebelum Taman Sonbai ini jadi. Setelah ada taman ini dari tahun kemarin setelah Pak Jeriko mulai aktif tata kota, tidak ada lagi yang duduk atau nongkrong makan di sini.

Di sini, kami semua sepakat untuk melarang jangan sampai ada kemacetan, menjaga kebersihan, jangan terlalu semerawut pokoknya kita juga membantu petugas dari kepolisian. Kita arahkan kendaraan untuk parkir di samping katedral atau sebelah kanan jalan supaya membantu pihak kepolisian agar tidak terganggu untuk mengurus kemacetan di sini.

Garda Indonesia, Apakah Pak ditunjuk oleh Satpol PP untuk mengoordinasikan pedagang takjil di sini?

Faizah Shayril : saya ditunjuk oleh Kasat Pol PP Provinsi karena mewakili dari awal. Ibu saya berjualan di sini bersama adik iparnya. Kebetulan saya ada kemarin malam sehingga ditunjuk sebagai koordinator untuk bertanggung jawab mengatur sesuai arahan bapak-bapak pemerintahan pusat, tapi kalau dari kota tadi belum kesini. Adik sepupu saya mengatakan bahwa pihak dari pemerintah kota datang lagi dengan alasan kenyamanan pejalan kaki atau penggunaan trotoar.

Garda Indonesia, Apakah mereka menegur dan melarang berjualan di sini?

Faizah Shayril : Kenapa baru tahun ini ditegur sedangkan dari tahun-tahun sebelumnya tidak dilakukan. Kami bukan bandel tapi ini berdasarkan realitas, selama 14 tahun sebelumnya kami berjualan di trotoar, di depan kantor bupati lama, di aspal, tapi kenapa kami yang harus disoroti. Itulah yang membuat kami tidak menghargai penyampaian dari pihak pemkot tadi, jadi mereka bilang akan balik. Kami berdagangan dua kali dalam satu minggu, kalau mau larang berjualan terus barang mentah yang sudah kami beli seperti minyak goreng, tepung, telur, pisang mau dibawa ke mana?

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Covid-19 Naik, Pasien Sembuh Jadi 1.254, Angka Meninggal Terus Melemah

    Kasus Covid-19 Naik, Pasien Sembuh Jadi 1.254, Angka Meninggal Terus Melemah

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif per Selasa, 28 April 2020 naik signifikan menjadi 9.511 setelah ada penambahan sebanyak 415 orang. Angka penambahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masih ada penularan di tengah masyarakat sehingga angka positif Covid-19 semakin tinggi. “Kasus positif 9.511 orang,” ungkap […]

  • Menko Perekonomian Airlangga Bicara Ekonomi Indonesia

    Menko Perekonomian Airlangga Bicara Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ada 3 (tiga) hal yang menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu pasar domestik, investasi, dan kebijakan fiskal. Selain itu, Pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat dan mengembangkan lapangan pekerjaan baru. “Kemudian juga ada program-program yang diharapkan bisa memberikan debottlenecking terhadap perekonomian nasional. Mulai dari logistik, perizinan, sampai tahap operasionalisasi pada […]

  • Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Cinta Laura Kiehl aktris Indonesia berusia 25 Tahun, didaulat sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), di Jakarta pada Senin, 29 Juli 2019. Terpilihnya Cinta Laura Kiehl sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak karena dinilai sebagai pribadi muda yang […]

  • BNPB Dorong Pemda NTT Integrasi Penanggulangan Bencana ke RPJMD

    BNPB Dorong Pemda NTT Integrasi Penanggulangan Bencana ke RPJMD

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 1Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan ketangguhan bencana guna mewujudkan ketahanan berkelanjutan atau sustainable resilience. Komitmen tersebut selaras dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana, melalui bimbingan teknis pemaduan penanggulangan bencana ke dalam RPJMD pada Senin, 27 Mei 2024 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara […]

  • Gibran Tekankan Evakuasi & Relokasi Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

    Gibran Tekankan Evakuasi & Relokasi Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Wapres Gibran pun berpesan harus dilakukan perencanaan yang matang melalui survei lapangan dalam menentukan lokasi relokasi yang akan dibangun untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.   Larantuka | Warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur bersukacita atas kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada Kamis siang, 14 November 2024. Tampak ekspresi […]

  • Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengapresiasi tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung RI). “Tingginya tingkat kepercayaan publik atas kinerja Kejagung membuktikan keseriusan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam menahkodai lembaga tersebut,” kata Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail pada Jumat,19 April 2024. Yakub juga menilai banyak deretan prestasi yang telah […]

expand_less