Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BMKG: Cuaca Dingin Juli Tak Terkait Fenomena Aphelion

BMKG: Cuaca Dingin Juli Tak Terkait Fenomena Aphelion

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Isu Fenomena Aphelion beredar santer di pesan grup WhatsApp dan ke berbagai platform media sosial. Ini pesan tersebut, “Mulai besok jam 05.27, kita akan mengalami Fenomena Aphelion, di mana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari. Kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, tapi kita bisa merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus. Kita akan mengalami cuaca yg dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak meriang flu, batuk sesak nafas dll. Oleh karena itu mari kita semua tingkatkan imun dengan banyak meminum vitamin atau suplemen agar imun kita kuat. Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan-Nya.”

Fenomena Aphelion di Indonesia belakangan membuat geger masyarakat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) mencatat bahwa hebohnya isu fenomena Aphelion tersebar dengan sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat. Masyarakat dihebohkan dengan isu cuaca dingin yang terjadi belakangan di Indonesia karena fenomena Aphelion. Di mana yang beredar, Aphelion terjadi diakibatkan karena jarak bumi dengan matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi

BMKG menjelaskan, bahwa sebenarnya fenomena Aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.  Sementara kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena Aphelion.

“Saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi,” terang Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG pada Sabtu, 8 Juli 2023 seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Fenomena suhu udara dingin, urai BMKG, sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau pada Juli—September. Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

Pada Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.

“Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer,” ungkap BMKG.

Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari.

“Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.” tandas BMKG.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur 2 NTT: “Jadilah MTQ yang 100 persen NTT dan Islam“

    Gubernur 2 NTT: “Jadilah MTQ yang 100 persen NTT dan Islam“

    • calendar_month Rab, 3 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-“Saudara/i berhasil bukan hanya karena dapatkan juara, tapi terutama ketika mampu menggunakan nilai-nilai spiritual Al-Quran dalam hidup harian. Terapkan prinsip luhur Lakum Dinukum Waliyadiin (Bagimu agamamu, bagiku agamaku) dalam hidup persaudaraan harmonis dengan sesama yang lain, ” ujar Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi, saat menerima Perwakilan Kontingen MTQ Nasional asal NTT dan Pengurus […]

  • Kredit Kendaraan Tanpa DP di Bank NTT, Bunga Kredit 0,4 Persen

    Kredit Kendaraan Tanpa DP di Bank NTT, Bunga Kredit 0,4 Persen

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bank NTT meluncurkan skim kredit kendaraan bermotor (KKB) pada Minggu petang, 29 Mei 2022 di atrium Lippo Plaza Kupang. Menarik dari jenis kredit ini, yakni nasabah dipersilahkan memilih kendaraan bermotor apa saja, baik itu roda dua, empat maupun alat pertanian tanpa uang muka. Tak hanya itu, Bank NTT juga memberikan bunga […]

  • Dorong Peran Serta, IMO-Indonesia Sodor Surat ke Dirjen Polpum Kemendagri RI

    Dorong Peran Serta, IMO-Indonesia Sodor Surat ke Dirjen Polpum Kemendagri RI

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Seiring bertumbuh dengan eksistensinya pada industri media online di tanah air, sejak berdiri pada tahun 2017, kini; Ikatan Media Online (IMO) Indonesia telah memiliki 20 DPW dengan 300-an anggota yang tersebar di seluruh nusantara. Maka, untuk lebih mengembangkan organisasi serta mendapat pembinaan, pada Rabu, 23 September 2020, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub […]

  • CSR Astra–14 Guru Muda bagi Pendidikan di NTT, Wagub Josef Apresiasi

    CSR Astra–14 Guru Muda bagi Pendidikan di NTT, Wagub Josef Apresiasi

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengapresiasi kepedulian PT Astra Internasional yang manfatkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di NTT, Provinsi Kepulauan yang memiliki 1.192 pulau besar dan kecil. Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya agar semakin banyak perusahaan terlibat […]

  • Armada Udara & Laut BNPB Dukung Wisata Aman Bencana di Labuan Bajo

    Armada Udara & Laut BNPB Dukung Wisata Aman Bencana di Labuan Bajo

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung program Wisata Aman Bencana Labuan Bajo dengan armada udara dan laut berupa 1 (satu) unit helikopter dan 1 (satu) kapal cepat Sea Rider yang ditempatkan di Labuan Bajo. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, bantuan tersebut merupakan perhatian Pemerintah Pusat atas kelancaran dan keamanan wisata […]

  • Wabup Belu Resmikan Gedung Sanika Satyawada, Kapolres: Terima Kasih BRI

    Wabup Belu Resmikan Gedung Sanika Satyawada, Kapolres: Terima Kasih BRI

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Kapolres Belu, AKBP. Khairul Saleh, S.H.,S.I.K.,M.Si. dan Kepala BRI Cabang Atambua, Wayan Agus Supartha meresmikan Gedung Sanika Satyawada di Markas Komando Polres Belu pada Selasa, 6 Juni 2021. Peresmian Gedung Sanika Satyawada ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan Berita Acara Serah Terima Bantuan oleh […]

expand_less