Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » BPS: “Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT 2017 Turun 6,98 persen“

BPS: “Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT 2017 Turun 6,98 persen“

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 3 Sep 2018
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merupakan indikator komposit/gabungan yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu: Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga-Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy).

Adapun metodologi penghitungan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menggunakan 4 sumber data, yaitu : (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub, dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam. Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60–80), dan “buruk” (indeks < 60).

Perkembangan IDI NTT Periode 2009-2017 berada pada kategori sedang dengan kisaran 71,64 poin sejak tahun 2009 hingga Tahun 2015, Namun meningkat 82,49 poin di tahun 2016; bahkan Pemprov NTT pernah mendapat Penghargaan dari Kemenkopulhakam sebagai Provinsi dengan Kategori IDI Baik.

“NTT di Tahun 2016 masuk Kategori Terbaik diatas 82,49 dan peroleh penghargaan, saya juga ikut menerima Penghargaan dari Kemenkopulhakam, “ jelas Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) NTT, Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si saat Konferensi Pers bersama wartawan cetak, elektronik dan Online; Senin/3 Agustus 2018 Pukul 12.00 wita di Ruang Tele Konferensi BPS NTT.

Namun IDI NTT tahun 2017 mengalami penurunan 6,98 persen dan hanya mencapai 75,51 poin.

“Indeks Demokrasi tergantung peristiwa dan suasana demokrasi di daerah. Tahun ini kita tidak peroleh penghargaan. Perlu kita kaji dan kawal terhadap aspek penurunan Indeks Demokrasi,“ ungkap Maritje

Lebih lanjut, Maritje, menambahkan tentang 3 (tiga) aspek demokrasi yang mempengaruhi perubahan angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT 2016/2017 yakni:

Pertama, Indeks Kebebasan Sipil pada 2017 sebesar 79,69 turun 16,56 poin dibanding 2016 dan masuk kategori sedang (variabel kebebasan berkumpul & berserikat turun 87,50 poin, kebebasan berpendapat turun 50 poin, kebebasan dari diskriminasi turun 22,15 poin);

Kedua, Indeks Hak-Hak Politik tahun 2017 sebesar 69,75 turun 11,93 poin dibanding 2016 dan masuk kategori sedang, (variabel hak memilih & dipilih turun 0,49 poin, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan Pengawasan Pemerintahan turun 23,37 poin); dan

Ketiga, Lembaga-lembaga Demokrasi naik 12,98 poin (variabel Peran DPR naik 23,30 poin, peran partai politik naik 66,69 poin, peran birokrasi pemerintah daerah turun 21,14 poin). (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih Wawasan Internasional Melalui Diplomatic Tour 2018

    Raih Wawasan Internasional Melalui Diplomatic Tour 2018

    • calendar_month Ming, 22 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua,gardaindonesia.id – Masih dalam rangka kegiatan Diplomatic Tour 2018, para peserta yang terdiri dari Duta Besar dan Organisasi Internasional diajak meninjau langsung kondisi perempuan dan anak yang ada di Kota Sorong. Kegiatan dimulai sejak pagi hari, mereka mengunjungi 3 lokasi berbeda, yakni SD Inpres 09 Perumnas, Kota Sorong, SMPN 1 Model Kota Sorong, dan Unit […]

  • Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tahan Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tahan Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kuasa Hukum para korban perusakan enam rumah di Dusun Kimbana B, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Silvester Nahak, SH meminta secara tegas kepada pihak kepolisian untuk segera menahan para pelaku. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2020/01/03/enam-rumah-di-belu-hancur-diserang-massa-wartawan-diancam/ “Jangan kita berdalih bahwa ini massa, karena massa itu kumpulan […]

  • Anak Yatim Piatu Sumba Timur Gapai Kasih Natal 2025 dari PLN

    Anak Yatim Piatu Sumba Timur Gapai Kasih Natal 2025 dari PLN

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Loading

    Nike, pengasuh dari Panti Asuhan Kristen Prailiu, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan PLN.   Sumba Timur | Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, semangat kepedulian menyelimuti insan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba bersama unit kerja lainnya (PLN UP2K Sumba, ULPL Waingapu, dan ULP Sumba Timur) dalam kegiatan […]

  • Tinjau ‘Yogyakarta International Airport’, Presiden Jokowi Apresiasi Cara Kerjanya

    Tinjau ‘Yogyakarta International Airport’, Presiden Jokowi Apresiasi Cara Kerjanya

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, pada Jumat, 31 Januari 2020. Selain detail pekerjaan yang dinilainya bagus, Presiden juga mengapresiasi kecepatan pembangunan bandara tersebut. “Ya ini pekerjaan besar yang diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, kurang lebih 20 bulan, bangunan, […]

  • TEKAD Visi Menuju ‘Green Economy’

    TEKAD Visi Menuju ‘Green Economy’

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa, Tenaga Ahli Kelembagaan TEKAD Nasional Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) merupakan program pertanian terpadu yang memfokuskan kegiatan pada masyarakat pedesaan. Tahun 2022 merupakan tahun kedua TEKAD berkiprah dalam program pemberdayaan di bumi Flobamora. Peran kemasyarakatan yang diemban belum banyak didengar. Namun landasan program untuk menggerakkan masyarakat ke arah transformasi ekonomi patut […]

  • Krisis Air Bersih di TTS, Masyarakat Minta Pemdes Sediakan Sumur Bor

    Krisis Air Bersih di TTS, Masyarakat Minta Pemdes Sediakan Sumur Bor

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Oelet-TTS, Garda Indonesia | Pemenuhan kebutuhan air bersih saat ini menjadi prioritas utama masyarakat, terutama yang jauh dari sumber mata air. Banyak masyarakat yang harus rela membeli air minum untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu tempat yang saat ini kesusahan dalam mendapatkan air bersih berada di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah […]

expand_less