Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » B’Pung Petani Bank NTT Punya Data Valid Pacu Pertumbuhan Ekonomi

B’Pung Petani Bank NTT Punya Data Valid Pacu Pertumbuhan Ekonomi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Pada Senin petang, 19 September 2022, TVRI Stasiun Kupang menghelat acara Katong Baomong bertema “Antisipasi Ancaman Krisis Pangan”. Acara yang dipandu John Hayon itu menghadirkan sejumlah pembicara kawakan seperti mantan Rektor Undana Kupang, Prof  Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, PH.d, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura NTT, Lecky Frederich Koli, serta peneliti BPIN Dr. Tonny Basuki.

Saat itu, berbagai argumentasi diberi, bagaimana strategi pemerintah dan sektor perbankan mempersiapkan diri serta memproteksi masyarakat dari ancaman krisis pangan dan energi yang diistilahkan sebagai tsunami yang hening atau silent tsunami.

Lecky Koli menegaskan bahwa berkaca pada kondisi dunia hari ini, maka pilihan kita tidak banyak yakni ketika kita tidak menanam maka kita tidak mungkin panen.

“Karena itu satu-satunya cara yakni semua kita masing-masing menuju lahan kita, untuk memanfaatkan  musim hujan ini. Terutama kelompok-kelompok keluarga miskin, agar mereka pun bisa mampu memiliki akses ketersediaan pangan,” ujar Lecky menambahkan memang pemerintah pusat sudah menyiapkan sabuk pengaman dengan beberapa bantuan sosial, namun tidak berarti semua berpangku tangan. Sehingga pihaknya mengajukan produk-produk unggulan seperti padi, jagung, sorgum, dan kelor.

“Benih sudah kita siapkan sedangkan pupuk subsidi memang ada keterbatasan tetapi dengan skema-skema pembiayaan ekosistem pertanian, kita menggunakan pupuk non-subsidi. Yang secara ekonomi bisa dijangkau yang langsung dibiayai oleh teman-teman Bank NTT. Off taker-nya sudah kita siapkan,” tambah dia.

Tak hanya itu, Dr. Tony Basuki sebagai peneliti mereka menemukan bahwa jagung adalah track yang benar karena hampir 80 persen petani di NTT menanam jagung.

“Cocok dengan apa yang didengungkan Pak Gub. Dalam TJPS ada banyak perubahan inovasi yang kita bisa lihat dari pelaksanaannya. Padi, luas tanamnya adalah 214.000 hektar sedangkan luas bahan bakunya, 155.000 hektar,” tegas Tonny menambahkan apa yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi (TJPS) adalah sesuatu yang benar.

Lalu sorgum, presiden menggaungkan komoditas ini. Salah satu lahan harapannya NTT. Sementara Kelor, berpuluh tahun, kelor adalah food security bagi masyarakat NTT sehingga dia menjadi harapan baru namun syaratnya hilirnya harus diperbaiki.

Dirut Alex Beber Peran Besar Bank NTT dalam B’Pung Petani

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan bahwa krisis pangan ini bukan baru pertama kali di  dunia dan Indonesia oleh karena itu guna menyikapi krisis pangan tentu kita berangkat dari bagaimana membangun ketahanan pangan di NTT.

“Bahwa memang untuk komoditi tertentu, beras, saat ini Indonesia dalam posisi  swasembada namun dalam keseharian dalam keperluan pangan, orang tidak hanya makan beras. Ada komoditi lainnya. Tentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan ,” jelasnya.

Krisis terjadi ketika permintaan pasar tinggi, sedangkan ketersediaan sedikit. Sehingga inflasi terjadi. Cabai rata-rata didatangkan dari Jawa, Bali, dan NTB ke NTT. Karena itu langkah cepat yang harus dilakukan yakni memastikan ketahanan pangan. Didukung aspek keterjangkauan distribusi pangan

“Inilah yang menyebabkan inflasi menjadi tinggi. Oleh karena itu Bank NTT sebagai agen of development harus ada di seluruh aspek ini. Bagaimana mendukung pemerintah dalam ketersediaan pangan. Oleh karena itu dalam ekosistem pembiayaan baik dalam komoditi jagung dan sebagainya. Kita mendesain skim dengan me-reenginering dan me-refocusing serta merevitalisasi unit kerja kita sehingga antara skim produk dan unit kerja kita itu ada keselarasan untuk memberikan akses yang mudah, murah dan cepat,” tambah Alex lagi.

Dia optimis jika berkolaborasi dengan semua sumber daya yang ada, dengan pola multihelix yakni melibatkan semua seperti akademisi, asuransi, perbankan, lembaga penjaminan, dan sebagainya, bahkan pihak-pihak lainnya yang mempunyai stimulus kebijakan dalam ekosistem akan mampu memberikan daya dorong yang kuat untuk membangun dan mengakselerasi ketahanan pangan berbasis komoditi unggulan di NTT.

Alex pun menjelaskan alasan hadirnya aplikasi B’Pung Petani. Pihaknya mengidentifikasi bahwa krisis terjadi ketika ketiadaan akses sehingga dibuatlah aplikasi B’Pung Petani untuk nantinya tenaga-tenaga PPL Pertanian meng-input data setelah diverifikasi by name by address, lahan yang digarap, kemudian varian yang ditanam.

“Dengan data yang valid itu pada akhirnya dapat memacu dan memicu produktivitas yang juga pada manfaat ekonomisnya mendekatkan masyarakat untuk memiliki daya beli yang kuat. Sehingga dengan mengonsumsi bahan-bahan pangan lokal yang bergizi dan tidak kalah dari bahan-bahan atau keutuhan pangan dari luar. Dengan aplikasi ini bisa memberikan informasi-informasi  kepada pemerintah bagaimana mengendalikan inflasi. Serta kita bisa identifikasi daerah mana yang over produksi dan mana yang devisit,” tambahnya.

Jika tak ada hambatan maka pada Selasa, 20 September akan dilakukannya evaluasi terhadap aplikasi ini. Alex merinci keuntungan dari aplikasi ini yakni  untuk mendekatkan akses pada sumber-sumber pangan dan mulai untuk mengedukasi bagaimana mengubah pola konsumsi.

“Konsumsi pada kekuatan tanaman pangan lokal, karena itu aplikasi ini akan memberikan informasi yang sangat penting dan strategis tidak saja dari pemerintah untuk mendesain program ketahanan pangan tetapi dari pemerintah bagaimana menggarap sektor-sektor pendidikan dan kesehatan untuk berkampanye mengenai kekayaan potensi pangan lokal yang ada,” ungkapnya.

Prof . Fred Benu saat itu menegaskan, pihaknya sepakat dengan sikap Pemprov NTT saat ini untuk menyiapkan ketahanan pangan. Dengan berkonsentrasi pada empat komoditi unggulan.

Dia merinci NTT sangat kaya karena memiliki 57 jenis sumber karbohidrat, 55 jenis aneka sumber lemak dan minyak, 26 jenis aneka kacang-kacangan, 273 jenis buah-buahan, 178 jenis aneka sayuran, 94 jenis rempah bumbu, 32 jenis bahan minuman.

“Ini semua kita belum optimalkan. Karena itu saya setuju dengan pikiran bahwa harus disiapkan dari hulu sampai hilirnya. Karena itu kita harus mendukung program pemerintah yakni diversifikasi pangan. Dan tentu sesuai dengan program Bank NTT,” tegas Fred.

Diakui bahwa memang ada banyak negara mengalami krisis pangan dan energi, dan kita belum bisa memprediksi Indonesia. Namun sejatinya apa yang dilaksanakan pemerintah provinsi saat ini benar, untuk ketahanan pangan. (*)

Sumber (*/boy/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2022 & 2024, Bank NTT Raih TOP BUMD Awards

    Tahun 2022 & 2024, Bank NTT Raih TOP BUMD Awards

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 2Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Acara puncak penyerahan penghargaan TOP BUMD Awards 2024 bertema “ Penguatan tata kelola dalam membangun kinerja bisnis dan layanan BUMD” dilaksanakan di Jakarta pada Rabu, 20 Maret 2024. Dua tahun sebelumnya, Bank NTT meraih penghargaan sebagai Top BUMD Awards 2022 BPD, Bintang 4. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Top […]

  • Beredar dan Viral Video Simulasi Vaksinasi Covid-19 di NTT, Ini Klarifikasinya

    Beredar dan Viral Video Simulasi Vaksinasi Covid-19 di NTT, Ini Klarifikasinya

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebuah cuplikan video tentang simulasi Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Rabu pagi, 13 Januari 2021; beredar luas dan viral di dunia maya, telah diedit dan dipelesetkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Video berdurasi 3 menit 49 detik tersebut diunggah secara langsung atau live […]

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5%, PSI Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5%, PSI Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menanggapi konferensi pers Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 yang akan melampaui 5,5% (year on year), PSI mengingatkan bahwa pertumbuhan itu masih dibarengi tingkat inflasi yang 5,71% (year on year). Andre Vincent Wenas, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia bidang ekonomi menekankan bahwa memang riil-nya masih minus […]

  • Pastikan Desa Kotolin TTS Diterangi Listrik, Gubernur VBL Kontak GM PLN NTT

    Pastikan Desa Kotolin TTS Diterangi Listrik, Gubernur VBL Kontak GM PLN NTT

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Ada hal menarik saat Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pada Jumat, 24 September 2021 bertempat di aula serba guna Efata Soe, VBL didaulat untuk membawakan materi dengan tema “Aplikasi Iman Dalam Berbangsa dan Bernegara.” Setelah membawakan materi, para jemaat yang […]

  • HUT ke-74 RI; Camat Tasifeto Barat Lepas 40 Regu Lomba Gerak Jalan Tingkat SD

    HUT ke-74 RI; Camat Tasifeto Barat Lepas 40 Regu Lomba Gerak Jalan Tingkat SD

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-Belu, Garda Indonesia | Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 RI, sebanyak 40 regu ikut lomba gerak jalan tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tasifeto Barat di Sukabitetek, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Dilepas oleh Camat Tasifeto Barat, Yohanes Seran pada Selasa, 12 Agustus 2019, Para peserta gerak jalan yang terdiri dari regu putra […]

  • Jika Ada Pabrik Semen di Matim, VBL : Matim Akan Bertumbuh Luar Biasa!

    Jika Ada Pabrik Semen di Matim, VBL : Matim Akan Bertumbuh Luar Biasa!

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Matim-NTT, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerja (Kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di daratan Flores khususnya di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ada pernyataan yang menarik. “Kita juga bersyukur dengan pembangunan di Matim, walaupun kita tahu bahwa ada polemik terhadap pembangunan pabrik semen,” tandas Gubernur VBL saat tatap muka bersama masyarakat di Kelurahan Pota […]

expand_less