Bursa Efek Indonesia Hadir di Kampus STIPER Flores
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar

![]()
Berdasarkan data OJK dan BEI hingga posisi Desember 2025, tercatat sebanyak 143.000 Single Investor Identification (SID) berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, meningkat 39,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bajawa | Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ngada meresmikan Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kampus Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores, Bajawa, Kamis, 5 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital, khususnya di kalangan generasi muda dan civitas academica.
Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata menyampaikan bahwa keberadaan Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, literasi, dan informasi pasar modal di daerah.
“Galeri investasi diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan,” beber Yan Jimmy Hendrix.
Melalui peresmian galeri investasi ini, sinergi yang telah terjalin antara OJK, Pemerintah Daerah, BEI, pelaku industri jasa keuangan, dan institusi pendidikan diharapkan semakin kuat dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Peresmian galeri BEI di Kampus STIPER Flores tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Ngada Raymundus Bena, perwakilan Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili oleh Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Alexander B. Koroh, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi NTT Adevi Sabath Sofani, serta Branch Representative PT Phintraco Sekuritas Kupang, Imadudin Abdul Rochim.
Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan apresiasi atas peresmian Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, otoritas, pelaku industri jasa keuangan, dan institusi pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran galeri investasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat akses keuangan di daerah sekaligus memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai calon investor muda.
Berdasarkan data OJK dan BEI hingga posisi Desember 2025, tercatat sebanyak 143.000 Single Investor Identification (SID) berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, meningkat 39,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan diresmikannya Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores, jumlah galeri investasi yang beroperasi di Provinsi NTT kini mencapai 21 galeri yang tersebar di lima kabupaten/kota dan berada di lingkungan pendidikan.
Kehadiran Galeri Investasi Digital BEI di Kabupaten Ngada diharapkan dapat menjadi pusat edukasi, literasi, dan informasi pasar modal bagi masyarakat di wilayah tersebut dan sekitarnya, sekaligus mendukung pembentukan karakter investor muda yang menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, etika, dan pelindungan konsumen.
Ke depan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat kolaborasi dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Humas OJK NTT











Saat ini belum ada komentar