CIRMA Bangun 65 Kakus Sehat di Desa Kabuna Perbatasan Indonesia-Timor Leste
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 75
- comment 0 komentar

![]()
Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar, Senin, 12 Januari 2026, mengungkapkan para warga Desa Kabuna tersebut dengan kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka tidak bisa membangun kakus yang sehat.
Belu | Warga prasejahtera di perbatasan Indonesia – Timor Leste beruntung mendapat perhatian dari Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA). Warga yang selama puluhan tahun ini dengan segala keterbatasannya tak memiliki kakus atau water closet (WC) sehat. Mereka memakai seng, triplek, terpal bekas atau perlengkapan seadanya untuk membangun WC tempat sekeluarga membuang air besar dan kecil.
Mereka merupakan warga prasejahtera dari Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah domisili mereka berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kabuna diikenal sebagai daerah pertanian serta memiliki potensi tenunan tradisional, yang kini menghadapi tantangan alih fungsi lahan.
Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar, Senin, 12 Januari 2026, mengungkapkan para warga Desa Kabuna tersebut dengan kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka tidak bisa membangun kakus yang sehat. “Puluhan tahun, mereka hidup dengan lingkungan tidak sehat. Ini merupakan gerakan bersama membangun WC sehat didorong demi mengangkat martabat mereka,” ujarnya.
Ditekankan John Ladjar, masih banyak warga yang buang air besar sembarangan, tidak memiliki kakus sehat karena alasan ekonomi, maka pembangunan WC sehat telah dilakukan CIRMA beberapa tahun terakhir
“Totalnya sekitar 350 WC sehat telah dibangun dan bisa digunakan sekitar 500 keluarga,” ungkapnya sembari mengatakan, pembangunan WC sehat untuk warga Desa Kabuna akan berlangsung pada Januari – Agustus 2026 dan bentuknya akan sama persis dengan bantuan kepada warga Kabupaten Kupang, hasil dukungan dari CELAVIP CHILE.

Kondisi WC darurat warga Desa Kabuna penerima bantuan WC Sehat CIRMA. Foto : tim CIRMA
Menilik kondisi tersebut, maka pada Sabtu, 10 Januari 2026, sebanyak 65 keluarga prasejahtera Desa Kabuna, menerima bantuan kakus sehat. Penyerahan seremonial water closet kepada warga penerima bantuan itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves.
Kepada awak media, Wabup Belu menyatakan pemberian bantuan kakus sehat ini merupakan bagian dari kerja kolaborasi memajukan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, akibat pengurangan transfer pusat ke daerah yang mengurangi belanja pembangunan.
“Belu sangat bergantung pada anggaran pusat,” bebernya.
Sementara, Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph menyampaikan komitmen mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dibeberkannya, dari 1.330 kepala keluarga, data keluarga miskin ekstrem desil 1- 2 terdapat 720 KK miskin. Sementara, warga desa yang berprofesi sebagai petani, namun tidak memiliki lahan pertanian sebanyak 1.000 KK.
- Penulis: Roni Banase











Saat ini belum ada komentar