Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » CSR 100 Juta Bank NTT bagi SLB Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa

CSR 100 Juta Bank NTT bagi SLB Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Mar 2023
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Ruteng, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT BPD NTT) menyerahkan tanda cintanya berupa dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta kepada dua lembaga di Ruteng, Kabupaten Manggarai, yakni SLB Karya Murni Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose pada Jumat, 3 Maret 2023. Masing-masing lembaga menerima dana sebesar Rp50 juta.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyerahkan melalui Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit, selanjutnya Bupati Hery meneruskannya kepada Yayasan Karya Murni yang diterima oleh Suster Christine Pasaribu, KSSY, mewakili Ketua Yayasan dan Ketua Yayasan Karya Bakti Panti Renceng Mose, Bruder Honorius Suyadi.

Turut hadir menyaksikan penyerahan itu, demikian dilansir TribunFlores.com, Dirut PT Fortress Data Services (FDS), Sutjahyo Budiman, Direktur Utama PT Sarana Pactindo (PAC), Ryan Sumadihardja bersama jajaran. Hadir juga sejumlah pimpinan BDD dari BPD Group bersama jajaran dan undangan lainya.

Masih di kesempatan yang sama, FDS bersama PAC ikut memberikan sumbangan sebesar Rp10 juta untuk SLB Karya Murni dan Rp10 juta untuk Rumah ODGJ Renceng Mose. Sementara pihak Bank Kalsel pun memberikan masing-masing Rp5 juta untuk kedua lembaga. Bank Bali pun memberikan sumbangan dengan nilai yang sama, namun dalam bentuk barang.

Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho memberikan apresiasi kepada Yayasan Karya Murni dan Panti Renceng Mose yang mempunyai kemampuan hebat mendidik dan merawat orang-orang difabel. “Mudah-mudahan pembelajaran kita hari ini dapat menguatkan motivasi di tempat masing-masing kita untuk berbuat baik untuk Tuhan, sesama dan kita masing-masing,” ujarnya menambahkan bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang mempunyai keterbatasan dan juga memberikan dukungan untuk Yayasan Karya Murni dan juga Panti Renceng Mose.

Sementara dalam pesan pribadi yang dikirimkannya melalui berbagai grup diskusi, Dirut Alex mengungkapkan “Hari ini kami berada dan belajar bersama anak-anak hebat di SLB Karya Murni Ruteng, bertemu dengan Suster-suster, Bruder, Guru-guru dan semua orang pilihan Tuhan yang dihadirkan di SLB ini dan di Panti Renceng Mose guna merawat, menyehatkan, membangkitkan, mendidik dan mengajarkan hak hidup yang sama tanpa perbedaan (disabilitas ) namun dengan perlakuan, hak yang sama (difability), kami belajar tentang spirit hidup, optimisme, daya tahan dan daya juang yang hebat dari semua anak-anak hebat di SLB ini dan saudara-saudara kita di Panti Jiwa Renceng Mose,”tulisnya.

Sambutan hangat datang dari kedua lembaga yang menerima tanda cinta dari Bank NTT ini. Yakni Suster Christine Pasaribu saat itu menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai, BPD NTT, FDS/PAC dan pihak lainya yang telah membantu Yayasan lebih khusus lagi  anak-anak SLB.

Diakui, di sinilah rumah tempat mereka berkarya melayani anak-anak. “Ini visi misi kami, hormatilah kehidupan karena mereka adalah gambaran Allah yang sama sederajat dengan kita yang diangkat harkat martabatnya,” ujarnya masih dilansir TribunFlores.com.

Hal yang sama disampaikan Ketua Yayasan Karya Bakti Panti Renceng Mose, Bruder Honorius Suyadi. Dia berterima kasih kepada semua, terutama Bupati Manggarai, Bank NTT serta semua yang sudah terlibat mencurahkan perhatian pada kedua lembaga. “Harapan kami selama ini sudah diterima. Selama ini Bank NTT sudah beberapa kali hadir untuk membantu dan melihat secara langsung apa yang kami lakukan di Renceng Mose,”ujarnya.

Adapun Renceng Mose ditempati oleh orang-orang gangguan jiwa yang dirawat dari seluruh daratan Flores. Tentu selain dukungan doa, juga Panti Renceng Mose juga membutuhkan obat untuk perawatan demi kesembuhan para ODGJ.

Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit, dalam sambutannya tidak saja meminta maaf atas kurangnya perhatian pemerintah, melainkan ikut mendorong agar ke depan semakin banyak pihak yang ikut peduli dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak difabel atau pun ODGJ. (*)

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusak Sejak Januari 2019, Jembatan di Neobunu-TTS Belum Diperbaiki

    Rusak Sejak Januari 2019, Jembatan di Neobunu-TTS Belum Diperbaiki

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Jembatan Noebunu yang menghubungkan Desa Oelet dan Desa Oe’ekam di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, ambruk pada Januari 2019 lalu, namun sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut. Pemerintah mengantisipasi kerusakan tersebut dengan memasang 4 (empat) besi baja […]

  • Hati-hati! Akun Facebook Anda Diretas Jadi Penipuan Hadiah IPhone dari JNE

    Hati-hati! Akun Facebook Anda Diretas Jadi Penipuan Hadiah IPhone dari JNE

    • calendar_month Rab, 19 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Puji syukur saya bisa mendapat hadiah berupa iPhone XS Max 256 GB hanya dengan membayar Rp.800.000 sebagai pajak hadiah dari Event JNE bagi smartphone. Awalnya saya lihat banyak teman-teman di facebook yang suda dapat jadi saya coba untuk ikutan event nya dan Alhamdulillah saya tidak sangka sekali, tadi pagi kurir JNE […]

  • Sidang Etik Mantan Kapolres Ngada, Pelanggar Ajukan Banding

    Sidang Etik Mantan Kapolres Ngada, Pelanggar Ajukan Banding

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kasus AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja mendapat pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Kompolnas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian Sosial, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI); untuk memastikan jalannya proses sesuai dengan prosedur.   Jakarta | Divisi Propam Polri, pada Senin 17 Maret 2025, telah menyelesaikan sidang kode etik profesi Polri terhadap AKBP […]

  • Bupati Malaka Lecehkan Profesi Wartawan, PADMA : Itu Ancaman Kemerdekaan Pers

    Bupati Malaka Lecehkan Profesi Wartawan, PADMA : Itu Ancaman Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa menyebut kekerasan atau pelecehan terhadap jurnalis seringkali terjadi akibat rasa tidak suka atas pemberitaan media dengan alasan yang beragam. Pernyataan Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel […]

  • PLTGU Tambak Lorok 779 MW Pakai Teknologi Canggih Ramah Lingkungan

    PLTGU Tambak Lorok 779 MW Pakai Teknologi Canggih Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang | PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power meresmikan pengoperasian pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 yang berkapasitas 779 Megawatt (MW) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat, 30 Agustus 2024. PLTGU bertipe combined cycle single shaft yang terbesar di Indonesia ini memiliki teknologi paling baru dan canggih sehingga […]

  • Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode ini dipakai oleh BPS sejak tahun 1998 agar hasil […]

expand_less