Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dalil Jumlah Murid, Kepsek SDN Aen’ut Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

Dalil Jumlah Murid, Kepsek SDN Aen’ut Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

T.T.S-NTT, Garda Indonesia | “Jadi, begini. Jumlah murid kami hanya 40-an orang. Terus, guru PNS ada 6 orang. Jadi, waktu  rapat, saya bilang biar ibu dong tidak dapat jam, ibu dong tetap masuk dapodik, tetap saya layani segala surat – surat yang dibutuhkan. Saya omong begitu, mereka setuju. Terus, mereka lapor saya di kabid dan kadis,” ungkap oknum kepala sekolah Veronika Sanam kepada Garda Indonesia via sambungan telepon pada Kamis malam, 4 Februari 2021.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Aen’ut, Veronika Sanam yang dikonfirmasi via sambungan telepon seluler tidak mau melayani semua pertanyaan Garda Indonesia. Suaranya terdengar gugup, gemetar dan tak terarah. Handphone oknum kepala sekolah itu pun langsung nonaktif sesaat kemudian, sebelum percakapan berakhir.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/02/04/kepsek-sdn-aenut-tts-diduga-sepihak-nonaktifkan-tiga-guru-honorer/

Ia pun mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima tiga orang guru PNS yang melamar ke SDN Aen’ut, Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketiga guru honorer itu, alas oknum kepala sekolah, tidak diberhentikan dengan tetap tidak bisa digaji karena jumlah Dana BOS hanya Rp. 11.000.000 (sebelas juta rupiah). Jam mengajar di sekolahnya itu pun tidak cukup lantaran jumlah murid sedikit dengan setiap ruang kelas hanya 6—7 orang.

Meskipun demikian, sambung oknum Veronika Sanam, ketiga orang guru tersebut dipinta untuk tidak pergi ke sekolah lagi. Namun, jikalau ada urusan yang membutuhkan bantuannya, ia siap melayani. “Saya suruh mereka untuk cari sekolah lain, hanya mereka yang tidak mau. Murid hanya 40-an, guru sampai 14, mau buat bagaimana? Guru honor 7 orang, PNS 6 orang,” urai Sanam.

Pihaknya juga, hingga 4 Februari 2021 belum menerbitkan SK pemberhentian kepada ketiga orang guru honorer itu, dan masih terdaftar sebagai staf guru di SDN Aen’ut. SK pemberhentian akan diterbitkan setelah ketiga orang guru itu mencari dan mendapatkan tempat kerja baru. “Kita omong begini lama, dong (mereka, red) tidak mau silakan. Dong mau ke mana silakan,” tandasnya.

Selanjutnya, ketika Garda Indonesia beralih ke pertanyaan lain terkait adanya dugaan – dugaan tentang belum membayar upah operator sekolah selama setahun, terima guru honor berijazah SMA yang berstatus magang, sikap arogansi terhadap para guru, dan pengelolaan Dana BOS yang tidak transparan, ambil alih pembelanjaan kebutuhan sekolah, dan lain – lain, oknum kepala sekolah lantas memutuskan sambungan telepon.

Kemudian, dicoba untuk menghubungi kembali beberapa kali, terhubung tetapi tidak direspons dan sampai akhirnya handphone nonaktif. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Belu : ASN Fokus Kerja, Mutasi itu Wewenang Baperjakat

    Sekda Belu : ASN Fokus Kerja, Mutasi itu Wewenang Baperjakat

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Mutasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, termasuk pemerintahan. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta agar tetap fokus pada kerja dan tidak boleh terpengaruh dengan rencana mutasi. Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. melalui pesan whatsApp yang […]

  • ‘New Normal’ Hari Pertama, Gubernur VBL Resmikan 4 ‘Cottage’ di Mulut Seribu

    ‘New Normal’ Hari Pertama, Gubernur VBL Resmikan 4 ‘Cottage’ di Mulut Seribu

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Memasuki tatanan normal baru atau new normal life di tengah pandemi Covid-19, tekad kuat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover atau motor penggerak pembangunan ekonomi di Provinsi NTT semakin nyata. Terbukti, pada Senin, 15 Juni 2020; Gubernur VBL meresmikan cottage yang dibangun di teluk […]

  • Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Sudah Biasa!

    Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Sudah Biasa!

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ah sudah biasa begitu kok! Tak aneh. Seperti contoh kasus yang terjadi di Kota Manado misalnya. Korupsi berjamaah seluruh anggota DPRD, iya seluruhnya, empat puluh orang sekaligus kompak berkonspirasi. Memang bukan barang baru, ini kasus korupsi (gratifikasi) yang sudah berlarut-larut. Soal dugaan bancakan dana transportasi dan perumahan (akomodasi) anggota DPRD Kota […]

  • CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    • calendar_month Jum, 20 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Belu,NTT- Garda Indonesia | Para tukang besi yang mengerjakan salah satu jembatan sabuk merah Laktutus III, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI- RDTL, mengeluhkan sisa upah Rp.23.000.000 (dua puluh tiga juta rupiah) lantaran belum dibayar CV. Maharani Kupang dari total upah senilai Rp.70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah). “Kami sudah selesai kerja dari minggu lalu. […]

  • Nadia Riwu Kaho Klarifikasi Dugaan Penipuan oleh Mama Kandungnya

    Nadia Riwu Kaho Klarifikasi Dugaan Penipuan oleh Mama Kandungnya

    • calendar_month Rab, 31 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dugaan penipuan dilakukan oleh Rosca Leonita Riwu Kaho, Mama Kandung dari Runner up 2 Miss Indonesia 2021, Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho, disinyalir telah merugikan beberapa pihak bahkan mencatut nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Beragam pemberitaan di media massa terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Rosca Leonita Riwu Kaho […]

  • Kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja : Terima Kasih Bank NTT

    Kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja : Terima Kasih Bank NTT

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi kinerja Bank NTT atas berbagai inovasi yang dilakukan saat ini, khususnya pengembangan digitalisasi pembayaran nontunai. Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, saat kegiatan peluncuran atau launching Pasar Digital Bobou, Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu pagi, 16 April […]

expand_less