Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Loading

Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Deklarasi Pasangan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau paket TRP-Hegi dihadiri ribuan massa dari seluruh pelosok Sabu dan Raijua yang dihelat pada Sabtu, 5 September 2020 di Teni Hawu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di hadapan simpatisannya, Takem Radja Pono berjanji akan memanfaatkan semua sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di Sabu Raijua. Jika semua sumber daya mampu dikelola secara maksimal diharapkan tidak lagi terlalu bergantung dengan bantuan dana baik dari luar.

“Di tengah kesulitan alam Sabu Raijua yang ekstrem, sebenarnya Tuhan telah menyediakan sesuatu yang besar untuk negeri ini. Kita mengeluh dengan panas dan angin tapi jika kita mampu memanfaatkan panas dan angin itu maka kita bisa memproduksi garam secara besar dengan kualitas yang sangat baik. Nah ini sudah dilaksanakan oleh pemerintahan sebelumnya sehingga jika rakyat Sabu Raijua memberikan kepercayaan pada TRP-Hegi maka kita akan tingkatkan lebih besar lagi,” urai Takem Radja Pono dalam orasi politiknya.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), beber Takem Radja Pono, orang Sabu Raijua tidak kalah dengan orang lain. Hal ini dibuktikan dengan bayaknya pemimpin cerdas yang lahir dari Bumi Hawu Miha. Jika semua sumber daya manusia yang ada di Sabu Raijua maupun yang ada di luar menjadi satu untuk membangun, maka akan terjadi lompatan yang luar biasa di Sabu Raijua tidak saja pada pembangunan fisik tapi juga pembangunan manusia.

“Kalau kita mampu membangun semua sumber daya yang ada maka pulau yang kecil ini tidak terlampau sulit untuk dibangun. Kalau PAD kita besar tentu kita bisa dengan mudah membangun sesuai keinginan kita. Ke depan, kita tidak hanya memperluas tambak garam tapi kita akan mengelola Nigarin untuk mendongkrak PAD. Nigarin itu adalah Sari Air Laut atau yang kita biasa sebut Ai Paddu. Harganya cukup bagus. Sekarang berkisar 30 hingga 40 ribu per liter. Selama ini Ai Paddu itu dibuang percuma padahal berharga karna sangat penting khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan,” papar Takem.

Takem Radja Pono juga berjanji jika ke depan dipercaya memimpin Sabu Raijua, dia akan melakukan gerakan untuk mengoptimalkan semua lahan yang ada di wilayah Sabu Raijua. Dengan demikian Takem berharap kebutuhan pangan untuk Sabu Raijua bisa tercukupi.

“Untuk pemenuhan kebutuhan pangan maka hal yang akan kita lakukan nanti adalah membangunkan lahan tidur. Embung-embung yang dibangun oleh pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan secara baik, serta diberi sentuhan teknologi bagaimana kita menanam di wilayah yang kering tapi tidak terlalu menggunakan air yang banyak. Kalau sumber air seperti embung masih kurang maka bisa ditambah, untuk menunjang ketersediaan air di wilayah-wilayah yang selama ini dibiarkan tidur oleh masyarakat. Kondisi ini tentu tak terlepas dari kondisi alam yang keras, tapi sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus mampu menundukkan kondisi alam yang keras itu demi ketersediaan pangan bagi generasi di Sabu Raijua,” urainya lagi.

Takem menegaskan, pemerintah harus mampu mengurus masyarakat mulai dari perutnya. Salah satu kebutuhan manusia yang tak bisa digantikan adalah kebutuhan terhadap pangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah tidak boleh ongkang-ongkang kaki dan hanya duduk di belakang meja. Pemerintah harus memastikan bagaimana caranya supaya jangan ada satu pun rakyat yang tidur dalam kondisi perut kosong. Untuk itu, lanjut Takem, maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah bagaimana memaksimalkan semua potensi lahan di Sabu Raijua dan dikelola sesuai dengan kondisi tanah di wilayah tersebut.

“Pangan itu adalah sesuatu yang tidak bisa tergantikan dari kehidupan manusia, tanpa pangan manusia akan mati, dan tanpa pangan yang cukup dan bergizi, maka manusia menjadi tidak cerdas. Ini adalah tanggung jawab pemerintah bagaimana memenuhi kebutuhan pangan rakyat tanpa harus tergantung pada beras murah atau bantuan non tunai. Kita harus bergerak bersama dan mimpi itu tentu bisa terwujud jika masyarakat sebagai pemegang kedaulatan memberi kepercayaan kepada saya untuk mengurus Sabu Raijua,” ujar Takem.

Kehadiran Ribuan masyarakat hari ini kata Takem Radja Pono karna sebuah tujuan untuk Sabu Raijua yang dicintai. “Hari Ini menjadi bukti bahwa apa yang dikatakan orang Vox Populi Vox Dei atau Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Rakyat Sabu Raijua telah membuka Pintu bagi Paket TRP-Hegi Untuk bertarung di Pilkada Sabu Raijua. Saya yakin, jika rakyat yang telah membuka pintu maka tak akan ada satu setan pun yang sanggup menutupnya. Dengan pintu yang telah dibuka sendiri oleh rakyat maka kita akan melihat langit baru dan bumi baru,” tutup Takem disambut tepuk riuh ribuan tangan para simpatisan.

TRP–Hegi ditemani partai pendukung saat deklarasi pada Sabtu, 6 September 2020

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Simon Dira Tome dalam orasi politiknya mengatakan Partai Golkar tidak asal-asalan dalam mendukung Paket TRP-Hegi tapi sudah melalui berbagai tahapan yang dilakukan sesuai mekanisme partai.

“Sebagai partai yang telah dua kali memenangkan pertarungan Pilkada di Sabu Raijua, maka Golkar telah melakukan berbagai tahapan dan mekanisme partai hingga akhirnya menentukan pilihan. Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh partai Golkar maka TRP-Hegi berada di urutan teratas sehingga Golkar menetapkan dukungan pada Paket Koalisi Rakyat ini,” kata Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Sebagai partai pendukung Koalisi Rakyat TRP-Hegi, kata Simon Dira Tome, pihaknya sudah menginstruksikan mesin partai untuk memenangkan pasangan ini. “Sebagai Partai pendukung Golkar ada berada di garda depan. Secara hierarki Partai sudah memerintahkan semua kader untuk bersatu padu untuk memenangkan Paket TRP-Hegi,” pungkas Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah menegas kepada masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua untuk tidak memilih pemimpin yang loyo serta tidak memiliki semangat untuk melayani masyarakat secara maksimal. Sabu Raijua, kata Refafi, harus mampu berubah dari kondisi yang ada saat ini sehingga semangat otonomi daerah itu bisa terwujud lewat kesejahteraan rakyat.

“Masyarakat Sabu Raijua harus menggunakan momentum politik ini untuk tidak memilih pemimpin yang loyo dan tidak memiliki semangat dalam melayani rakyat. Sebab apa, pemimpin yang loyo hanya melaksanakan tugas protokol saja tanpa memikirkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari masyarakat,” tegas Refafi yang juga Anggota DPRD NTT ini.

Kehadiran Takem Radja Pono dan Hegi Tadja Haba kata Refafi harus mampu menghapus air mata dan penderitaan rakyat yang selama ini terpinggirkan. Dua sosok orang muda tersebut dinilai telah mapan di bidang birokrasi sehingga akan mampu menjalankan roda pemerintahan secara baik di Kabupaten Sabu Raijua.

“Kembalikan harkat dan martabat masyarakat yang hidup sulit. Kehadiran dua orang ini harus seperti matahari yang selalu setia terbit untuk semua orang dengan hati nurani serta memiliki karakter yang matang dan menguning untuk selalu siap dipanen dengan suka cita oleh setiap rakyat yang mencintainya,” kata Refafi.

Jika masyarakat Sabu Raijua salah mengambil kesempatan pada tanggal 9 Desember 2020, kata Refafi Gah, maka masyarakat akan semakin terperosok dalam jurang kesengsaraan. “Untuk itu, saya tegaskan jangan salah pilih. Satukan hati untuk memilih Paket TRP-Hegi. Saya juga menginstruksikan kepada semua jajaran pengurus dan kader Hanura di Sabu Raijua untuk bekerja keras memenangkan Paket TRP-Hegi,” tutup Refafi.

Ketua DPC PAN Kabupaten Sabu Raijua, Yesua Koroh mengatakan Pilkada Sabu Raijua tahun ini bukan ajang memilih penguasa. Dia juga berharap agar rakyat Sabu Raijua harus cerdas dalam memilih sehingga tidak lagi hanya terbuai dengan janji semata.

“Partai PAN menyadari dengan benar bahwa apa yang dikehendaki oleh rakyat wajib hukumnya didukung. Oleh sebab itu, paket TRP-Hegi yang didukung rakyat lewat jalur independen wajib diberi ruang untuk membangun Sabu Raijua. PAN akan bersama-sama bekerja keras untuk memenangkan paket ini,” tegas Yesua yang juga Staf Ahli Fraksi PAN DPRD NTT ini. (*)

Sumber berita dan foto (*/jrg-tim media)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Dukcapil TTS Wajibkan Masyarakat Bawa Kartu Vaksin Saat Urus Dokumen

    Kadis Dukcapil TTS Wajibkan Masyarakat Bawa Kartu Vaksin Saat Urus Dokumen

    • calendar_month Sab, 22 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Apris Manafe meminta kepada masyarakat agar membawa kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama) saat mengurus dokumen. “Kami tidak bermaksud untuk membuat susah masyarakat, tetapi ini adalah bagian dari perlindungan terhadap masyarakat,” jelas Apris Manafe […]

  • Aksi Kecil Bripka Robert Larimanu bagi Pedagang Asong & Buruh Tenau Kupang

    Aksi Kecil Bripka Robert Larimanu bagi Pedagang Asong & Buruh Tenau Kupang

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pelabuhan Laut Tenau Kupang sejak resmi ditutup pada 13 April—30 Mei 2020, menyebabkan para pedagang asong dan buruh pelabuhan kehilangan ladang penghasilan, yang mana selalu mengandalkan rezeki dari para penumpang kapal. Karena kondisi tersebut, mereka tak dapat lagi mengais rezeki seperti biasa akibat dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang merebak […]

  • Hidup Bermakna Bermain dengan Cinta

    Hidup Bermakna Bermain dengan Cinta

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Hidup Bermakna Bermain dengan Cinta Oleh Firli Bahuri Cinta yang paling terhormat adalah menghormati semua yang dicinta, Kerap kali kita lupa bahwa kehancuran berwarga negara berawal dari keakraban yang berjarak, dan berbeda kutup Cinta yang terputus dan berkabut Malapetaka yang terulang, Semua saling berjauhan seperti gunung dan danau, Seperti gurun dan air, Seperti terang dan […]

  • Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? […]

  • Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang berkomitmen mendapatkan sertifikasi ISO pada akhir tahun 2019. Hal itu ditandai dengan melakukan pembenahan dan juga melengkapi dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001: 2015, yang diserahkan langsung oleh Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek kepada Wali Kota […]

  • Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

    Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Suhu dingin pada malam hari di NTT diakibatkan karena monsoon Australia mulai aktif, monsoon Australia ini aktif pada April hingga Oktober yang identik dengan musim kemarau, namun berbeda dengan tiga kota di NTT.   NTT | Di Nusa Tenggara Timur (NTT), suhu dingin ekstrem memang tidak seperti di daerah pegunungan Jawa atau Papua, tapi ada […]

expand_less