Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinas Peternakan Belu Kenalkan Teknologi Silase, Jaga Stok Pakan Saat Kemarau

Dinas Peternakan Belu Kenalkan Teknologi Silase, Jaga Stok Pakan Saat Kemarau

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Antisipasi anomali cuaca maupun perubahan musim hujan ke musim kemarau, menjadi penting bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing dan domba untuk menjaga ketersediaan pakan ternak karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melimpahnya hijauan pada musim hujan merupakan suatu kesempatan bagi peternak agar menyimpan pakan hijauannya untuk menghadapi musim kemarau.

Dalam upaya mengantisipasi kekurangan pakan pada musim kemarau, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, telah menyiapkan langkah strategis dengan memperkenalkan salah satu teknologi pengawetan pakan hijauan ternak dengan Sistem Silase.

“Program ini dimaksudkan untuk kita memiliki ketersediaan pakan di musim kemarau, dengan harapan bahwa masyarakat bisa memelihara ternak pada musim kemarau, dan ternaknya tidak kekurangan pakan,” ungkap Kadisnakes Belu, Drs. Nikolaus U.K. Birri, M.M. di sela-sela Demo Pengawetan Silase di Wekabu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Jumat, 28 Mei 2021.

Kadis Umbu (sapaan akrab dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu) menjelaskan, tujuan membuat silase di Kelompok Tani Taro Jaya adalah untuk memperkenalkan teknologi pengawetan pakan hijauan sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saat musim kemarau yang panjang.

“Pembuatan silase yang kita lakukan hari ini adalah untuk menyiasati persediaan makanan ternak pada musim kemarau, menampung kelebihan HMT pada musim hujan agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Kita juga mendayagunakan limbah hasil ikutan dari pertanian seperti jerami padi, dan jagung,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu.

Persiapan pembuatan silase dengan memasukkan bahan baku hijaun dalam wadah tertutup  dengan prinsip fermentasi anaerob

Di samping itu, ungkap Kadis Umbu, selain untuk menyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, peternak juga dapat memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai protein yang tinggi. “Nilai gizi silase setara dengan hijauan dan bahkan lebih dengan adanya bahan tambahan. Silase juga lebih disukai ternak dan lebih mudah dicerna,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, Silase merupakan awetan pakan yang dibuat dengan prinsip fermentasi anaerob yaitu dalam proses pembuatannya hijauan yang sudah dipotong,  kemudian disimpan dalam wadah tertutup (silo).

“Silase dikondisikan agar padat dan tidak menyisakan ruang untuk udara, lalu silo pun ditutup serapat mungkin dengan bertujuan agar fermentasi yang terjadi adalah fermentasi anaerob. Proses fermentasi berjalan kurang lebih 21 hari, sehingga silase baru dapat diberikan pada ternak setelah 21 hari dari tanggal pembuatan. Silase yang stabil memiliki daya simpan yang lebih lama,” terang Mantan Kasatpol PP ini serius.

Dengan adanya teknologi pengawetan HPT ini, Kadis Umbu mengajak seluruh peternak di Kabupaten Belu agar terus mengoptimalkan pemberian nutrien bagi ternak sapi, dengan mengoptimalkan kualitas dan kuantitas hijauan pakan ternak.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan pembuatan silase ini, masyarakat bisa terbantu ketersediaan pakan pada musim kemarau. Masyarakat juga dapat menanam hijauan makanan ternak dengan memanfaatkan musim hujan yang ada, sehingga kelebihan pakan nantinya dapat kita awetkan untuk kebutuhan makanan ternak pada musim kemarau yang panjang,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu antara lain Kepala Bidang Prasarana dan Sarana – Maria Imelda Haki, S.Pt, Kasie Pakan-  Mikael Seran Moruk, S.Pt, Kasie Lahan dan Irigasi – Adelia R. Moreira, S.Pt, dan Kasie Pembiayaan dan Investasi -Matheos D. Taklal, SST. Turut serta Petugas Teknis, seperti Dokter Hewan dan P3M Kecamatan Tasifeto Barat serta masyarakat setempat. (*)

Sumber berita + foto (*/tim Disnakkes Belu)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket Desa Sejahtera Unggul di TTU, Tim Pemenangan : Kawal Formulir C1

    Paket Desa Sejahtera Unggul di TTU, Tim Pemenangan : Kawal Formulir C1

    • calendar_month Jum, 11 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Pasangan calon bupati dan wakil bupati (Paket Nomor 3), Drs. Juandi David-Drs.Eusabius Binsasi (Desa Sejahtera) unggul dalam perhelatan Pilkada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Rabu, 9 Desember 2020, berhasil meraup total suara terbanyak 19.240 dengan persentase 37,5 %. Peringkat kedua digapai oleh pasangan nomor urut 1, Kristiana Muki, S.Pd., […]

  • Turunkan Stunting, Bank NTT Dukung Pemerintah di Seluruh NTT

    Turunkan Stunting, Bank NTT Dukung Pemerintah di Seluruh NTT

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai bukti partisipasi mendukung Pemerintah Provinsi NTT mengentaskan permasalahan stunting, Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang. Program ini merupakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di NTT. Sasarannya adalah 6.000 anak baduta (bawah dua tahun) dengan usia 6 sampai 23 […]

  • Kakanwil Merci : Jangan Ada Pungutan Liar Terhadap Warga Binaan di Rutan

    Kakanwil Merci : Jangan Ada Pungutan Liar Terhadap Warga Binaan di Rutan

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai Aparatur Sipil Negara yang bertugas di bidang Pemasyarakatan, agar dapat dikatakan sebagai pegawai yang profesional, wajib hukumnya untuk memahami tugas dan fungsi serta mengerti akan peraturan yang berlaku. Demikian penegasan Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, pada Rabu, 17 Juni 2020, saat memberikan arahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB […]

  • Warga Wehali Malaka : Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Sangat Membantu

    Warga Wehali Malaka : Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Sangat Membantu

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Betun, Garda Indonesia | Program Kredit Mikro Merdeka Bank NTT sangat membantu pelaku UMKM di Desa Wehali,  Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Kredit ini sangat diperlukan pelaku UMKM meningkatkan usaha mereka. Demikian dikatakan Sekretaris Desa Wehali, Hironimus Seran, SE, saat menerima anggota dewan juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD tahun 2022, James […]

  • Antisipasi Serangan Bertubi AS di Iran, Pemerintah Evakuasi WNI

    Antisipasi Serangan Bertubi AS di Iran, Pemerintah Evakuasi WNI

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Menurut data Kemenlu, terdapat 578 WNI di Iran dan Israel, dengan 126 orang menyatakan siap dievakuasi. WNI dari Iran dijadwalkan berangkat ke Baku pada 20 Juni 2025 lalu melanjutkan ke Indonesia dengan pesawat komersial pada 23 Juni.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di negara-negara Timur Tengah dan segera […]

  • Penyintas Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Ikut Vaksinasi

    Penyintas Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Ikut Vaksinasi

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai penyintas atau orang yang telah sembuh dari Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama istri diperbolehkan menerima vaksinasi tiga bulan pasca-sembuh. Sebelumnya, pada 21 Januari 2021 lalu, ia bersama istri dan seorang anaknya, serta ajudan, sopir dan 3 orang asisten rumah tangga dinyatakan reaktif hasil rapid antigen. […]

expand_less