Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » DPR Terbuka Kaji Pengusulan E-Voting dari PDI Perjuangan

DPR Terbuka Kaji Pengusulan E-Voting dari PDI Perjuangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

Loading

Dasco menyebut setiap gagasan yang dinilai baik untuk pemilu tentu layak dibicarakan oleh DPR. Ia menilai e-voting sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.

 

Jakarta | Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR terbuka untuk mengkaji usulan penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilihan umum, termasuk pilkada.

Pernyataan itu disampaikan Dasco usai rapat bersama Pimpinan Komisi II DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung DPR RI, Senin, 19 Januari 2026.

Dasco menyebut setiap gagasan yang dinilai baik untuk pemilu tentu layak dibicarakan oleh DPR. Ia menilai e-voting sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.

Menurut Dasco, penggunaan e-voting berpotensi menghadirkan berbagai penghematan dalam penyelenggaraan pemilu. Meski demikian, ia menegaskan penerapan e-voting tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Dasco menilai perlu kajian dan studi mendalam sebelum sistem tersebut diterapkan di Indonesia. Ia menyinggung pengalaman sejumlah negara yang telah lebih dulu menggunakan e-voting.

Menurut Dasco, praktik e-voting di negara lain menunjukkan adanya tantangan yang harus dicermati dengan hati-hati. Ia mencontohkan, di beberapa negara hasil pemungutan suara memang bisa keluar dalam waktu singkat. Namun, dalam praktiknya terdapat potensi persoalan, termasuk perubahan hasil dalam waktu tertentu.

Hal tersebut, kata Dasco, menjadi bahan penting untuk dipelajari jika e-voting ingin diterapkan di Indonesia.

Selain soal efisiensi, Dasco juga menekankan pentingnya aspek keamanan teknologi. Ia menilai sistem pengamanan e-voting harus benar-benar dikaji agar tidak menimbulkan masalah baru.

Sebelumnya, usulan e-voting dalam pilkada disuarakan PDI Perjuangan untuk menekan tingginya biaya pilkada langsung. Usulan tersebut menjadi salah satu rekomendasi Rakernas I PDI-P di Ancol, Jakarta.

PDI-P menilai e-voting dapat menjaga integritas pemilu sekaligus mengurangi praktik politik uang.

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut partainya telah melakukan simulasi pilkada dengan sistem e-voting. Menurut Hasto, Indonesia dinilai mampu menerapkan e-voting dengan memanfaatkan kemampuan nasional dan melibatkan perguruan tinggi. (*)

 

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reshuffle Kabinet, Prabowo Bentuk Kementerian Baru

    Reshuffle Kabinet, Prabowo Bentuk Kementerian Baru

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Berdasarkan Keppres Nomor 86P Tahun 2025, ada empat menteri baru yang dilantik pada pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Senin, 8 Seperti 2025 di Istana Negara. Dalam reshuffle kedua ini, sejumlah menteri diganti, termasuk Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Budi Arie Setiadi sebagai […]

  • Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Tak Terbatas Bagi Sektor Peternakan

    Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Tak Terbatas Bagi Sektor Peternakan

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Skim kredit mikro Merdeka dihadirkan Bank NTT bagi masyarakat yang ingin agar usahanya lebih cepat bangkit dan bersaing dengan usaha lainnya di era sulit ini. Menarik, jenis kredit ini diperuntukkan bagi warga yang sudah memiliki usaha, akan diberi modal awal 5 juta rupiah tanpa agunan, tanpa bunga, dan tanpa rentenir. Setiap […]

  • Tekan Inflasi, Bank NTT Hadirkan Skim Kredit ‘Green House’

    Tekan Inflasi, Bank NTT Hadirkan Skim Kredit ‘Green House’

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai wujud partisipasi aktif dalam menekan laju inflasi di NTT, maka Bank NTT tak saja menghadirkan aplikasi Be Pung Petani, melainkan dalam waktu dekat akan hadir satu terobosan baru dari bank kebanggaan masyarakat NTT ini. Akan hadir jenis pembiayaan baru, yakni skim kredit Green House. Kredit jenis ini diperuntukkan bagi siapa […]

  • Bantu Korban Badai Seroja, Bukti Cinta Satu Hati Untuk NTT Ultras Victory

    Bantu Korban Badai Seroja, Bukti Cinta Satu Hati Untuk NTT Ultras Victory

    • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Diaspora Masyarakat NTT yang tergabung dalam Satu Hati Untuk NTT yang berada di Jabodetabek dan Jawa Barat menghimpun bantuan bagi warga NTT terdampak bencana Badai Seroja yang menerjang 14 kabupaten dan 1 kota pada kisaran waktu 3—5 April 2021. Aksi Kemanusiaan dari Satu Hati Untuk NTT disalurkan di wilayah terdampak melalui […]

  • Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Disambut anak-anak Indonesia yang memutar-mutar alat permainan khas Makassar, katto’-katto’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang akrab disapa Mama Yo datang ke Lapangan Karebosi, Makassar didampingi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Republik Turki H.E. ZEHRA ZÜMRÜT SELCUK. Ribuan anak […]

  • Alasan Gus Dur Perintah Banser Jaga Gereja di Hari Natal

    Alasan Gus Dur Perintah Banser Jaga Gereja di Hari Natal

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini sudah sangat lumrah para pejabat mengucapkan Selamat Natal. Bahkan seorang gubernur yang demikian diidamkan untuk tidak menyampaikan ucapan saat 25 Desember, akhirnya tetap melakukannya. Hal ini memberikan pesan bahwa mengucapkan Selamat Natal bukanlah sebuah aib, apalagi mengantarkan yang bersangkutan menjadi kafir. Ada nilai yang ingin disemaikan bahwa dalam urusan mengucapkan hari raya bagi […]

expand_less