Emas Aset Pelindung Nilai, Menyibak Tren Harga Sejak 1997 Hingga 2026
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 71
- comment 0 komentar

![]()
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data logammulia.com, harga emas turun Rp22.000 menjadi Rp2.918.000 per gram. Penurunan ini juga tercermin pada harga buyback yang ikut melemah Rp22.000 dari Rp2.728.000 menjadi Rp2.706.000 per gram.
Meski terkoreksi, rekor harga tertinggi emas Antam masih bertahan di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026. Koreksi terjadi merata di berbagai ukuran, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Kini, untuk membeli emas Antam ukuran 10 gram dibutuhkan Rp28.675.000, sementara pecahan 1.000 gram dipatok Rp2.858.600.000.
Pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, harga emas batangan Antam kembali menguat. Berdasarkan data resmi logammulia.com, harga emas naik Rp28.000 menjadi Rp2.944.000 per gram. Penyesuaian berlaku untuk seluruh pecahan, mulai dari 0,5 gram yang kini dibanderol Rp1.522.000 hingga pecahan besar 1.000 gram yang mencapai Rp2.884.600.000.
Kenaikan harga emas ini mencerminkan tren penguatan logam mulia di akhir pekan. Pecahan 2 gram kini Rp5.828.000, 5 gram Rp14.495.000, dan 25 gram Rp72.212.000. Untuk pecahan besar, 50 gram dijual Rp144.345.000 dan 100 gram Rp288.612.000. Lonjakan harga emas Antam ini menjadi sorotan investor dan masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.
Sebelumnya, Senin, 9 Februari 2026, harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.940.000 per gram. Kenaikan ini terjadi merata di seluruh ukuran, mulai dari pecahan 0,5 gram yang kini dibanderol Rp1.520.000 hingga emas 100 gram yang dijual Rp288.212.000.
Tak hanya harga jual, lonjakan lebih tajam justru terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga pembelian kembali emas Antam melonjak Rp28.000 ke level Rp2.734.000 per gram. Meski masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026, penguatan hari ini mempertegas tren positif emas sebagai aset lindung nilai. Investor kini kembali mencermati pergerakan emas di tengah dinamika pasar global.

Harga emas dari tahun ke tahun. Foto : Instagram
Harga emas tahun sejak tahun 1997 hingga 2026
Ada cerita dari seorang kolega yang magang di perusahaan emas Antam. Ia diharuskan oleh perusahaannya untuk menyisihkan gaji setiap bulan guna membeli 1 gram emas. Awalnya, ia pikir kalau mau beli emas itu harus besar dan banyak. Ternyata bisa juga beli emas hanya 1 gram. Kala itu harga per gram Rp150.000. Coba terka, itu tahun berapa?
Sekarang cerita si pegawai magang. Bila ia terus membeli 1 gram setiap bulan sejak magang di tahun 1998 sampai tahun 2025. Berapa asetnya saat ini?.
Mulai beli emas di tahun 1998 di harga Rp74.075 per gram sampai Mei 2025 di harga Rp1.669.199. Membeli dan menyimpan emas selama 27 tahun, ia memiliki 329 gram dengan modal Rp152.897.227. Harga rata-rata yang ia miliki Rp464.733.
Bila harga rata-rata tertinggi di tahun 2025 Rp2.000.000 per gram maka nilai asetnya sekarang adalah 329 gram x Rp2.000.000 = Rp658.000.000
Dengan modal Rp152.897.22, maka profit yang ia miliki Rp505.102.773. Bertambah sekitar 330%. Profit 330% dari buah simpanan manis selama 27 tahun. 27 tahun sama dengan 329 bulan. 329 kali melakukan kegiatan yang sama setiap bulan. Bukan waktu yang sebentar, bukan instan dan sekejap mata.
Ia menyimpan emas melewati banyak musim dan perubahan. Di mulai pada umur 20 tahun saat kolagen masih penuh, perut sixpack dan status single; sampai kolagen mulai menipis, perut transformasi one pack dan status telah berubah menjadi orang tua di usia 47 tahun. Di mulai hanya fokus membiayai diri sendiri dan mengatur keuangan untuk 1 orang. Sampai membiayai 2 atau 3 orang anggota keluarga atau malah mungkin juga membiayai orang tua. Mengatur keuangan yang lebih kompleks.
Belum lagi melewati musim naik-turun harga logam mulia. Bahkan ada kalanya harga bergerak stagnan, tidak bergerak ke mana-mana.
Simpan emas butuh waktu panjang
Dari cerita di atas, menurut Anda, berapa lama waktu yang pas untuk menyimpan emas? Bagaimana kalau kita lanjut cerita tentang naik-turunnya si kuning emas menawan ini.
Tahun 1997 harga logam mulia di kisaran Rp27.624 per gram. Tahun 1998 terjadi krisis moneter di Asia yang mengakibatkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah luar biasa. Dari Rp2500 menjadi Rp16.850 per USD. Karena harga emas global dihitung dalam dolar, maka harga emas dalam Rupiah ikut melonjak. Tahun 1998 harga logam mulia per gram mencapai Rp142.285.
Di April 1999 harga emas ada di kisaran Rp58.000 per gram. Harga logam mulia stabil kembali. Walaupun harganya tetap lebih tinggi dibanding sebelum krisis. Sejak tahun 1999 sampai 2012, selama 13 tahun harga emas terus naik sampai di kisaran Rp553.000 per gram.
Dari 2012 – 2017 harganya bergerak stagnan. Layaknya pelari yang terus ngebut melahap anak tangga ke surga, maka ada waktunya ia lelah dan harus istirahat mengatur kembali nafasnya. Usai 5 tahun harga bergerak stagnan, tahun 2018 harga kembali melanjutkan pendakian hingga tahun 2020 saat pandemi Covid-19. Saat itu harga emas mencapai level tertinggi di Rp977.000/gram.
Tahun 2020 – 2023 harga kembali bergerak stagnan. Semenjak Oktober 2023 harga emas kembali berlari kencang sampai tahun 2025 dan mencetak level tertinggi sepanjang sejarah. Dengan nilai tukar Rp1.896.017 per gram.
Ya, butuh waktu yang cukup panjang untuk melihat buah hasil dari konsistensi mengatur dan mengalokasikan uang untuk investasi. Butuh keahlian dan keteguhan hati mengatur antara keinginan sesaat dan tujuan jangka panjang. Keputusan investasi tidak pernah salah, yang salah adalah bila tidak pernah memulainya.(*)
- Penulis: Roni Banase
- Sumber: Warta Ekonomi & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar