Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Festival Desa Binaan Bank NTT, Anakalang Budidaya Ikan Air Tawar & Hortikultura

Festival Desa Binaan Bank NTT, Anakalang Budidaya Ikan Air Tawar & Hortikultura

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Loading

Anakalang, Garda Indonesia | Desa Anakalang, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini terus bersolek.

Ketika didatangi juri Festival desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022, Stenly Boymau bersama Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, Reinhard Djo pada Rabu, 26 Oktober 2022; Kepala Desa setempat, Pedi Gamu Djadji dan staf memberi sejumlah bukti kemajuan desa itu.

Untuk diketahui, pada Agustus 2022, juri mengunjungi desa ini, dan saat itu Kades Pedi membeber sejumlah ‘mimpinya’ untuk membangun tanah kelahirannya itu. Rabu pagi, ketika juri tiba, tanpa ragu, dia mengajak juri menuju ke sebuah lokasi yang berada di halaman belakang kantor desa. Ternyata sudah ada dua kolam berukuran besar (4 X 6 meter) dengan kedalaman 160 cm.

Di sana sudah disebar sekitar 3.000 benih ikan nila, karper, serta mas di setiap kolam. Sedangkan di titik kedua, yang lokasinya tak jauh dari sana, mereka membangun kolam yang lebih besar lagi yakni berukuran 9 X 8 M. juga dengan bibit ikan yang sama.

“Setiap kolam kami sebar 3.000 ekor ikan. Kolam-kolam ini baru kami bangun, dengan harapan memenuhi permintaan ikan di Anakalang dan sekitarnya. Kami punya dua kolam alam, yang baru bisa dipanen saat kemarau, namun dengan tiga kolam besar yang kami bangun, kami harap bisa menjawab kebutuhan ikan air tawar di sini,” tegas Pedi.

Dia menambahkan, selama ini untuk memenuhi kebutuhan ikan, mereka datangkan dari Mamboro bahkan ada yang dari NTB. “Namun, sekarang kami sudah bisa memproduksi ikan sendiri, dan semuanya akan dipakai untuk kebutuhan di sini, yakni kami bekerja sama dengan Posyandu, sehingga untuk pemberian makanan tambahan anak-anak, jadi uangnya tidak keluar melainkan berputar di Anakalang,” jelasnya bangga.

Juri pun diajak ke lokasi berikut yakni sebuah lahan seluas hampir 1 hektar sudah dicangkul, dan sebentar lagi akan ditanami ribuan anakan cabai yang disemai persis di samping puluhan bedeng siap tanam itu.

“Di sinilah akan kami tanami cabai yang sementara disemai. Kami memilih cabai karena kebutuhan akan pasar sangat tinggi. Selama ini kami pasok dari NTB, tapi dengan cabai yang kami tanam, bisa menjawab kebutuhan masyarakat Anakalang,” jelasnya lagi.

Ternyata dia memilih cabai karena sudah tiga tahun ini, mempraktikkan bagaimana cara menanam dan dia sudah mendapatkan keuntungan dari tanaman ini.

Dia juga mengajak juri menuju ke lahan miliknya, berukuran hampir setengah hektar yang dipadati tanaman cabai siap panen. Dengan harga Rp. 50.000/Kg, setiap minggu mereka mendapat keuntungan dari hasil panen yang melimpah.

Lokasi berikutnya, adalah Kelompok Tenun Kalunga Pauma Yaga yang artinya tunas yang baru muncul. Kelompok yang baru mulai aktif sejak Januari ini dipimpin mama Mariana Rambu Jola. Di sini ada dua penenun, dengan motif khas Sumba Tengah. Para penenun setiap empat hari memproduksi selembar kain seharga Rp700.000.

Banyaknya kemajuan yang sudah dicapai oleh kepala desa Anakalang bersama warganya ini mendapat apresiasi dari juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau. Menurut dia, warga sudah bekerja dengan sangat serius, hingga menghasilkan capaian-capaian yang spektakuler.

“Agustus kemarin saya kesini, dan saat itu kita disuguhi data-data serta mimpi. Namun hari ini mereka memberi bukti, bahwa kerja keras itu sudah membuahkan hasil. Sudah ada kolam ikan berisi ribuan ekor ikan siap panen. Bahkan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan ikan warga desa khususnya anak-anak balita. Kita tahu bahwa ikan sangat baik bagi anak-anak pada golden age,” tegas Stenly.

Lebih jauh, konsultan Humas Bank NTT ini pun memberi masukan agar nantinya pihak pemerintah desa harus memastikan keberlanjutan dari usaha-usaha tersebut. Seusai panen, maka harus memastikan benih yang baru dan juga manajemen keuangannya agar ditata secara baik. Karena itu BumDes mesti diaktifkan sehingga merekalah yang akan bertanggungjawab terhadap keberlanjutan program dengan manajemen keuangan yang transparan.

Bahkan hal yang sama di sentra produksi cabai, yang menjadi hortikultura andalan dari Anakalang selain tanaman lainnya.
Sementara Reinhard Djo pun memberi masukan mengenai sentuhan digitalisasi dalam setiap transaksi, karena Bank NTT sudah menyediakannya.

“Kolam ikan ini bisa disulap menjadi sebuah destinasi wisata. Siapa yang masuk, membayar karcis, lalu mereka memancing dan dihitung berapa per kilogram. Kami dari Bank NTT siap mendukung dengan fasilitas-fasilitas dan layanan digital maupun elektronik sehingga tidak ada uang tunai di sini, uangnya lebih aman karena langsung masuk ke rekening,” tegas Reinhard.

Reinhard menambahkan, cabai adalah komoditi yang selalu dibutuhkan karena itu pemerintah desa diharapkan menjamin keberlanjutan masa tanamnya agar mengantisipasi kelangkaan produk di pasar yang berimbas pada terjadinya inflasi.

“Sementara mengenai tenunan, ini yang terus kita support. Sehelai tenunan akan menjadi mahal jika dibuat narasinya secara baik. Nah, kekuatan kita ada di narasi, ini yang membuat dia mahal. Karena itu saya sarankan agar nantinya setiap produk harus disertai narasi yang kuat sehingga mudah kita lempar ke pasar digital, karena mereka membeli karena ada historinya,” tegas Reinhard yang disanggupi oleh para penenun.

Bank NTT memiliki website yang terkoneksi dengan pasar digital sehingga nantinya aneka produk UMKM milik masyarakat bisa dijual kesana dan Bank NTT akan melakukan pendampingan hingga warga mandiri. (*)

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Negeri Diskon Hukuman Koruptor, Kabar RUU Perampasan Aset?

    Indonesia Negeri Diskon Hukuman Koruptor, Kabar RUU Perampasan Aset?

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Negeri diskon hukuman koruptor. Begitulah kesan yang muncul akhir-akhir ini gara-gara kasus Djoko Tjandra (pengusaha), Pinangki (eks Jaksa), Eddy Prabowo (eks MenKKP, Politisi Gerindra) dan Juliari P. Batubara (eks Mensos/Politisi PDIP). Kasus-kasus berbau diskon hukuman yang sebelumnya juga banyak sih sebetulnya. Belum lagi kita bicara soal fasilitas mewah di Penjara Sukamiskin […]

  • Kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja : Terima Kasih Bank NTT

    Kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja : Terima Kasih Bank NTT

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi kinerja Bank NTT atas berbagai inovasi yang dilakukan saat ini, khususnya pengembangan digitalisasi pembayaran nontunai. Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, saat kegiatan peluncuran atau launching Pasar Digital Bobou, Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu pagi, 16 April […]

  • Uang Tunai Sumber Covid-19, Ayo Ganti Pakai QRIS Bank NTT

    Uang Tunai Sumber Covid-19, Ayo Ganti Pakai QRIS Bank NTT

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Uang tunai diindikasi sebagai salah satu sarana penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19), karena uang tunai dipegang oleh banyak orang yang selalu berpindah pindah dari satu orang ke orang lainnya. Mencermati kondisi tersebut, maka Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara (Bank NTT) mengajak dan mengimbau untuk bertransaksi menggunakan QRIS. QRIS (Quick Response […]

  • Heri Boki : Perilaku Arogansi Valentinus Pada Coreng Citra Polri

    Heri Boki : Perilaku Arogansi Valentinus Pada Coreng Citra Polri

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Hermanus Th. Boki, menyoroti perbuatan tidak terpuji yang dilakukan Valentinus Pada, anggota Polsek Tasifeto Barat Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/02/16/oknum-bhabinkamtibmas-desa-lookeu-aniaya-warga-tasifeto-barat/ Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, diketahui bahwa telah terjadi perbuatan dan tindakan main hakim […]

  • PLN Entaskan Krisis Air Tiga Dusun di Desa Nubahaeraka Lembata

    PLN Entaskan Krisis Air Tiga Dusun di Desa Nubahaeraka Lembata

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIP Nusra
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Pemerintah Desa Nubahaeraka menyatakan kesiapan warga untuk menanggung biaya layanan listrik, mengingat sebelumnya mereka harus membeli air melalui truk tangki dengan harga yang cukup tinggi.   Lembata | Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (Papha) Kabupaten Lembata berhasil membuka kembali akses […]

  • Kapolri Larang Polantas Tilang Manual Cegah Pungli

    Kapolri Larang Polantas Tilang Manual Cegah Pungli

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk tidak menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual. Hal itu guna menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran Polri pada 14 Oktober 2022 lalu. Instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dituangkan dalam surat telegram […]

expand_less