Gandeng Perusahaan Inggris, Indonesia Bangun Ekosistem Semikonduktor
- account_circle Penulis
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026
- visibility 393
- comment 0 komentar

![]()
Pada kerja sama tersebut, ARM Holdings diharapkan berperan dalam penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan industri semikonduktor Indonesia.
Jakarta | Pemerintah Indonesia bersiap membangun ekosistem semikonduktor nasional dengan menggandeng perusahaan asal Inggris melalui kerja sama bernilai awal US$125 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.
Rencana ini telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan akan melibatkan ARM Holdings, perusahaan yang bergerak di bidang perancangan semikonduktor. Pengembangan ekosistem ini dinilai strategis karena kebutuhan chip terus meningkat, tidak hanya untuk perangkat elektronik, tetapi juga sektor otomotif, internet of things, dan pusat data.
Usai penguasaan ekosistem perancangan semikonduktor, pemerintah menargetkan hilirisasi industri berbasis sumber daya dalam negeri, mulai dari pengolahan silikon hingga perakitan dan pengemasan chip. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri nasional serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut Indonesia saat ini memang masih tertinggal dibandingkan negara lain, namun memiliki peluang besar karena pasar domestik yang luas.
“Kita akan mengembangkan ekosistem untuk semikonduktor dan kita akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia. Pak Presiden menyiapkan US$125 juta untuk bekerja sama dengan ARM Inggris dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.
Airlangga menegaskan pengembangan industri semikonduktor memiliki nilai strategis tinggi bagi perekonomian nasional, mengingat permintaan chip terus meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital dan industri berbasis teknologi.
Menurut Airlangga, penggunaan semikonduktor tidak hanya terbatas pada perangkat elektronik konsumen, tetapi juga menjadi komponen utama di berbagai sektor bernilai tambah tinggi. “Semikonduktor ini digunakan selain untuk elektronik, tetapi juga yang tertinggi adalah untuk otomotif, untuk internet of things, dan untuk data center,” tuturnya.
Pada kerja sama tersebut, ARM Holdings diharapkan berperan dalam penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan industri semikonduktor Indonesia.
Airlangga mengungkapkan perusahaan asal Inggris itu sebelumnya terlibat dalam penyusunan roadmap semikonduktor Malaysia dan telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung Indonesia.
Meski mengakui Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan, Airlangga menilai peluang pengembangan industri ini tetap terbuka lebar, terutama karena besarnya pasar domestik.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Goodnews & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar