Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Gerakan Kurva Landai Jadi Solusi Penurunan Angka Kasus Covid-19

Gerakan Kurva Landai Jadi Solusi Penurunan Angka Kasus Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Mei 2020
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, cara untuk mengurangi angka penambahan kasus Covid-19, adalah dengan melakukan “Gerakan Kurva Landai”, yang melibatkan kepedulian semua orang untuk tidak tertular dan menulari virus SARS-Cov_2 atau corona jenis baru.

“Maka kita harus tahu dan paham bahwa satu-satunya cara untuk melandaikan kurva adalah memastikan bahwa kita tidak menularkan (virus) dan orang lain tidak menularkan kepada kita dengan mengubah perilaku,” ujar Wiku dalam dialog yang mengambil tema “Gerakan Kurva Landai” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei 2020.

Tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan perubahan perilaku dan kesadaran masing-masing untuk melakukan anjuran protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, jaga jarak, menggunakan masker dan menjaga imunitas tubuh.

Wiku optimis apabila seluruh masyarakat melaksanakan “Gerakan Landai Kurva” maka Indonesia segera terbebas dari penularan virus corona jenis baru tersebut. “Kalau kita semua melakukan hal yang sama, maka virus itu tidak akan mampu menulari antar manusia,” jelas Wiku.

Berbicara mengenai waktu dan siapa yang dapat mengendalikan kurva tersebut, menurut Wiku adalah semua orang. “Sebenarnya yang bisa melandaikan termasuk kapannya adalah kita semua. Kita harus bersama-sama bergerak,” tambah Wiku.

Menurut data yang dikumpulkan dalam platfrom data Bersatu Lawan Covid-19 maka didapatkan gambaran bahwa gejala yang paling umum apabila seseorang terinfeksi virus adalah adalah batuk, kemudian demam, sakit tenggorokan, gangguan pernafasan dan letih lesu.

“Batuk ini yang paling tinggi. Kemudian demam,” jelas Wiku.

Selain itu, gambaran lainnya adalah faktor usia. Data yang selama ini diperoleh bahwa ternyata usia rentan adalah di atas 45 tahun. Kasus-kasus yang meninggal ada dalam parameter usia tersebut dengan persentase hingga 85 persen, dan yang paling banyak di di atas 60 tahun.

Kemudian, ada pula faktor komobiditas atau penyakit penyerta yang kemudian membuat seseorang mudah tertular dan memperparah keadaan adalah hipertensi, diabetes melitus, jantung, paru-obstruktif kronis. Sehingga dalam hal ini setiap orang harus berperan aktif untuk menjaga diri dan melindungi mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta.

“Harus betul-betul berhati-hati. Anggota masyarakat lainnya harus turut melindungi bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta,” imbau Wiku.

Berdasarkan catatan sekitar 60 persen yang positif adalah berjenis kelamin laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Laki-laki menjadi kelompok paling rentan karena mobilitas tinggi daripada perempuan.

“Maka dari itu kita harus jaga jarak dan harus disampaikan (dengan data) seperti ini,” pungkas Wiku. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditelantarkan SAHABAT Jilid I, Warga Eks Timtim Siap Menangkan SEHATI

    Ditelantarkan SAHABAT Jilid I, Warga Eks Timtim Siap Menangkan SEHATI

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Tinan ida, tinan ida ba babeik bupati ida sae mos, ami nia uma ne at, at ba babeik. Agora ai mos rahun ona, bebak mos rahun ona. Bupati ida sae mos, mai la mai, mai la mai. Ai mos dodok, too uma tohar tan tia mak la hare tan (Dari tahun […]

  • Kasus KDRT Menurun, Kemen PPPA Konsisten Dorong Layanan Saat Pandemi

    Kasus KDRT Menurun, Kemen PPPA Konsisten Dorong Layanan Saat Pandemi

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berada di rumah selama masa pandemik Covid-19 ternyata tidak menghilangkan risiko kekerasan bisa terjadi dalam rumah tangga. Meski laju pertumbuhan kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menunjukkan penurunan, namun kasus kekerasan masih terjadi dalam lingkup domestik. “Kelompok perempuan dan anak paling rentan mengalami kekerasan. Kondisi ini dapat […]

  • Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Loading

    “Kita bangga Kota Kupang dan NTT tak seperti kota besar dan provinsi lain di Indonesia,” tekan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol Nelson Quintas yang sempat pula menangkap pengedar narkoba dari India.   Kota Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kota Kupang cenderung tak seperti beberapa kota besar di Indonesia yang masif dari bahaya […]

  • Jokowi Analogikan Pertumbuhan Ekonomi Layaknya Serial Game of Thrones

    Jokowi Analogikan Pertumbuhan Ekonomi Layaknya Serial Game of Thrones

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua-Bali, gardaindonesia.id | Pada Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali, Presiden Joko Widodo menganalogikan pertumbuhan ekonomi dunia layaknya serial Game of Thrones. Di hadapan delegasi dari berbagai negara, mantan Walikota Solo itu mengisahkan sejumlah great houses dan great families bertarung hebat antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali. Perebutan […]

  • Direktorat PPKPL Transplantasi Ribuan Terumbu Karang di Flores Timur

    Direktorat PPKPL Transplantasi Ribuan Terumbu Karang di Flores Timur

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka | Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan transplantasi terumbu karang pada Sabtu, 6 Juli 2024. Kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat Kelurahan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi transplantasi karang dilakukan di Kawasan Perlindungan Terumbu Karang Larantuka. Kegiatan ini merupakan Program Direktorat […]

  • Pengembangan PLTP Ulumbu Manggarai Sangat Krusial

    Pengembangan PLTP Ulumbu Manggarai Sangat Krusial

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    PLTP Ulumbu eksisting (10 MW) yang saat ini tengah beroperasi, secara kapasitas, masih belum cukup untuk menampung kebutuhan listrik masyarakat yang semakin meningkat.   Manggarai | Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Gigih Udi Atmo, mengapresiasi Pemda Manggarai yang tetap konsisten mendukung dan bersinergi bersama PT PLN (Persero) […]

expand_less