Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Gerbong Perindo NTT Mulai Tinggalkan Melki—Johni

Gerbong Perindo NTT Mulai Tinggalkan Melki—Johni

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

SoE | Pasca-mundurnya Jonathan Nubatonis dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah  (DPW) Partai Perindo NTT berbuntut panjang. Nubatonis rela tinggalkan kursi empuk ketua DPW hanya untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA).

Gerakan balik badan Nubatonis  ini rupanya diikuti sejumlah kader partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu.

Terbaru, Ketua PAC Perindo Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS, Yoksan Tenis, dengan tegas menyatakan sikap mundur dari Partai Perindo, sekaligus mengalihkan dukungan dari Melki – Johni ke Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan saat SIAGA menghelat kampanye terbatas di desa  Tumu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS, Senin siang, 21 Oktober 2024.

“Hari ini secara resmi saya nyatakan mundur dari jabatan sebagai ketua PAC Perindo Amanuban Tengah,” tegas Yoksan Tenis.

Keputusan yang sangat berani itu diambil Yoksan untuk membuktikan bahwa Simon Petrus Kamlasi adalah harga diri orang Timor.

Bagi mereka SPK merupakan akronim dari Simon Pulang Kampung, karena itu tidak ada tempat bagi kandidat lain di TTS, kampung halaman Simon Petrus Kamlasi.

“Bapak SPK adalah putra terbaik dari TTS, karena itu kami tidak akan  pernah meninggalkan bapak SPK, walau nyawa taruhannya,” ungkap Yoksan.

Yoksan menegaskan, Ia tidak mundur seorang diri. Ribuan simpatisan partai Perindo yang ada di belakangnya “mengalir” ke SIAGA.

Menyikapi pernyataan dukungan tersebut, ketua tim Koalisi kabupaten TTS, Sandy Rupidara, mengapresiasi keberanian Ketua PAC Perindo Amanuban Tengah.

Orang Timor harus cerdas dan berani,” tegasnya.

Sandy Rupidara mengingatkan agar masyarakat NTT khususnya TTS untuk  tidak  “menjual” saudaranya sendiri. “Ingat, jangan jual leluhur kita, jangan jual tanah kita, jangan jual saudara kita SPK hanya dengan Rp50 ribu,” tekannya.

Sandy pun menegaskan masyarakat TTS untuk teguh hati memilih orang kita Simon Petrus Kamlasi menjadi gubernur NTT. (*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Rote Ndao Positif ‘Hamil versi Rapid Test’ Ini Klarifikasi Direktur RSUD Ba’a

    Pria Rote Ndao Positif ‘Hamil versi Rapid Test’ Ini Klarifikasi Direktur RSUD Ba’a

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Seorang pria asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan hamil hasil menjalani pemeriksaan tes cepat atau rapid test. Dilansir dari Kompas.com, Ariyanto Boik, pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani rapid test, saat diisolasi di rumah susun setempat. Hasil tes cepat terhadap Ariyanto yang merupakan […]

  • Penerbangan Zona Merah Dilarang, Lokal NTT Tetap Beroperasi

    Penerbangan Zona Merah Dilarang, Lokal NTT Tetap Beroperasi

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Perhubungan Provinsi NTT, yang juga Sekretaris Bidang Pengendalian Pintu Masuk Keluar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Isyak Nuka, S.T., M.M. menjelaskan tentang Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Kami perlu […]

  • 3 Paroki di Kota Kupang Gapai Bantuan Perangkat Misa dari Dokter Herman Man

    3 Paroki di Kota Kupang Gapai Bantuan Perangkat Misa dari Dokter Herman Man

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menyambangi 3 paroki guna menyerahkan bantuan perangkat misa atau liturgi dari Pemerintah Kota Kupang, pada Selasa,21 Juli 2020. Kunjungan dimulai sekitar pukul 17.00—19.00 WITA dari Paroki Santa Familia Sikumana, Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN Kolhua dan terakhir di Paroki Santu Matias Rasul Tofa. […]

  • Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman. Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran […]

  • RUU KUHP Disahkan Jadi Undang-undang

    RUU KUHP Disahkan Jadi Undang-undang

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) disahkan menjadi Undang-undang. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPR RI yang beragendakan pengambilan keputusan atas RUU KUHP pada Selasa 6 Desember 2022. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengatakan pengesahan ini merupakan momen bersejarah dalam penyelenggaraan hukum pidana di Indonesia. Setelah bertahun-tahun […]

  • Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Pria kelahiran Pulau Sabu, saat Natal 25 Desember 1906 di wilayah paling selatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, bernama lengkap Elisa Rame Herewila. Ia mengecap pendidikan di HIS Seba-Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian meneruskan pendidikannya hingga ke Makassar. Di sana, suami dari Juliana Dudu Hya ini pun ikut membentuk organisasi kebangsaan beranggotakan orang-orang […]

expand_less