Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Tenaga Kerja asal NTT yang mempunyai keinginan untuk bermigrasi melalui proses pengiriman tenaga kerja, harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Moratorium Pengiriman TKI/PMI yang dicanangkan dan dilaksanakan oleh Pemerintahan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi berdampak terhadap proses perekrutan, pelatihan dan pengirimanan tenaga kerja bersifat mengamankan dan mengawal proses pengiriman TKI/PMI.

Dijumpai usai membuka Dialog Publik AICHR (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) /Komisi Hak Asasi Manusia Antar Pemerintah ASEAN, Minggu (14/10/18) di Gedung DPD NTT, Gubernur 2 NTT mengatakan bahwa tujuan moratorium TKI/PMI sebagai berikut:

Pertama, Membenahi sistem perekrutan yang ada. Semua PJTKI yang mau mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri harus laksanakan pelatihan disini dan manfaatkan BLK yang ada. “Kalo mereka (PJTKI-red) tidak mau, Kami usir dan tidak boleh ada PJTKI di Nusa Tenggara Timur walaupun tidak semua PJTKI merekrut orang yang tidak benar,“ tegas Josef Nae Soi.

Lanjut Josef, Perjanjian kerja harus diketahui Pemerintah Daerah, kalo tidak, kami akan menghadap Menteri Tenaga Kerja atau Ketua BNP2TKI untuk melarang merekrut tenaga kerja asal NTT.

Kedua, Bekerja sama dengan Aparat Pemerintah. “Siapapun dia aparat yang merekrut secara Ilegal untuk mengirimkan tenaga kerja, apalagi dibawah umur maka akan minta kepada Pihak Kepolisian untuk ditindak tegas dan tidak bisa main-main lagi,“ tegas Gubernur 2 NTT.

Terkait dengan pemanfaatan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang belum maksimal digunakan, Gubernur 2 NTT mengatakan Moratorium juga dimaksudkan untuk membenahi bersama. “Banyak yang datang ke kami dan sampaikan bahwa akan mati karena sudah keluarkan uang untuk merekrut dan memproses pengiriman tenaga kerja. Saya bilang, You (PJTKI-red) mengingat bahwa akan mati karena sudah keluarkan uang; namun bagaimana dengan saudara-saudara kita yang pulang dalam peti ?, karena 1 (satu) orang saja adalah nyawa manusia,“tandas Josef Nae Soi.

Gubernur 2 NTT mengajak untuk membenahi bersama pengiriman tenaga kerja, karena tidak tutup selamanya; karena Moratorium TKI berarti kita benahi bersama pengiriman tenaga kerja termasuk jalan-jalan tikus pengiriman TKI. “Tentunya kami sebagai Pemerintah harus bekerja keras untuk menyiapkan lapangan kerja dan siapkan perangkat di daerah bersama Bupati memberdayakan ekonomi masyarakat,“ pungkas Gubernur 2 NTT. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Tetapkan Partai Peserta Pemilu 2024

    KPU Tetapkan Partai Peserta Pemilu 2024

    • calendar_month Rab, 14 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 17 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh menjadi peserta Pemilu 2024. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 518 Tahun 2022. “Partai politik yang menjadi peserta pemilu nasional ditetapkan 17 partai politik dan partai politik lokal Aceh untuk […]

  • Chris Liyanto versus Rafi, Kuasa Hukum Bank Christa Jaya Ancam Lapor Balik

    Chris Liyanto versus Rafi, Kuasa Hukum Bank Christa Jaya Ancam Lapor Balik

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Polemik hubungan bisnis jual beli mobil antara pihak BPR Christa Jaya Perdana (BPR CJP) dan Rahmat, S.E. alias Rafi makin memanas. Semakin memanas dengan dilaporkannya pihak BPR CJP oleh Rafi ke pihak berwajib dengan tuduhan dugaan pencurian aset milik Rafi. Menyikapi polemik bisnis hingga menjadi polemik hukum tersebut, Pihak BPR CJP […]

  • Dalil Antar Ponakan di Masa Tenang, Warga Renrua Amankan Mobil Dinas Kominfo Belu

    Dalil Antar Ponakan di Masa Tenang, Warga Renrua Amankan Mobil Dinas Kominfo Belu

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Pemerintah Daerah Belu, Stefen Bele Bau (SBB) berdalil menghantar keponakan lima orang mahasiswa menggunakan mobil dinas plat merah, dengan nomor polisi DH 1072 WF ke Dusun Lalere, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa sore, 8 Desember 2020. […]

  • Luna Maya Renovasi Sekolah Tak Layak di Nusa Tenggara Timur

    Luna Maya Renovasi Sekolah Tak Layak di Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 1Komentar

    Loading

    Waingapu | Luna Maya menjadi salah satu selebriti yang memiliki jiwa sosial tinggi. Terbukti dari dirinya yang menaruh perhatian lebih pada dunia pendidikan. Luna Maya, melalui yayasan pribadinya menggalakkan program bantuan renovasi sekolah di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, terluar). Ia bahkan memiliki yayasan sendiri yang dinamai Luna Nawasena. Dengan yayasan tersebut, kekasih Maxime Bouttier […]

  • Namas Salon, Unit Usaha Baru Bank Christa Jaya

    Namas Salon, Unit Usaha Baru Bank Christa Jaya

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kecenderungan wanita di Kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memanjakan dan mempercantik diri di salon hingga berkunjung ke Surabaya dan Jakarta, menjadi alasan utama bagi Bank Christa Jaya membuka usaha salon. Sebagai unit usaha baru, salon yang diberi nama Namas (bahasa Dawan Timor) artinya “Cantik” tersebut berlokasi di […]

  • Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Entah apa kriteria Negara Gagal versi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sang Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI. Dalam pemberitaan yang beredar tidak jelas disebutkan. Hanya dikatakan bahwa Ibas mengkritik cara pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun. Bahkan Ibas dikabarkan khawatir jikalau RI dianggap menjadi negara gagal atau […]

expand_less