Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 23 Nov 2018
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Bali, gardaindonesia.id | I Wayan Koster, Gubernur Bali menerima kunjungan Konjen Tiongkok, Gou Haodong yang didampingi dua orang stafnya di kediamannya ,Jayasaba Denpasar, Jumat (23/11/18). Gubernur Koster yang didampingi oleh Wakil Gubernur Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A.Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya pada kesempatan tersebut memaparkan kebijakan pembangunan pariwisata Provinsi Bali 5 tahun kedepan.

Gubernur Koster menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali akan menata secara menyeluruh penyelenggaraan kepariwisataan yang ada di Bali yang berbasis budaya yang berkualitas. Selain itu Koster juga menjelaskan pembangunan Pariwisata yang berkaitan dengan pengembangan destinasi pariwisata, produk pariwisata, promosi pariwisata, dan peningkatan pelayanan pariwisata secara berkualitas.

“Terkait dengan kebijakan tersebut, semua pihak yang ikut dalam penyelenggaraan Pariwisata Bali harus mengikuti aturan hukum serta kebijakan yang berlaku di Bali dengan disiplin, tertib, dan bertanggung jawab untuk menjaga citra Pariwisata Bali dan Indonesia,”paparnya.

Dalam pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, ramah, santai tersebut Koster juga menjelaskan tentang kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang melakukan penertiban kepada pengusaha jasa pariwisata yang illegal (tidak memiliki ijin), maupun terhadap perusahaan berijin namun usahanya menyimpang dari perijinan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dengan mengeluarkan Surat Gubernur yang memerintahkan Bupati dan Walikota SeBali untuk melakukan penertiban sesuai kewenangannya.

Keluarnya Surat Gubernur Bali setelah mendapat rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali yang meminta agar Gubernur Bali melakukan penertiban secara tegas. Dengan Surat tersebut penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali berlaku untuk semua pengusaha jasa pariwisata dari semua negara termasuk yang diselenggarakan oleh pengusaha lokal Bali, tidak hanya pengusaha dari Tiongkok, artinya kebijakan tersebut sama sekali tidak dilakukan secara diskriminatif.

Berkenaan dengan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali tersebut, Gubernur Koster menyampaikan kepada Konjen Tiongkok agar kebijakan tersebut tidak diartikan mengganggu hubungan dan kerjasama antar dua negara yang selama ini telah berjalan dengan baik; tapi semata mata hanya dilakukan untuk pengusaha yang melakukan praktek tidak sehat dan melanggar peraturan hukum yang merusak citra pariwisata.

Gubernur Bali juga menyampaikan agar hubungan dan kerjasama antar Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok berlangsung semakin baik dan kuat dimasa yang akan datang.

Konjen Tiongkok Gou Haodong merespon dengan baik apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali. Konjen Tiongkok mewakili Pemerintah nya menyatakan sangat mendukung kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali yang dilakukan secara tegas terhadap pengusaha yang ilegal dan merusak citra pariwisata Bali.

Bahkan Konjen Tiongkok menilai bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Bali merupakan tindakan yang sangat berani dan baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali. Kebijakan ini sangat penting dilakukan terhadap pengusaha yang ilegal, meskipun jumlah pelakunya belum banyak, dengan penertiban ini maka pengusaha yang ilegal tidak mempunyai tempat untuk melakukan aktifitas usahanya, jangan sampai pengusaha yang ilegal seperti itu semakin bertambah di Bali, karena akan memperburuk dan merusak citra pariwisata Bali. Kebijakan penertiban tersebut justru akan meningkatkan kualitas pariwisata Bali.

Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa Pemerintah Tiongkok akan mengawasi dan menertibkan pengusaha jasa pariwisata yang ilegal di Tiongkok dan memiliki jaringan dengan pengusaha lokal Bali. Bahkan Kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali adalah sangat penting untuk memperkuat pariwisata sebagai pilar perekonomian masyarakat Bali dan meningkatkan kerjasama bidang pariwisata antar pemerindah Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok.

6 (enam) unsur yang dibutuhkan Wisatawan Tiongkok

Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa ada enam unsur yang dibutuhkan oleh wisatawan Tiongkok:

1) Makanan yang berkualitas termasuk diharapkan supaya disediakan kuliner Bali.

2) wisatawan Tiongkok memerlukan akomodasi hotel yang memadai dan berkualitas untuk menampung para wisatawan dari Tiongkok sesuai kebutuhannya masing-masing mulai dari hotel bintang 5, bintang 4, sampai bintang 3.

3) Wisatawan Tiongkok membutuhkan transportasi yang kualitasnya baik, dan dilengkapi dengan AC.

4) Wisatawan Tiongkok membutuhkan destinasi pariwisata yang baik dan bervariasi yang menampilkan ciri alam dengan budaya yang indah serta beragam; jangan hanya menikmati Pura Besakih, Pura Tanah Lot dan Pura Uluwatu, tapi juga destinasi pariwisata seperti di kabupaten lain Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Klungkung. Destinasi wisata dan budaya yang dilihat oleh wisatawan Tiongkok saat ini sesungguhnya masih sangat sedikit, masih banyak destinasi wisata dan budaya yang belum dilihat oleh wisatawan Tiongkok.

5) Wisatawan Tiongkok juga perlu melihat pentas seni masyarakat Bali, upacara keagamaan masyarakat Bali dan memerlukan oleh-oleh hasil kerajinan masyarakat Bali untuk dibawa pulang kenegaranya.

6)Konjen Tiongkok juga menyarankan agar dibuat paket wisata selama beberapa hari di Bali yang berisi program kunjungan ke destinasi wisata, menyaksikan pementasan seni Bali, menyaksikan kegiatan keagamaan masyarakat Bali dan mengunjungi toko-toko yang menjual industri kerajinan rakyat Bali. Dengan paket kunjungan tersebut, wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali adalah wisatawan yang berkualitas, yang memiliki cukup uang untuk bisa berwisata, berbelanja kuliner dan hasil kerajinan masyarakat Bali. Dengan paket seperti ini, tidak mungkin ada travel yang menjual paket wisata dengan harga murah seperti sekarang ini yaitu menjual paket wisata ke Bali dengan harga 800.000 selama 5 hari, pasti uangnya tidak cukup untuk beli tiket, bayar hotel, beli makanan dan oleh-oleh.

Konjen Tiongkok bersedia diundang untuk membantu Pemerintah Bali memperbaiki kualitas pelayanan pariwisata, kemudian mempromosikan wisata Bali kepada masyarakat di Tiongkok.

Menanggapi masukan pemikiran dan tawaran Konjen Tiongkok, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas pengertian, dukungan dan perhatiannya yang sangat baik terhadap kebijakan Gubernur Bali. Gubernur Bali menyampaikan bahwa saat ini sedang disiapkan kebijakan penataan secara menyeluruh kepariwisataan Bali yang akan diatur dengan peraturan daerah Provinsi Bali untuk membenahi secara total pelayanan kepariwisataan untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas.

Sehubungan dengan itu Gubernur Bali meminta Konjen Tiongkok untuk meningkatkan kerjasama yang lebih baik kedepan khususnya mendatangkan wisatawan Tiongkok dalam jumlah yang lebih banyak tapi berkualitas. Selain itu Gubernur Bali juga mohon dukungan untuk pembangunan infrastruktur. (*/Tim IMO)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis, 22 Agustus 2019 meresmikan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) Berhasil Langgeng Kencana yang beralamat di jalan Manafe, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur VBL mengharapkan agar BLK-LN ini mampu menciptakan para tenaga kerja yang berkualitas. “Tugas lembaga […]

  • Budidaya Ikan Kerapu di Mulut Seribu, Pemprov NTT Sedia Anggaran 50 Miliar

    Budidaya Ikan Kerapu di Mulut Seribu, Pemprov NTT Sedia Anggaran 50 Miliar

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Saat mengunjungi kawasan wisata Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 21 Agustus 2020; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengembangan wisata di sana. “Kita akan siapkan anggaran 50 M untuk membantu masyarakat dalam pengembangan 40-an keramba dalam rangka pembudidayaan ikan kerapu. Juga […]

  • Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan […]

  • Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

    Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Relawan Matahari NTT yang terdiri dari ratusan aktivis Muhammadiyah yang pernah berkecimpung di berbagai organisasi otonom bentukan Kyai Haji Ahmad Dahlan, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiah (NA), menyatakan dirinya mendukung Simon Petrus Kamlasi dan Andrianus Garu (SIAGA) pada perhelatan pilkada serentak 27 November 2024. […]

  • PSBB di Jawa Tengah ala Gubernur Ganjar Pranowo

    PSBB di Jawa Tengah ala Gubernur Ganjar Pranowo

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi penyebaran Covid-19, diterapkan dengan pendekatan berbeda, seperti Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa kunci dari pengaturan di tengah pandemi ini adalah kontrol pemerintah dan kesadaran masyarakat. Ia mencontohkan Bupati Banyumas melakukan kontrol dengan hadir langsung […]

  • Toko Adat & Pemilik Lahan Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    Toko Adat & Pemilik Lahan Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Pemberdayaan potensi panas bumi melalui proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5—6 di Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berangsur memeroleh dukungan dari berbagai kalangan masyarakat sekitar wilayah pengembangan. Kesadaran warga setempat akan pentingnya […]

expand_less