Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Gubernur NTT Viktor Laiskodat : Ini Beda antara Pemimpin dan Pejabat

Gubernur NTT Viktor Laiskodat : Ini Beda antara Pemimpin dan Pejabat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 3 September 2019, sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi NTT masa jabatan 2019—2024 diambil Sumpah/Janji dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD NTT yang dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wagub NTT Josef Nae Soi, Bupati/Wakil Bupati Se-NTT dan unsur Forkompinda NTT.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh anggota DPRD Provinsi NTT masa jabatan 2019—2024. “Walaupun baru satu tahun, tapi ada kenangan yang terindah dengan anggota DPRD Provinsi NTT Periode 2014—2019. Saya dan Wakil Gubernur NTT terkadang agak emosi atas kritikan dari teman-teman dewan,” ujar Gubernur Viktor.

Lanjutnya, “Saya bilang kalau politik tidak konfrontasi tidak enak tapi tentunya kritikan yang disampaikan menunjukkan identitas intelektual yang bersangkutan”.

Gubernur Viktor Laiskodat juga berharap agar kehadiran anggota DPRD Provinsi NTT Periode 2019—2024 membawa energi positif dalam membangun Provinsi NTT yang kita cintai.

Menurut Viktor Laiskodat, tantangan tidak perlu diperdebatkan karena NTT semuanya tantangan, hambatan juga ada. Sebagai provinsi termiskin ketiga, semuanya memenuhi syarat hambatan dan tantangan.

“Tapi kita diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk menyelesaikan segala sesuatu dalam peradaban kita, masa depan dan seluruh generasi yang akan datang akan bangga bahwa mereka pernah mempunyai pemimpin yang mampu memberikan berpikir intelektual, mampu melayani dengan kemampuan yang luar biasa dan berani mengambil keputusan hebat untuk kepentingan masa yang akan datang,” tegas mantan Anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini dengan penuh semangat.

“Itu pemimpin…Itu pemimpin bukan pejabat!,” imbuh Gubernur NTT

Tambahnya, manusia yang memberikan intelektualnya, keberaniannya dan bahu membahu memberikan pelayanan untuk membantu sesama. “Saya lihat secara sungguh-sungguh dalam satu tahun bersama dengan DPRD Provinsi NTT dalam berbagai seni berpolitik mereka telah mempersembahkan untuk hal itu,” bebernya.

Provinsi ini, pungkas Gubernur Viktor, tidak perlu saling menggigit karena sesungguhnya gigitan itu hanya tinggal tulang.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Selmata & The Bride’ Berbagi Kasih Natal Bersama Anak Panti Asuhan

    ‘Selmata & The Bride’ Berbagi Kasih Natal Bersama Anak Panti Asuhan

    • calendar_month Ming, 16 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Yayasan Selendang Mama Beta (Selmata) dan Persekutuan Doa The Bride Berbagi Kasih dalam Kebersamaan Natal bersama anak panti asuhan yang berada di seputar Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu/15/12/18 pukul 18.00 WITA—selesai. Mengambil lokasi di Aula Sekolah Kepolisian Negara(SPN) Kupang, Selmata dan The Bridge menghadirkan sebanyak 200 anak-anak dari 6 (enam) […]

  • Status Warga Negara Agnes Mo? Ditjen Imigrasi Perlu Lakukan Pengecekan

    Status Warga Negara Agnes Mo? Ditjen Imigrasi Perlu Lakukan Pengecekan

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Hikmahanto Juwana “Karena saya sebenarnya tidak memiliki darah Indonesia sama sekali. Jadi saya sebenarnya adalah orang Jerman, Jepang dan China. Saya hanya lahir di Indonesia,” ungkap Agnez Mo yang mengejutkan khalayak publik saat Agnez Mo menjalani wawancara eksklusif bersama Kevan Kenney diundang di studio BUILD Series. (Kutipan dari laman m.merdeka.com) Ungkapan wawancara Agnes Monica […]

  • Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    • calendar_month Rab, 2 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang Inflasi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bank Indonesia memotret inflasi kelompok volatile food Juni 2023 menurun dibandingkan dengan perkembangan Mei 2023. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 0,44% (month to month [mtm]), lebih rendah Mei 2023 sebesar 0,49% (mtm). Menilik kondisi tersebut, maka Bank Indonesia Perwakilan NTT menghelat tanam […]

  • Gugus Tugas Nasional Luncurkan Sistem Informasi Bersatu Lawan Covid (BLC)

    Gugus Tugas Nasional Luncurkan Sistem Informasi Bersatu Lawan Covid (BLC)

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan peluncuran awal sistem informasi Bersatu Lawan Covid (BLC). Peluncuran ini disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Bakti Bawono Adisasmito saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas, Graha BNPB, Jakarta pada Senin, 27 April 2020. Bersatu Lawan Covid (BLC) merupakan sistem informasi terintegrasi […]

  • Oknum Bhabinkamtibmas Desa Lookeu Aniaya Warga Tasifeto Barat

    Oknum Bhabinkamtibmas Desa Lookeu Aniaya Warga Tasifeto Barat

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 1Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Anggota Polsek Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Valentinus Pada yang adalah Bhabinkamtibmas Desa Lookeu berulah lagi dengan menganiaya Hendrik Haman, warga Dusun Halilulik B, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat pada Selasa malam, 15 Februari 2022. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/02/16/bhabinkamtibmas-di-belu-tempeleng-warga-desa-lookeu/ Korban Hen Haman, menceritakan bahwa pelaku […]

  • Mahkamah Konstitusi Tiadakan “Pemilu Lima Kotak” Mulai Tahun 2029

    Mahkamah Konstitusi Tiadakan “Pemilu Lima Kotak” Mulai Tahun 2029

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Mahkamah Konstitusi juga menilai penyelenggaraan pemilu secara berdekatan menimbulkan beban berat bagi penyelenggara, berisiko menurunkan kualitas pemilu, memicu kejenuhan pemilih.   Jakarta | Mahkamah Konstitusi memutuskan mulai pada Pemilu 2029, pemilihan umum nasional dan daerah tidak lagi diselenggarakan secara serentak dalam satu waktu seperti model “lima kotak” yang selama ini berlaku. Pemilu nasional untuk memilih […]

expand_less