Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Gubernur VBL Dorong Pertumbuhan Budi Daya 1 Juta Ikan Kerapu di Ngada

Gubernur VBL Dorong Pertumbuhan Budi Daya 1 Juta Ikan Kerapu di Ngada

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Loading

Ngada, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sangat serius dalam memperhatikan sektor perikanan dan kelautan di Provinsi NTT. Buktinya, di sela-sela kunjungan kerja (kunker) di wilayah Flores khususnya di Kabupaten Ngada, pada Kamis, 25 Juni 2020.

Gubernur VBL didamping Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada mengunjungi dan melihat dari dekat budi daya sejuta Ikan Kerapu di Wae Kelambu Desa Sambi Rasa Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

“Sekarang ada satu juta ikan kerapu di Wae Kelambu. Kita beranggapan, misalnya yang gagal atau mati sekitar 300 ribu ekor. Maka masih ada 700 ribu di sini. Nah, 700 ribu ini kita anggap yang paling murah, dijual Rp.100.000 per ekor. Itu berarti di sini ada sekitar Rp.70 miliar; hari ini, di sini,” ucap Gubernur VBL, bernada optimis.

Karena itu, sebut Gubernur VBL, jika pihak Pemprov NTT melepas atau membudidayakan lagi sekitar tiga juta ekor maka mari hitung. “Kita anggap saja 30% hilang maka masih ada 2,1 juta ekor. Maka ada sekitar Rp 140—300 miliar ada di sini, di Wae Kelambu ini. Belum lagi kalau hasil ikan kerapu ini bekerja sama dengan pihak restoran dan sebagainya,” tegas Gubernur sembari menambahkan, “ Ikan kerapu ini di bisnisnya, kalau masuk di restoran maka harganya sekitar Rp.2 juta per ekor.”

Di tempat terpisah, Pengelola Tambak Ikan Kerapu Wae Kelambu, Anshari Ashar mengaku, pihaknya selama ini mengalami kesulitan pakan ikan. “Selama ini di Wae Kelambu ini kami kesulitan pakan ikan,” kata Ashar.

Padahal menurut dia, kebutuhan pakan ikan kerapu cukup tinggi. “Untuk kebutuhan pakan ikan kerapu selama ini, kami ambil dari pakan ikan lokal dan pakan ikan yang dibeli pada sejumlah ruko di Bajawa, Kabupaten Ngada. Karena itu, kami mengharapkan dukungan Pemprov NTT terutama pembiayaan untuk membeli pakan ikan. Jika tidak maka ikan kerapu yang ada di sini sulit tumbuh dan berkembang; karena kekurangan pakan,” sebut Ashar, beralasan.

Sesuai agenda, Gubernur VBL bersama rombongan pada Jumat pagi, 26 Juni 2020, bertatap muka bersama masyarakat di Kantor Camat Riung Kabupaten Ngada dan usai santap siang bersama, Gubernur bersama rombongan bertolak menuju Mbay Kabupaten Nagekeo. (*/rb)

(Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Kompetensi Dasar CASN Kumham NTT 2021 Terap Prokes Ketat, Ini Pesan Tegas Kakanwil Merci Jone

    Seleksi Kompetensi Dasar CASN Kumham NTT 2021 Terap Prokes Ketat, Ini Pesan Tegas Kakanwil Merci Jone

    • calendar_month Sen, 18 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 1.194 peserta calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021 pada Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) NTT mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan sistem computer assisted test (CAT) tanggal 18 Oktober 2021 di auditorium Kampus Undana Kupang. Sesi tes terdiri atas 3 sesi seleksi dilaksanakan pada pukul 08.00 WITA, 11.00 […]

  • Mahfud MD : Kritik Pers Jadi Modal Pemerintah Rumuskan Kebijakan

    Mahfud MD : Kritik Pers Jadi Modal Pemerintah Rumuskan Kebijakan

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | Pers bagi Mahfud MD, memiliki kedudukan sangat penting dan dibutuhkan dalam menjalankan berbagai tugas sebagai pejabat negara. Berbagai hal yang diberitakan atau yang dikritik oleh pers, bukan hanya menjadi masukan, tapi menjadi modal dalam merumuskan kebijakan. Demikian salah satu petikan keynote speech dari Menko Polhukam Mahfud MD, dalam diskusi Anugerah Dewan […]

  • Ingin Disegani Saat Bicara, Latih Tatapan Lebih Dulu

    Ingin Disegani Saat Bicara, Latih Tatapan Lebih Dulu

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle logikafilsuf
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Loading

    Banyak orang berusaha keras agar kata-katanya terdengar meyakinkan, tapi lupa bahwa sebelum suara keluar, mata sudah lebih dulu berbicara. Tatapan adalah bahasa pertama dari wibawa. Dalam psikologi komunikasi nonverbal, 55% kesan pertama seseorang dibentuk bukan oleh isi kata-katanya, tetapi oleh bahasa tubuh termasuk cara menatap. Menariknya, orang yang memiliki kontrol terhadap tatapannya bukan hanya terlihat […]

  • NTT Menuju Sekolah Gratis, Draf Pergub Digodok Bersama Ombudsman

    NTT Menuju Sekolah Gratis, Draf Pergub Digodok Bersama Ombudsman

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton kepada media menyampaikan bahwa peraturan gubernur ini sudah mengakomodasi keluhan masyarakat NTT terkait pungutan pendidikan selama ini.   Kupang | Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT menyambut gembira dan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh jajaran karena draf Peraturan Gubernur NTT tentang Pendanaan Pendidikan yang […]

  • Rizieq Shihab Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

    Rizieq Shihab Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Ming, 13 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polda Metro Jaya resmi menahan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selama 20 hari ke depan setelah melakukan pemeriksaan sekitar 11 jam pada Sabtu, 12 Desember 2020. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan dua alasan mendasar mengapa Rizieq harus ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Alasan […]

  • Menteri PPPA Prof Yohana: ‘Akhiri..! Perdagangan Orang’

    Menteri PPPA Prof Yohana: ‘Akhiri..! Perdagangan Orang’

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Serang,gardaindonesia.id – Komitmen Pemerintah Indonesia sangat tinggi dalam pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal ini terlihat dari lengkapnya kerangka regulasi dan pelembagaan penanganannya di tingkat pusat dan daerah sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) gencar melakukan upaya peningkatan pemahaman […]

expand_less