Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » HAM (Hak Asasi Munarman) : Logika Akal Sehat & Logistik Akal Bulus

HAM (Hak Asasi Munarman) : Logika Akal Sehat & Logistik Akal Bulus

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 2 Mei 2021
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Jangan heran kalau mereka yang membela Munarman di ruang publik atau media sosial itu tidak memedulikan HAM dari masyarakat yang tidak berdosa, yang kerap jadi korban aksi terorisme.

Mereka hanya peduli HAM versi mereka sendiri dengan menge-klaim bahwa cara penangkapan Munarman yang sampai ketinggalan sendalnya serta ditutup matanya itu berlebihan dan kurang kerja. Bagi mereka HAM adalah Hak Asasi Munarman!

Lha memang begitu ‘kan cara berpikir dan bersikapnya kelompok teroris. Kelompoknyalah yang memonopoli kebenaran menurut cara interpretasi mereka. Pokoknya semau-maunya sendiri.

Entah itu teroris yang pakai bom maupun teroris verbal yang bergerilya di media sosial untuk propaganda, menyebar kebohongan, dan intimidasi. Bahkan sampai ada yang bermisi untuk membunuh karakter seseorang.

Mereka yang membela Munarman seperti Fadli Zon, Andi Arief, Mardani Ali Sera, MCA, Amnesti Internasional, Komnas HAM dan Gerakan Pemuda Kristen (ini ormas apa?) dengan lantang membela Hak Asasi Munarman, Sang Penyiram. Di media sosial mereka ini akan dengan kepala batu alias ngeyel bin mbalelo bakal terus fokus pada segmen penggelandangan Munarman (isu sendal dan penutup mata). Walau penutup mata itu adalah SOP penangkapan seorang teroris. Dan Munarman memang ditangkap dengan sangkaan terorisme. Tentang itu mereka tidak akan peduli.

Dari pantauan narasi yang beredar di media sosial (medsos) dikabarkan ada kelompok yang memang dibayar untuk terus mengeyel membela Munarman dan terus menghajar Jokowi serta pendukungnya. BuzzeRp, istilahnya.

Rupanya Jokowi masih dianggap sebagai tonggak penghalang utama gerakan mereka. Mereka itu siapa dan gerakan apa? Ya siapa lagi kalau bukan bohir-bohir yang selama ini punya kepentingan dengan gerakan skenario hitam mereka. Apa skenario hitam itu?

Skenario hitam itu adalah rancangan mempertahankan hasil bancakan masa lalu, upaya melanggengkan bancakan masa kini (lewat penggarongan APBN, APBD, BUMN, Mafia Migas, Mafia Alkes, Mafia Impor, dan lain-lain) supaya bisa terus bertahan selama mungkin ke masa depan.

Mafia 3C-Plus (Cendana, Chaplin, Cikeas, Plus Oknum Parpol Penguasa) ini memang licin, laksana belut dilumuri oli. Mereka bergerak lewat berbagai antek-anteknya. Siapa antek-anteknya? Ya mereka yang barusan ditangkap serta mereka yang berkicau membela.

Gerakan radikalisme berbasis agama tertentu beserta derivatifnya dimanfaatkan (ditunggangi) oleh para gembong ini. Setidaknya mereka bisa saling berkelindan dengan prinsip simbiosis-mutualisme.

Selama saling menguntungkan mereka akan berkolaborasi, tatkala sudah tak dibutuhkan mereka tak sungkan-sungkan untuk saling tikam. Jangan pandang enteng, ditengarai bahwa para mafia ini juga punya jejaring di lembaga eksekutif, legislatif sampai yudikatif. Parpol-parpol pun dijadikan mabes (markas-besar) untuk menarik tali-tali (pulling the string) dari boneka-boneka Stromboli mereka yang sudah dipasang di berbagai pos (kementerian, pemda, BUMN, dan lain-lain).

Setoran dana preman sejak dulu sampai sekarang diduga mesti dan masih mengalir dan bermuara ke gembong mafia 3C-Plus. Ini semacam sistem upeti (tributary system) ala Kartel Kolombia sana.

Para mafia kelas yang lebih rendah kastanya seperti mafia petral, mafia bansos, mafia lelang jabatan, mafia impor (gula, jagung, kedelai, daging, bawang, garam, beras, alkes, minyak, dan lain-lain), mafia anggaran (APBN, APBD, Otsus), sampai ke ormas-ormas oportunis berbungkus jubah mesti ikut menari dalam irama genderang yang ditabuh para gembong mafia 3C-Plus. Dengan demikian mereka “terlindungi” oleh payung hitam para gembong.

Jadi bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan?

Mesti ada disrupsi terhadap tatanan politik yang ada. Ya disrupsi politik, lantaran politiklah yang sementara ini jadi panglima, hukum adalah yang kedua, dan ekonomi di urutan ketiga. Politik, Hukum dan Ekonomi, segitiga emas pengendali jalannya Republik.

Lalu di mana publik? Bukankah dalam kata Republik (Res-Publica) itu artinya urusannya publik? Ya, publik bagi mereka adalah sekedar alat justifikasi eksistensi politik mereka, dan kemudian memperalat hukum dan ekonomi untuk menipu dan memeras mereka. Itu saja.

Fenomena Gus Dur adalah disrupsi pertama pasca-orba yang sayangnya hanya berjalan singkat lantaran konspirasi tatanan lama masih kuat untuk saling berkelindan untuk menjatuhkannya. Bacalah buku “Menjerat Gus Dur” yang ditulis oleh jurnalis Virdika Rizky Utama.

Disusul oleh fenomena Jokowi sebagai disrupsi kedua pasca-orba yang sukses memasuki periode keduanya yang seyogianya “tanpa beban” politik. Popularitas serta elektabilitasnya yang tinggi telah memaksa “Geng Anak Menteng” menyerah dan “membiarkan” Jokowi yang tampil, paling tidak untuk dua periode terakhir ini.

Namun, Jokowi mesti dengan cerdik berselancar di atas banyak jebakan-jebakan politik yang dipasang oposisi, maupun koalisi palsu alias musuh dalam selimut yang saat ini sedang fokus dengan Pemilu 2024 ketimbang tugas utamanya sebagai pembantu presiden.

Dengan taktis Jokowi – lewat berbagai instrumennya – mesti melawan siasat licik para gembong 3C-Plus ini. Ia memang mesti bermain cantik, sambil terus membakar semak para “anjing penggigit” (attacking dogs)-nya para gembong mafia politik ini (3C-Plus). Koruptor dana bansos maupun benur lobster yang nota-bene adalah kader parpol yang berada dalam jajaran kabinetnya pun disikat tanpa tedeng aling-aling. Itu sinyal keras yang dikirim Jokowi.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Kristen itu dipasang oleh Jokowi untuk mendidik bangsa ini tentang esensi NKRI yang Bineka Tunggal Ika, sekaligus signal yang dikirim ke arah kelompok radikal bahwa ia tidak bisa didikte. Dan rupanya sang Kapolri baru ini juga cerdas dan berani, bersama panglima TNI ia sekarang bakal membabat habis kelompok-kelompok separatis yang dicurigai sengaja dipelihara oleh oknum-oknum tertentu lewat jejaring lokal maupun interlokal.

Jadi intinya, kita juga mesti cerdas dan berani. Jangan mau ikut menari dalam genderang yang ditabuh oleh gembong mafia politik itu. Mereka – lewat semua anteknya di lapangan – akan terus menyebar hoaks, ngeyel di media (medsos maupun mainstream).

Jadi, ya lawan terus, caranya? Caranya dengan terus menyebar kebenaran, dan tidak takut dengan intimidasi (teror) mereka. Karena mereka memang teroris (tukang teror), penebar ketakutan, lewat teror fisik maupun teror verbal.

Para penyebar hoaks ini memang tak perlu logika dan akal sehat, mereka hanya perlu logistik dan akal bulus.

Minggu, 2 Mei 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama (*/ilustrasi/google image)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Jenazah Prajurit TNI Korban Baku Tembak Trans Papua Dipulangkan

    3 Jenazah Prajurit TNI Korban Baku Tembak Trans Papua Dipulangkan

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | 3 Prajurit TNI yang gugur dalam baku tembak dengan pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga pada Kamis/7 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 WIT, dipulangkan ke daerah asal masing-masing. 3 Prajurit TNI tersebut gugur dalam menjalankan tugas pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kab. Nduga […]

  • Mutasi Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Lantik 36 Pejabat Struktural

    Mutasi Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Lantik 36 Pejabat Struktural

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 36 Pejabat Struktural Lingkup Pemerintah Kota Kupang dilantik/diambil Sumpah Jabatan oleh Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. pada Jumat, 10 Januari 2020 di Lantai I Balai Kota Kupang. Hadir dalam prosesi pelantikan tersebut antara lain Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan […]

  • 9 Perusak Masjid Ahmadiyah di Kalbar Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka

    9 Perusak Masjid Ahmadiyah di Kalbar Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Masjid Ahmadiyah hingga bangunan di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) dirusak dan dibakar ratusan orang. Polisi menetapkan 9 orang sebagai tersangka perusakan Masjid Ahmadiyah. “Kita sudah tetapkan 9 orang sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go, pada Senin, 6 September 2021. Kombes Donny mengatakan kesembilan orang itu […]

  • Pojok Pajak KPP Pratama Kupang Pecut Warga Sadar Pajak

    Pojok Pajak KPP Pratama Kupang Pecut Warga Sadar Pajak

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang membuka layanan Pojok Pajak di area car free day (CFD) Kota Kupang, Jalan El Tari pada Sabtu, 24 Februari 2024. Kepala KPP Pratama Kupang Ni Dewa Agung Ayu Sri Liana Dewi menyatakan layanan Pojok Pajak merupakan sarana penyuluhan dan pelayanan perpajakan bagi masyarakat dalam melaksanakan […]

  • Putri Ariani Inspirasi Besar Bagi Generasi Muda Indonesia

    Putri Ariani Inspirasi Besar Bagi Generasi Muda Indonesia

    • calendar_month Kam, 15 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 2Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mendorong generasi muda Indonesia untuk terus bekerja keras dan memiliki kemauan untuk menampilkan bakat-bakat emas yang dimiliki dengan percaya diri. Demikian disampaikannya usai menerima kunjungan Putri Ariani, penyanyi Indonesia sekaligus peraih golden buzzer pada ajang America’s Got Talent (AGT) 2023 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 14 Juni 2023. “Kadang-kadang […]

  • Anak “GENIUS” Siap Meriahkan Hari Anak Nasional 23 Juli 2018

    Anak “GENIUS” Siap Meriahkan Hari Anak Nasional 23 Juli 2018

    • calendar_month Sel, 17 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Dalam upaya menjamin pemenuhan hak anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi sesuai harkat dan martabat serta hak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, Pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Untuk itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan menyelenggarakan Peringatan HAN 2018 yang mengangkat […]

expand_less