Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

Loading

Berau-Kaltim,gardaindonesia.id – Tingkat kekerasan pada anak sudah sangat mengkuatirkan. Hasil penelitian Plan International dan ICRW tahun 2015 menunjukkan bahwa 84% pelajar di Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah. Sedangkan catatan KPAI, 1700-an kasus kekerasan pada anak terjadi setiap tahunnya. Faktanya, cukup banyak dari kasus kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum guru. Motifnya, menjadikan hukuman yang dibungkus tindak kekerasan sebagai metode pendisiplinan pada siswa.

“Selama ini guru dan orang tua meyakini bahwa penggunaan hukuman baik fisik maupun psikis efektif dalam membentuk perilaku anak atau siswa menjadi disiplin, padahal sebaliknya, anak bisa saja meniru kekerasan tersebut. Itu bisa memicu mereka melakukan kekerasan dalam rumah tangga dikemudian hari,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Menyikapi masih kerapnya terjadi kekerasan di lingkungan sekolah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Berau dan Yayasan Nusantara Sejati, menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Disiplin Positif dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Anak di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur (18/9).

“Sosialisasi Disiplin Positif ini sangat penting untuk meningkatkan komitmen dan mendorong Kementerian / Lembaga serta masyarakat Kabupaten Berau agar beperan lebih aktif untuk bersama melindungi anak. Sebab, pemenuhan hak anak harus dilakukan secara holistik agar terwujud Anak Indonesia yang terlindungi, sehat fisik dan mental tanpa kekerasan,” jelas Menteri Yohana.

Saat berbicara dalam Sosialisasi Disiplin Positif di Kabupaten Berau, Menteri Yohana menyebutkan ada pendekatan lain yang dapat diterapkan guru dan tenaga pendidik dalam menumbuhkan kedisiplinan pada diri siswa tanpa kekerasan, yakni melalui disiplin positif. Guru mempunyai kewenangan yang cukup besar untuk membentuk anak. Penerapan disiplin positif sebagai budaya mendorong kemampuan anak dalam mengelola perilakunya secara positif dengan membangun nilai kedisiplinan secara mandiri, bukan melalui kekerasan atau hukuman.

“Penting bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, komite sekolah dan guru-guru untuk memahami disiplin positif sehingga dapat membangun pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah tanpa kekerasan, dan penerapannya harus dilakukan secara konsisten. Sebab anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Jadi melalui sosialisasi ini saya pesan, jangan sampai ada potensi kekerasan terjadi di lingkungan sekolah” pesan Menteri Yohana. (*/PM PPPA + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

    Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020. “Jadi pada hari ini, pak Kapolri keluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan […]

  • Cegah Gangguan Listrik, PLN NTT Ajak Masyarakat Pangkas Pohon

    Cegah Gangguan Listrik, PLN NTT Ajak Masyarakat Pangkas Pohon

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) mengajak seluruh masyarakat di wilayah NTT untuk ikut menjaga keandalan jaringan listrik dengan memangkas pohon atau dahan yang tumbuh di dekat kabel listrik. Ajakan ini telah disampaikan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) agar pesan keselamatan dan keandalan listrik menjangkau masyarakat luas, termasuk di […]

  • HPI ke-110, KPPI Provinsi NTT dan Dinas PPPA Gelar Baksos dan Zumba Bersama

    HPI ke-110, KPPI Provinsi NTT dan Dinas PPPA Gelar Baksos dan Zumba Bersama

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Hari Perempuan Internasional ke-110, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, senam zumba bersama di areal Car Free Day (CFD) pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 06.00 WITA—selesai. Pada kesempatan tersebut, turut […]

  • Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

    Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, Pemprov NTT telah bersepakat bersama Pemkab dan Pemkot untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19. “Benar, telah disediakan anggaran sebesar […]

  • Pariwisata Terdampak Covid-19, IMO-Indonesia Siap Gaungkan Destinasi Wisata

    Pariwisata Terdampak Covid-19, IMO-Indonesia Siap Gaungkan Destinasi Wisata

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keprihatinan atas semakin meluasnya Wabah Novel Coronavirus (Covid-19-red) yang pertama kali dilaporkan terjadi di Wuhan ‘Tiongkok’, menjadi atensi dunia yang ditangani oleh WHO dengan menjalin komunikasi mengenai standar-standar penanganan serta pencegahannya kepada seluruh Negara saat ini. Hal tersebut menimbulkan dampak yang luar biasa hampir di seluruh sektor, Negara yang sudah dinyatakan […]

  • Paskibra Asal NTT Siap Kibarkan Bendera Pusaka di IKN

    Paskibra Asal NTT Siap Kibarkan Bendera Pusaka di IKN

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Perhelatan perdana Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia segera dihelat di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Presiden Jokowi pun telah mengukuhkan 76 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Selasa, 13 Agustus 2024 di IKN. Masing-masing provinsi diwakili 2 Paskibra dari total 38 provinsi termasuk dari Nusa Tenggara […]

expand_less