Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » HARGANAS XXV: Bangun Indonesia Berkarakter dari Keluarga

HARGANAS XXV: Bangun Indonesia Berkarakter dari Keluarga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Jul 2018
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Loading

Manado, gardaindonesia.id – Keluarga merupakan sumber utama dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXV Tahun 2018.

Peringatan HARGANAS XXV diselenggarakan di Kota Manado, Prov. Sulawesi Utara 2-7 Juli 2018.

“Masyarakat Indonesia harus menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berkemajuan, dan berjiwa gotong royong berlandaskan Pancasila “, himbau Menteri Puan Maharani pada Acara Puncak HARGANAS di Kawasan Megamas, Manado, Prov. Sulawesi Utara.

“Keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita, karena cinta dan seluruh kasih sayang berasal dari keluarga,” ujarnya.

Menteri Puan juga berharap peringatan HARGANAS bukan sebatas seremonial, namun juga mengedepankan dan memperkuat interaksi antara masyarakat antar generasi, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta petugas pelayanan. Para tokoh berprestasi juga diharapkan dapat terus menjadi pelopor dalam berkontribusi untuk pembangunan keluarga Indonesia.

Senada dengan Menteri Puan Maharani, Menteri Yohana mengatakan bahwa keluarga merupakan tempat yang pertama dalam membentuk karakter seorang anak.

“Bagi seorang anak, keluarga sangat menentukan karakter, pertumbuhan dan perkembangannya “, terang Menteri Yohana Yembise.

“Melalui keluarga, seluruh anggotanya mulai mengenal dan mengalami adanya perbedaan, kerja sama, kasih sayang, dan kehangatan. “Pelopor” dalam keluarga, maupun dalam masyarakat perlu dibangun untuk menjadi “Role Model” yang dapat menumbuhkan karakter seluruh anggota keluarga, khususnya bagi anak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian PPPA telah merintis Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) pada tahun 2016 untuk membantu keluarga dalam mengelola pemenuhan hak-hak anak serta merealisasikan fungsi dan peran masing – masing anggota keluarga agar lahir generasi yang berkarakter. Hingga saat ini, PUSPAGA telah tersebar di 3 Provinsi dan 37 Kabupaten/Kota. Keluarga yang ramah anak juga dapat diwujudkan melalui penguatan Kabupaten / Kota Layak Anak (KLA), yang saat ini telah dirintis di 389 Kabupaten / Kota.

Masih dalam rangkaian HARGANAS XXV, Menteri Yohana juga bersepeda santai dan sarapan Bubur Manado bersama sekitar 5.000 masyarakat, serta menjadi saksi pada Acara Pencatatan Perkawinan Massal sekitar 57 pasangan dari 15 Kab/Kota se – Prov. Sulawesi Utara.

Sebelumnya, pada Jumat/6 Juli 2018, Menteri Yohana mendampingi Menteri Puan Maharani memberikan penghargaan kepada Gubernur, Walikota, Bupati, TP-PKK, Profesi, dan Mitra Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kategori Penghargaan tersebut diantaranya Satyalancana Pembangunan, Satyalancana Wira Karya,Manggala Karya Kencana,Wira Karya Kencana,Dharma Karya Kencana,Cipta Karya Kencana. (*/PM P3A + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Pandemi, Politisi Muda PSI Kota Kupang Yefta Sooai Bantu 83 Warga Oeba

    Saat Pandemi, Politisi Muda PSI Kota Kupang Yefta Sooai Bantu 83 Warga Oeba

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Yefta M.P. Sooai, S.E., Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melakukan tatap muka bersama warga 4 (empat) RT 09, 10, 12, 13, dan RT 14 di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama. Turut hadir dalam tatap muka antara lain Lurah Oeba, Geregorius Rohi; Ketua LPM Oeba, Matheos Malle, […]

  • Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Eddy Ngganggus Tujuan berkuasa adalah untuk kesejahteraan orang yang dikuasainya. Menguasai orang lain dengan typical intimidatif adalah ciri penguasa yang kekuasaannya akan dicabik oleh orang yang dipimpinya. Karena tidak mungkin ada loyalis sejati di sekitarnya. Yang pasti ada hanyalah loyalis semu. Karena pada ihkwalnya tidak ada manusia yang suka dengan penguasa yang membawa […]

  • Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

    Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

    • calendar_month Sel, 11 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengeksekusi instruksi Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim untuk memfasilitasi para wartawan yang bertugas di wilayah Belu dalam mendapatkan pelayanan vaksin di Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Selasa, 11 Mei 2021. […]

  • Angka Kemiskinan NTT, Mau Bikin Apa He?

    Angka Kemiskinan NTT, Mau Bikin Apa He?

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Yezua Abel, Statistisi pada BPS Provinsi NTT Angka kemiskinan Provinsi NTT Maret 2023 sebesar 19,96 persen dari total penduduk NTT. Meskipun secara persentase turun 0,09 poin dari 20,05 persen pada Maret 2022, namun secara absolut jumlah penduduk miskin bertambah 9,49 ribu orang menjadi 1,14 juta orang. Kemiskinan masih menjadi isu sentral di NTT, karena […]

  • Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari,gardaindonesia.id | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PPPA) Yohana Yembise menyebutkan jika kondisi keluarga di Indonesia nyatanya masih jauh dari kondisi ideal, dengan masih banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dampak buruknya, tentu saja akan dirasakan oleh anak. “Perselisihan dalam rumah tangga antara suami dengan istri hendaknya jangan ditunjukkan pada anak. Anak bisa […]

  • Gaspar Meda Pinta Pengacara Santi Taolin Tak Pisahkan Hubungan Mama Anak

    Gaspar Meda Pinta Pengacara Santi Taolin Tak Pisahkan Hubungan Mama Anak

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Gaspar Meda, saksi historis kepemilikan tanah warisan bersertifikat atas nama mendiang Dominggus Taolin, meminta ketiga orang pengacara Santi Taolin untuk tidak memisahkan hubungan darah sebagai mama – anak kandung, Kristina Lazakar dan Santi Taolin. Demikian dikatakan Gaspar Meda kepada Garda Indonesia saat dihubungi pada Rabu, 7 Oktober 2020. Sebagai pengacara, tegas […]

expand_less