Hasto Apresiasi Pengunduran Diri Petinggi BEI dan OJK di Tengah Anjloknya IHSG
- account_circle Penulis
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar

![]()
Hasto juga menyinggung melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang mencetak rekor terendah sepanjang sejarah. Ia menyebut soliditas seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan global tersebut.
Jakarta | Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengapresiasi keputusan pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurkan diri di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Hasto menilai langkah tersebut sebagai bentuk keteladanan baru dalam kepemimpinan karena berani bertanggung jawab atas situasi yang terjadi. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di kantor Megawati Institute pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurut Hasto, kondisi pasar keuangan yang bergejolak harus segera dibahas secara serius oleh otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil. Ia menekankan agar persoalan di pasar modal tidak sampai mengganggu sektor riil serta tidak mengorbankan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Hasto juga menyinggung melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang mencetak rekor terendah sepanjang sejarah. Ia menyebut soliditas seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan global tersebut.
Hasto berharap Menteri Keuangan mampu menjaga disiplin fiskal, Bank Indonesia menjaga otoritas moneter, serta sektor riil diperkuat melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurutnya, pemerintah perlu membangun kepercayaan publik melalui kerja sama yang solid dan langkah kebijakan yang jelas. Ia menegaskan bahwa membangun kredibilitas pemerintah merupakan hal paling penting dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.
Hasto juga mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat sektor riil dan memperbaiki iklim investasi.
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri di tengah tekanan pasar saham yang memicu penghentian sementara perdagangan.
Pengunduran diri tersebut kemudian diikuti oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar serta sejumlah pimpinan OJK lainnya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Tekanan terhadap IHSG terjadi selama dua hari berturut-turut dan menjadi salah satu penurunan terdalam di kawasan Asia.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar