Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Guna meningkatkan kesadaran berbagai pihak terkait peran perempuan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, menghimpun informasi tentang pemberdayaan perempuan dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang responsif gender, maka ICRAF Indonesia menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPPPA NTT) dan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) untuk membangun jejaring dialog dan diskusi lintas OPD dalam forum focuss group discussion (FGD) pada Jumat, 19 Agustus 2022 pukul 09.00—17.000 WITA di Hotel Kristal Kupang.

FGD yang diramu dalam konsep World Cafe tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah NTT, Domu Warandoy dan menghadirkan pemantik diskusi antara lain Deputi Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Kadis PPPA NTT, drg Iien Adriany, M.Kes. Bappelitbangda, Siap Siaga Silvia J. Fanggidae, Yayasan Pikul Nita Soro, dan unsur akademisi Undana Dr. Ir. Rodialek Pollo, M.Si. Dimoderatori oleh dosen Undana, Norman Riwu Kaho, M.Sc. FGD ini diikuti oleh sekitar 77 perwakilan yayasan, lembaga pendidikan ataupun instansi yang bergerak dalam pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

Pantauan Garda Indonesia, saat world cafe, para peserta dibagi dalam 8 (delapan) kelompok terdiri atas bauran peserta dari berbagai lembaga atau instansi yang membeberkan program yang telah dilakukan, tantangan yang dihadapi, dan rencana aksi yang bakal dilakukan ke depan.

Kepala Bidang Kelembagaan Gender dan Kemitraan, Dinas PPPA NTT, drg. Maria Silalahi saat pemaparan referensi FGD, menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim tidak netral gender, kebutuhan dan kepentingan berbeda antara laki-laki dan perempuan, pengarusutamaan gender (PUG) berguna sebagai investasi jangka panjang. Selain itu, dapat disusun dokumen kajian hingga penyusunan strategi ketahanan daerah yang responsif gender sesuai RPMJD Provinsi NTT.

Menillik dari kondisi tersebut, drg. Maria pun berharap agar PUSPA dapat menjalankan fungsinya karena forum ini merupakan pentahelix karena memiliki kelompok kerja (Pokja) PUG. “PUSPA sudah lengkap karena memiliki Pokja PUG, namun masih menjadi pekerjaan rumah bagaimana menggerakkan forum PUSPA terkait pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Maya Koeslulat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTT saat menyampaikan hasil diskusi kelompok kepada kelompok lain dalam world cafe FGD. Foto : Roni Banase

Perlu diketahui, peningkatan kesetaraan gender merupakan salah satu isu strategis pembangunan Provinsi NTT. Sejak tahun 2013, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi NTT masih di bawah rata-rata nasional. Pada tahun 2021 tercatat, IDG Provinsi NTT yaitu 74,53, terpaut sekitar 2 poin dari rata-rata nasional yang mencapai 76,26 (BPS, 2021). IDG merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur terlaksananya keadilan dan kesetaraan gender berdasarkan keterlibatan perempuan dalam politik (parlemen), partisipasi perempuan sebagai tenaga profesional, dan sumbangan pendapatan perempuan.

Berdasarkan RPJMD Provinsi NTT tahun 2018—2023, pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender di NTT masih menemui berbagai permasalahan seperti masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pemenuhan hak perempuan, rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, dan masih terbatasnya kebijakan yang mendukung pengarusutamaan gender di NTT.

Upaya peningkatan kesetaraan perempuan dan laki-laki atau dikenal dengan ‘kesetaraan gender’ secara formal telah dimulai sejak digelarnya The Convention of the Elemination of All Forms of Discrimation against Women (CEDAW) pada tahun 1979. Sebagai salah satu negara yang meratifikasi konvensi CEDAW melalui UU RI No. 7 tahun 1984, Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam menghapuskan ketidakadilan gender dalam setiap aspek pembangunan.

Secara formal, proses pengarusutamaan gender diamanahkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah.

Peningkatan peran dan kapasitas perempuan dalam merespons perubahan iklim menjadi sangat urgen terutama di Provinsi NTT mengingat tingginya frekuensi bencana hidrometeorogis di NTT. Selama 60 tahun terakhir, NTT sudah mengalami lebih kurang 651 kejadian bencana. Sebanyak 75% dari bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologis seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, angin topan, gelombang ekstrim, dan sebagainya.(*)

Sumber (*/ICRAF)

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Setara, Perempuan Merdeka

    Perempuan Setara, Perempuan Merdeka

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan. Hal itu dibuktikan dengan adanya peranan perempuan dalam merebut kemerdekaan dan pembangunan bangsa yang sudah dimulai sejak lama. “Dalam perjalanan panjang untuk mencapai Kemerdekaan Indonesia, tidak terlepas dari peran penting […]

  • Hingga Mei 2020, PLN UP2K Flores Melistriki 33 Desa, Total 1.523 Desa

    Hingga Mei 2020, PLN UP2K Flores Melistriki 33 Desa, Total 1.523 Desa

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Flores-NTT, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN sebagai penyedia jasa kelistrikan tetap bekerja dan mengabdi membawa terang kepada seluruh masyarakat sampai ke pelosok. Pandemi menyebabkan seluruh akses transportasi baik laut, udara maupun darat terganggu juga sempat mengakibatkan terkendalanya mobilisasi material dan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan listrik pedesaan. Begitu juga dengan rekan-rekan pejuang […]

  • DLHK Kota Kupang Temukan 26 Ton Timbunan Limbah B3

    DLHK Kota Kupang Temukan 26 Ton Timbunan Limbah B3

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 1Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Limbah B3 merupakan limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat yang beracun dan berbahaya sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini […]

  • Gubernur VBL Letak Batu Pertama Pembangunan Bank NTT Anakalang

    Gubernur VBL Letak Batu Pertama Pembangunan Bank NTT Anakalang

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Waibakul, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu  Laiskodat (VBL) didampingi Dirut Bank NTT, Alexander Riwu Kaho dan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu serta sejumlah pejabat lainnya meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Bank NTT Cabang Anakalang, Waibakul, Sumba Tengah pada Minggu, 13 Februari 2024. Gubernur VBL meminta pelaksana pembangunan dapat […]

  • Berau Miliki Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak

    Berau Miliki Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak

    • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Berau-Kaltim,gardaindonesia.id – Data Kementerian Komunikasi dan Informasi RI (Kominfo) tahun 2017, 65,34% anak usia 9 – 19 tahun di Indonesia telah memiliki smartphone. Sedangkan dari total pengguna internet di Indonesia, penduduk perkotaan yang menggunakan media sosial sebanyak 94,12%, dan penduduk pedesaan mencapai 90,18%. Hal ini menunjukkan, bahwa wilayah pedesaan dan perkotaan, memiliki kesempatan yang sama […]

  • “Sengketa Pers”, Dewan Pers : Media Online Terbanyak Diadukan

    “Sengketa Pers”, Dewan Pers : Media Online Terbanyak Diadukan

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dewan Pers terus melakukan proses mediasi sengketa pers. Hingga Oktober 2022, terdapat 583 kasus pengaduan terkait karya jurnalistik yang diajukan ke Dewan Pers. Hingga kini, sebanyak 499 kasus berhasil diselesaikan dengan mediasi. Artinya, penyelesaian kasus sudah di atas angka 85%. “Dari kasus-kasus pers yang diadukan, rata-rata terkait pelanggaran etik berupa karya […]

expand_less