Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Indeks Ketangguhan Bencana Rendah, Herman Man : Kita Butuh SDM Profesional

Indeks Ketangguhan Bencana Rendah, Herman Man : Kita Butuh SDM Profesional

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Ketangguhan Kota merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat. Hal ini juga merupakan bentuk perlindungan terhadap kehidupan masyarakat tidak pernah lepas dari ancaman bencana.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, dalam sambutannya saat ‘Workshop Penilaian Indikator Ketangguhan Kota Kupang Tahun 2019 dan Identifikasi Aktor Kunci Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Kupang Tahun 2019—2024’ pada Kamis, 04 Juli 2019, bertempat di Aula Hotel Amaris Kupang; mengatakan bahwa Kota Kupang merupakan daerah langganan bencana. Lanjut, Hermanus, paling sedikit ada 7 indikator yang dibutuhkan dalam ketangguhan Kota.

“Kota Kupang termasuk daerah langganan bencana, sejak gempa Flores yang berkekuatan 7,4 skala richter pada tahun 1992. Paling sedikit ada 7 indikator yang sangat mendasar dari 71 indikator sekarang”, ujarnya.

7 indikator tersebut, lanjut Hermanus, yang pertama adalah organisasi dan pengorganisasian penanggulangan bencana. Dirinya menyebutkan bahwa komitmen Kepala Daerah juga merupakan kunci penanggulangan bencana.
“Dalam undang-undang penanggulangan bencana itu menyebutkan komitmen Kepala Daerah sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana untuk menciptakan wilayah layak huni yang aman dan nyaman”, sebut Hermanus.

Indikator yang kedua, menurut Hermanus, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional sangat dibutuhkan. Hal ini untuk mengetahui resiko yang akan terjadi dan penanganan yang tepat.
“Kita masih membutuhkan tenaga SDM yang profesional dalam menangani bencana. Pendidikan kita juga kurang memberikan pemahaman tentang resiko dan penanganan bencana”, ujarnya.

Yang sangat spesifik dalam penanganan bencana, lanjut Hermanus, adalah rencana kontigensi bencana. Misalnya melakukan simulasi penanganan bencana.
” Rencana kontigensi itu penting. Misalnya melakukan simulasi penanganan bencana angin puting beliung, menghitung berapa banyak korban, berapa banyak rumah yang hancur, biaya yang dibutuhkan berapa banyak. Itu dilakukan lewat simulasi “, ujar mantan fasilitator nasional penanggulangan bencana itu.

Salah satu indikator lainnya, lanjut Man, yaitu komitmen berkaitan dengan dana penanggulangan bencana. Setiap indikator perlu dianggarkan sehingga penanganannya lebih jelas.
” Selama 3 tahun dana kontigensi di kota Kupang tidak terpakai. Hal ini karena tidak ada laporan yang dibuat berdasarkan undang-undang. Dana tersebut sebesar Rp. 1 M”, ungkap Hermanus.

Selain itu, ada 4 masalah yang menjadi kendala di kota Kupang. Dirinya menjelaskan, ke-4 masalah tersebut diantaranya pertambahan penduduk yang semakin meningkat. Ditambah dengan terbatasnya lahan kosong di Kota Kupang.

“Lahan kosong atau ruang terbuka hijau dalam setiap daerah yang seharusnya adalah 30% dari seluruh luas daerah tersebut. Kota Kupang memiliki ruang terbuka hijau kurang dari 23%”, ungkap Herman.

Lebihnya, disebutkan bahwa pengaruh lainnya adalah masalah lingkungan akibat curah hujan yang rendah. Kota Kupang memiliki curah hujan 110 hari dalam setahun.

” Kurangnya curah hujan menjadi satu kendala yang menyebabkan terjadinya kemarau. Akibatnya ada kekeringan. Ini juga salah satu bencana “, jelas Herman.

Masalah yang terakhir, menurut Hermanus, adalah bencana dan iklim. Kota Kupang sering terjadi gempa tapi tidak berdampak bahaya. Dirinya berharap, kegiatan tersebut dapat menghasilkan indikator-indikator yang dapat dioperasikan dalam penanggulangan bencana.

“Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan indikator-indikator yang kita bisa gunakan dalam menanggulangi bencana guna tercapainya visi Kota Kupang yaitu Kota layak huni, aman dan layak serta tangguh bencana”, pungkas Hermanus Man.

Workshop Penilaian Indikator Ketangguhan Kota Kupang Tahun 2019 dan Identifikasi Aktor Kunci Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Kupang Tahun 2019—2024′ pada Kamis, 04 Juli 2019 di Aula Hotel Amaris Kupang

Sedangkan, Project Manager Care Internasional Indonesia cabang Kupang, Angel Christy menyampaikan bahwa ancaman bencana itu tidak bisa dibuat nol, tapi kita perlu mengidentifikasi tingkat pengurangan resiko bencana di Kota Kupang dan melihat ketangguhan Kota sudah cukup tinggi atau masih rendah, serta kita mengetahui kita tinggal di wilayah pemukiman seperti apa, apakah sudah mendapatkan akses layanan dasar yang sudah cukup atau tidak.

Menurut Angel, selama tahun 2018 indeks resiko bencana di Kota Kupang berbanding terbalik dengan Indeks ketangguhan bencana. Dan resiko bencana yang paling mengancaman di Kota Kupang adalah gempa bumi, angin puting beliung, dan longsor.

“Selama 2018 Indeks resiko bencana Kota Kupang, berada pada tingkat sedang menuju tinggi sedangkan Indeks ketangguhan bencana, berada pada tingkat sedang menuju rendah”, ungkapnya.

Lanjut Angel, hal tersebut yang menjadi perhatian sekarang ini. Dirinya berharap bahwa kehadiran para peserta turut membantu dalam pembahasan selama 2 hari kegiatan yang akan dipandu oleh fasilitator nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Selama 2 hari, kita akan dipandu oleh fasilitator nasional BNPB untuk membahas 71 indikator ketangguhan Kota”, tuturnya.

Ke – 71 indikator ketangguhan kota tersebut, menurut Angel, akan menjadi acuan dalam melihat tingkat keamanan kota terhadap resiko bencana yang akan di kolaborasi dengan layanan dasar di kota Kupang.

” 71 indikator ketangguhan kota akan di kolaborasikan dengan layanan dasar seperti akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan. Dari situ kita bisa melihat posisi kota kupang seperti apa terkait dengan ketangguhan bencana”, ungkap Angel.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengidentifikasi aktor kunci yang berperan lebih aktif dalam forum penanganan resiko bencana.

“Komitmen kita juga sangat penting untuk mengidentifikasi aktor kunci yang akan membantu Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat dalam penanganan resiko bencana”, pungkas Angel Christy. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase) Foto by agenfifolif.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Sebaran Covid-19 di Rumah Ibadah, FKUB Provinsi NTT Bagi Masker Medis

    Peduli Sebaran Covid-19 di Rumah Ibadah, FKUB Provinsi NTT Bagi Masker Medis

    • calendar_month Sen, 11 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi penyerahan corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memprihatinkan. Data per Senin, 11 Januari 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai angka 2.583 jiwa, sedang dirawat 948 jiwa, sembuh 1.566 jiwa, dan meninggal 69 jiwa; sedangkan kasus terkonfirmasi positif di Kota Kupang, mencapai 1.126 jiwa, masih dirawat 636 […]

  • 136 Narapidana Lapas Atambua Terima Remisi Khusus Natal

    136 Narapidana Lapas Atambua Terima Remisi Khusus Natal

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Edwar Hadi, memberikan remisi khusus kepada 136 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada perayaan Hari Raya Natal tahun 2021. Bertempat di Aula Lapas, pada Jumat, 24 Desember 2021 pukul 09.00 WITA, pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal diberikan kepada narapidana beragama Katolik & Kristen yang telah memenuhi […]

  • Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

    Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal calon bupati Belu dr. Agustinus Taolin sangat serius menyoroti masalah kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Menurutnya, pemimpin yang tidak paham tentang masalah kesehatan dapat mengorbankan masyarakatnya. Karena itu, Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang akan datang adalah pemerintahan yang sangat paham tentang kesehatan. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/30/dokter-agus-taolin-pemimpin-yang-berhasil-tak-perlu-lagi-gantung-baliho/ “Kalau saya […]

  • Gereja Konsisten Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan

    Gereja Konsisten Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penerapan protokol kesehatan di masa pandemi berlaku tak hanya di ruang publik seperti pusat bisnis atau perkantoran, tetapi juga gereja sebagai tempat ibadat. Organisasi gereja telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Gereja Katolik melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sangat mendukung Kementerian Agama bahwa kegiatan keagamaan maupun […]

  • Suster Efi Wanggai Hadir Sebagai Solusi Persoalan HIV/AIDS di Papua Barat

    Suster Efi Wanggai Hadir Sebagai Solusi Persoalan HIV/AIDS di Papua Barat

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari, Garda Indonesia | Membahas HIV/AIDS di Tanah Papua bukan hal baru, hingga kini masih menjadi persoalan besar yang harus menjadi perhatian utama, kita bersama melihat Mama Efi Wanggai yang bernama asli Eferdina Wanggai yang merupakan seorang suster; membangun kasih bersama mama-mama, anak-anak, remaja dan bapa-bapa Papua pada Sabtu, 14 Desember 2019. Mama Suster Efi […]

  • Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejak mengumumkan kasus positif virus korona di Indonesia pada 2 Maret 2020, pemerintah meningkatkan langkah-langkah dalam menangani pandemi global dari Covid-19. Sebelum itu, pemerintah juga telah meningkatkan kesiagaan banyak rumah sakit dan peralatan yang sesuai dengan standar internasional, termasuk pada anggaran yang secara khusus dialokasikan bagi segala upaya pencegahan dan penanganan. […]

expand_less