Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Izhak Eduard, Megah dalam Karya antara Prestasi dan Prestise

Izhak Eduard, Megah dalam Karya antara Prestasi dan Prestise

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Eddy Ngganggus (mantan rekan kerja)

Sri Mulyani, Menteri Keuangan, sebagai ketua panitia seleksi Dewan Komisioner Otoriats Jasa keuangan (DK OJK) telah mengumumkan nama-nama calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2022—2027. Diantara nama-nama itu terdapat nama mantan Dirut bank NTT Izhak Eduard, S.T.

Pengumuman itu disampaikan Panitia Seleksi pada hari Senin tanggal 31 Januari 2022.

Munculnya nama Izhak Eduard,S.T. di kancah nasional sejajar dengan nama-nama beken setara Wadirut Mandiri Arif Arianto, Vice President/ Departemen Head Industry Regional Research, PT Bank Mandiri Tbk, Deni Ramdanai dan 13 nama beken lainnya dari jajaran orang terkenal lainnya di bidang keuangan.

Munculnya nama Izhak Eduard, S.T. dari NTT bagi saya ini sebuah keniscayaan untuk melakukan sebuah terobosan baru di sektor jasa keuangan baik bank maupun non bank. Keniscayaan ini setidaknya di dasarkan oleh beberapa realitas rekam jejak beliau selama menjadi seorang bankers sebagai berikut:

Meniti karier sebagai seorang pelaksana tahun 1996 pada bagian Teknologi Informatika. Kala itu teknologi IBS (Integrated Banking System) dengan platform LAN (Local Area Network). Beliau menjadi teknisi sekaligus mentor peralihan dari model kerja manual termasuk di dalamnya peralihan model kejar dari mesin ketik dan kalkulator ke model kerja semi elektronik menggunakan sofwere WS (word star ) untuk mengetik surat menyurat, Shymponi, Lotus 123 untuk menghitung atau laporan yang berbasis angka.

Melakukan transfer skill dan knowledge kepada seluruh karyawan adalah peran dan tugas yang diemban beliau. Bila saat ini bank NTT bisa familiar dengan model kerja berbasis elektronik dan semi digital, maka nama Izhak Eduard tidak bisa terlepas dari proses peralihan ini.

Pada tahun 2000  menjadi Kepala Sub. Divisi. TSI sampai tahun 2008 (8 tahun menjabat sebagai Kepala Sub Divisi), Pjs. Kepala Divisi TSI sejak Februari 2008 sampai Maret 2009, Kadiv TSI sejak Maret 2009 sampai Maret 2011. Menjabat sebagai Kepala Divisi Kualitas Pelayanan Bank NTT sejak 17 Maret 2011 sampai tahun 2019, menjabat Kadiv. Kualitas Layanan & Produk (11 Tahun menjabat sebagai kepala divisi).

Sebagai salah satu perintis transformasi teknologi sistem informasi di Bank NTT yaitu dengan melakukan perubahan sistem manual ke online system dari tahun 1998—2005. Menjadi ketua pelaksana pembangunan gedung kantor pusat Bank NTT dari tahun 2006—2007.

Mengikuti Studi banding pada COMMARZ BANK – BERLIN – Jerman Barat dan Pameran CEBIT Banking and Finance World 2010 di Hanofer – Jerman Barat pada tanggal 24 Januari 2010 sampai dengan 4 Februari 2010.

Pembangunan Gedung kantor bank NTT berlantai 5 (lima). Bapak Charles Amos Corputy, Dirut BPD pada masa itu  menugaskan Izhak Eduard sebagai salah satu anggota tim pembangunan gedung kantor dan menjadi ketua pengawasan pembangunan gedung kantor yang sangat megah di era itu, bahkan hingga sekarang masih berdiri kokoh.

Aneka tantangan dilewati tapak demi tapak, karena tidak sedikit resistensi dan penolakan dari beberapa unsur. Namun, pada akhirnya gedung berlantai 5 seperti yang kita saksikan saat ini terus berdiri kokoh dan megah menyuguhkan kenyamanan bagi karyawan dan nasabah.

Awal mula pembentukan Divisi Kualitas Layanan ,Izhak Eduard ditunjuk sebagai kepala divisi. Ketika menjadi kepala divisi kualitas layanan pertama , beliau mendapat tugas yang tidak mudah, karena dari layanan yang excellent atau prima akan lahir minat nasabah sekaligus memenuhi standar layanan banking yang regulated.

Alhasil berkat kinerja divisi kualitas layanan bank NTT mendapatkan pengakuan berupa apresiasi. Tercatat tahun 2013 BNTT meraih service excellence beberapa kali mendapatkan award.

Dari kepala divisi langsung menjadi direktur utama (Dirut) bank NTT, ia melakukan terobosan baru berupa realisasi pinjaman daerah kepada  pemerintah provinsi untuk menyiasati keterbatasan fiskal pemerintah pusat ke daerah untuk membiayai investasi berupa infrastruktur dan suprastruktur di daerah.

Selain itu, saat menjadi Dirut bank NTT, beliau membuat terobosan baru di sektor UMKM yang berbasiskan komoditi lokal NTT. Sasarannya adalah dalam rangka meningkatkan nilai jual komiditi lokal NTT. Di antaranya adalah Kopi Bajawa. Bersama Bupati Ngada saat itu bapak Drs. Paulus Soli Woa pada Februari 2020 meresmikan rumah produksi Kopi AFB (Arabika Flores Bajawa). Dari sini nilai jual kopi Bajawa terangkat ke pasar nasional. Akses pinjaman kepada pengusaha UMKM memungkinkan adanya revitalisasi fungsi-fungsi produksi, manajemen sehingga produk-produk kopi yang tadinya dikelola secara semi tradisional beralih menjadi semi moderen, berkat automasi pada beberapa sisi dan packaging yang distandarkan oleh asosiasi kopi.

Di bidang IT terjadi perombakan besar-besaran berupa peralihan Core Banking System IT dari Olibs (online banking system) ke T24 Ini dilakukan dalam rangka mnyesuaikan kebutuhan layanan yang lebih memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang semakin digital.

Bila saat ini, bank NTT memiliki ragam fitur layanan berbasis android, itu semua tidak bisa terlepas dari nama Izhak Eduard sebagai peletak dasar kerangka kerja berikut kerangka berpikir digitalnya.

Selain itu, beliau juga adalah Dirut yang mendorong proses hukum tipibank di bank NTT, dari situlah bermula kasus kredit macet di bank NTT Cabang Utama Surabaya, Cabang Utama Kupang dan Cabang Oelamasi terkuak.

Namun, belum semua obsesi beliau terwujud. Masih ada hal yang belum sempai diimplementasikan di antaranya beberapa pemikiran bernas beliau tentang INTERCOST (Internet Economey Rocovery  Online System), sebuah sistem jejaring kerja yang diintegrasikan secara digital ke dalam instrumen-instrumen ekonomi yang eksisting sehingga efektifitas, efisiensi dapat terwujud. Apalagi NTT sebagai daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia yang memiliki potensi dapat menjadi pasar strategis atas komoditi perdagangan NTT. (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inisiasi Pemulihan Ekonomi Daerah, Gubernur NTT : Harus Kerja Ekstra

    Inisiasi Pemulihan Ekonomi Daerah, Gubernur NTT : Harus Kerja Ekstra

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai upaya untuk memulihkan perekonomian daerah di tengah pandemi, maka Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta semua pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, masyarakat, perbankan, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha dan UMKM untuk bekerja keras dan bersama-sama dalam pemulihan ekonomi Provinsi NTT. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan Forum Komunikasi Lembaga Jasa […]

  • Komisaris BPD se-Indonesia Ajak Berkunjung ke Labuan Bajo

    Komisaris BPD se-Indonesia Ajak Berkunjung ke Labuan Bajo

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Pertemuan para komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia sudah berakhir, dan para bankir telah kembali ke provinsi mereka, namun ada yang menarik untuk disimak dalam pertemuan pengurus maupun anggota Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD se-Indonesia Timur pada 3-4 Agustus 2022 di Labuan Bajo. Mereka benar-benar terkesima dengan keindahan alam Labuan […]

  • Longsor & Banjir di Masamba, Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Perempuan & Anak

    Longsor & Banjir di Masamba, Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Perempuan & Anak

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Masamba-Sulsel, Garda Indonesia | Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir menerjang 3 (tiga) sungai besar, yaitu Sungai Rongkong di Kecamatan Sabbang, Sungai Meli di Kecamatan Baebunta, dan Sungai Masamba di Kecamatan Masamba. Hingga kini, bencana alam tersebut telah menyebabkan korban jiwa 38 orang […]

  • Prajurit Yonmarhanlan VII Raih Juara Pertama Menembak

    Prajurit Yonmarhanlan VII Raih Juara Pertama Menembak

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Batalyon Marinir pertahanan pangkalan (Yonmarhanlan) VII Kupang berhasil menjuarai lomba menembak senapan laras panjang dalam rangka HUT ke 71 Korps Paskhas TNI AU tahun 2018 di Lapangan Tembak Elang Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/10/18). Komandan Yonmarhanlan VII Kupang Letkol Marinir Septino Lasamahu, S.E., M.Tr, Hanla (Jumat/19/10/18), berharap agar prestasi yang […]

  • Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Guna memperingati dan memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) pada tanggal 23 Juli, maka Pusat Pengembangan Anak (PPA) Kluster TTS Barat dan Kluster Kupang Tenggara menghelat berbagai kegiatan yang berlangsung di aula BPKSDM Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 28 Juli 2023. Ketua Kluster TTS Barat, Fredik Faot, kepada media menyampaikan, […]

  • Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 Jangkau Pulau Terluar NTT

    Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 Jangkau Pulau Terluar NTT

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Tenggara Timur menjadi lokasi keenam Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di tahun 2025. Kegiatan ini dihelat pada tanggal 13—19 Juni 2025 dengan tujuan 5 (lima) lokasi 3T, yaitu: Pulau Pamana, Riung (Pulau Flores), Pulau Palue, Waiwerang (Pulau Adonara), dan Lamalera (Pulau Lembata).   Kupang | Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan sinergi antara TNI Angkatan Laut dengan […]

expand_less