Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jadi Guru Bantu, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Ajar Anak Perbatasan Papua

Jadi Guru Bantu, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Ajar Anak Perbatasan Papua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Loading

Keerom-Papua, Garda Indonesia | Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Waris hadir menjadi tenaga guru bantu untuk mendukung pemerintah daerah dalam mencerdaskan generasi Papua di sekolah SD YPPK Waris, Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi  Papua.

Demikian dikatakan Dansatgas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Taufik Hidayat di sela-sela kesibukannya di Kotis Satgas Pir IV, Kabupaten Keerom, Papua pada Selasa 10 Agustus 2021.

Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat menyampaikan, kegiatan mengajar yang dilakukan Personel Pos Waris dengan materi pelajaran wawasan kebangsaan merupakan bentuk kepedulian dalam mencerdaskan serta meningkatkan motivasi dan semangat belajar generasi muda untuk meraih cita-cita.

“Dengan kedatangan TNI sebagai guru bantu di sekolah akan membuat anak-anak semakin bersemangat dalam belajar untuk menggapai cita-cita yang di impikan” ungkap Dansatgas Perbatasan Republik Indonesia (RI) – Papua Nugini (PNG).

Kerja sama anggota Pos dengan Pihak sekolah sudah terjalin dengan baik, upaya ini dilakukan sebagai bentuk peran serta TNI dalam dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Selain memberikan materi, tujuan lain yang dilakukan oleh anggota Pos Waris adalah untuk memberikan suport dan motivasi agar nantinya anak-anak di wilayah perbatasan mampu bersaing dengan anak-anak di wilayah lain dalam hal pendidikan.

“Ini harapan kami, mereka mampu membangun kampungnya sendiri dan berkembang menjadi pemuda yang dapat diandalkan bangsa dan negara dari wilayah perbatasan,” tandas Dansatgas.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Pos Waris yang dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Tatok mendapat sambutan baik dari para guru, anak-anak juga sangat antusias ketika mendengarkan cerita dan motivasi dari anggota Pos Waris.

Salah seorang guru bernama Hana (31) mengucapkan terima kasih atas kedatangan anggota Pos “Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI yang sudah berkunjung ke sekolah kami, murid-murid kami pasti akan lebih bersemangat belajar setelah dikunjungi bapak TNI” ungkapnya.(*)

Sumber dan foto (*/Pen Yonif 512/QY)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi : Sederhanakan Prosedur, Segera Salurkan BST Tunai & BLT Desa

    Presiden Jokowi : Sederhanakan Prosedur, Segera Salurkan BST Tunai & BLT Desa

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 telah membuat pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri atas gratis listrik untuk pelanggan 450VA dan juga diskon 50 persen untuk pelanggan 900VA bersubsidi, bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima, Program Keluarga Harapan yang diberikan kepada 10 juta keluarga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, dan […]

  • Yasonna Laoly Mundur dari Jabatan Menteri Hukum dan HAM

    Yasonna Laoly Mundur dari Jabatan Menteri Hukum dan HAM

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Bersama ini mohon perkenan izin Bapak Presiden saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia terhitung mulai 1 Oktober 2019,” kata Yasonna dalam surat tertulisnya, Jumat, 27 September 2019. Yasonna Laoly mundur dari jabatannya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Pengunduran dirinya diteken […]

  • Ada Apa di Balik Pengunduran Diri Ketua IGI Flores Timur?

    Ada Apa di Balik Pengunduran Diri Ketua IGI Flores Timur?

    • calendar_month Jum, 19 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Helmy Tukan Sedikit bicara banyak berbuat. Itulah sepenggal kalimat inspiratif yang selalu memotivasi saya selama ini dalam menjalankan tugas dan panggilan saya sebagai guru dan pendidik. Kalimat yang begitu sederhana apa adanya yang lahir dari sosok Guru Super sahabat saya, Bapak Frans Berek. Sosok Guru Muda berbakat penuh kreatifitas asal Pulau Timor ini […]

  • Ketidakadilan dalam Keadilan Hukum di Indonesia

    Ketidakadilan dalam Keadilan Hukum di Indonesia

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Dr. Gradios Nyoman Rae, S.H., M.H. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat). Sebagai afirmasi dalam bagian awal tulisan ini; Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat) dan tidak berdasarkan kekuatan belaka (Machtsstaat). Konteksnya di sini adalah kedaulatan selalu berada di tangan negara sebagai pengambil keputusan final dalam upaya penegakkan keadilan di dalam sebuah […]

  • Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

    Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dua sosok calon presiden (Capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kecewa dan sudah terluka akibat fitnah dan ujaran kebencian yang selama ini dialamatkan kepada keduanya. Ungkapan atau refleksi kekecewaan dua sosok Capres itu hendaknya mendorong semua pihak mengakhiri kampanye hitam. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa kekecewaan dua sosok […]

  • Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPR Bambang Soesatyo mengimbau semua elemen masyarakat segera menghilangkan ego kelompok yang melampaui batas toleransi hukum dan undang-undang (UU). Setiap kelompok masyarakat berhak untuk memperjuangkan kepentingannya. Namun, tetap harus berada dalam koridor hukum dan UU. Ego kelompok jika disalurkan dalam bingkai hukum dan UU dipastikan tidak merusak stabilitas keamanan nasional […]

expand_less