Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Jangan bantu aku, alat bantuku adalah bagian dari tubuhku, jangan memegang atau memindahkan,” petikan pernyataan dari para penyandang disabilitas atau difabel yang disampaikan oleh Kuni Fatonah, Amd. saat Webinar Pelatihan Pshycology First Aid (PFA) dan Self Care oleh Humanity And Inclusion yang diikuti oleh para peserta di wilayah Kota Kupang pada tanggal 22—23 Februari 2021.

Kondisi tersebut, ujar Duta Inklusi tahun 2016 ini, dapat terjadi pada teman-teman difabel yang menggunakan tongkat. “Misalnya ada antrean di balai desa, ketika dia duduk dan tongkatnya disimpan di samping, lalu dipindahkan, bagaimana dia berjalan,” tanya Kuni seraya menyampaikan kondisi serupa dapat terjadi saat ada gempa bumi di mana semua orang lari, sementara teman difabel masih harus mencari tongkatnya.

Kondisi serupa, urai Kuni, dapat pula diberlakukan pada difabel yang menggunakan kursi roda. “Misalnya teman wartawan ingin bertanya (wawancara, red) dengan teman difabel pengguna kursi roda, maka dapat mengambil posisi jongkok agar sejajar, saat berbicara, maka upayakan pandangan mata sejajar, begitu pun ketika teman-teman non-difabel berjalan dengan teman difabel, pastikan dapat berjalan seirama,” urainya.

Ilustrasi saat mewancarai teman difabel pengguna kursi roda

Hal lain, imbuh Kuni yang juga merupakan difabel pengguna kursi roda, ketika teman non-difabel ingin membantu teman difabel pengguna kursi roda, maka pastikan jalur jalan lurus dan tidak terlalu menanjak. “Jika ingin membantu mendorong kursi pada posisi turun atau naik, maka sebaiknya buka kuncinya dulu kemudian dorong secara perlahan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kuni, jika teman non-difabel bertemu teman difabel Tuli (memiliki hambatan pendengaran, red). “Teman-teman yang memiliki hambatan pendengaran lebih nyaman dan suka dipanggil dengan “Teman Tuli” dan bukan Tuna Rungu. Cara berkomunikasi dengan mereka dapat dilakukan dengan bahasa isyarat atau dengan membuat gerakan bibir kita,” terang Asisten Program I am Safe di lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia (Kolaborasi SIGAB dan Human And Inclusion).

Maka, tegas peraih Penghargaan “Wanita Insipiratif “  di Kabupaten Sleman pada tanggal  21 April 2018, jika ingin membangun komunikasi dengan teman-teman Tuli, jangan berasumsi dengan mereka. “Saat bertemu dengan mereka, jangan bingung atau khawatir. Khusus di masa pandemi ini, tersedia masker transparan untuk Teman-teman Tuli. Juga kepada teman wartawan saat bertanya kepada Teman Tuli, upayakan bertanya tidak panjang (bertele-tele) dan dapat menggunakan gerak bibir,” jelasnya.

Kuni Fatonah (kiri bawah) saat menyampaikan materi dalam webinar yang dihelat oleh Humanity And Inclusion pada Senin, 22 Februari 2021

Bagaimana saat teman non-difabel bertemu dengan teman difabel netra (memiliki hambatan penglihatan, red) dan mengutamakan pendengaran? “Teman Netra memaksimalkan pendengaran. Ketika bertemu dengan mereka, kita dapat menggunakan cara visual (menggunakan suara dan menggambarkan situasi, red) dan saat ingin membantu menuntun berjalan, maka mereka yang memegang kita, bukan kita yang memegang mereka. Tujuannya agar saat kondisi naik atau turun mereka dapat merasakan gerak tubuh kita sambil memberikan penjelasan secara visual sambil menuntun mereka merasakan pijakan untuk mereka,” urai wanita kelahiran Bantul, 25 Mei 1973 ini dengan gamblang.

Lalu, bagaimana kita berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki hambatan  intelektual (down syndrom)? Caranya secara perlahan kita memberikan tugas satu per satu, misalnya setiap pagi kita berikan tugas menyapa di pagi hari dan dilakukan secara terus-menerus dan memberikan  kepada mereka. “Dan bagaimana berhadapan dengan teman-teman yang memiliki hambatan mental (orang dengan gangguan jiwa [ODGJ] atau orang dengan gangguan psikososial [ODGP]), maka jangan kasar kepada mereka, kita harus sabar dan menghargai mereka,” tandasnya.

Kuni Fatonah pun kembali menegaskan bahwa kita jangan berasumsi kepada teman-teman difabel. “Pernah terjadi terhadap Teman Tuli, ketika seorang dokter tak bisa bahasa isyarat dan tidak ada juru bicara bahasa isyarat, maka terjadi kesalahan dalam pemberian obat,” pungkasnya seraya menyampaikan teman difabel mempunyai hak yang sama dengan teman non-difabel sehingga perlu perlakuan yang sama.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh trubus.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2.675 Rumah Rusak & 30 Orang Meninggal Akibat Gempa Maluku M6,5

    2.675 Rumah Rusak & 30 Orang Meninggal Akibat Gempa Maluku M6,5

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | BPBD Provinsi Maluku mencatat total rumah rusak mencapai 2.675 unit per 29 September 2019 malam. Dari jumlah tersebut, 852 di antaranya mengalami rusak berat. Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya pada Minggu, 29 September 2019 menyampaikan bahwa kerusakan rumah tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah, […]

  • Menkopolhukam: “Papua dan Papua Barat Bukan Anak Tiri!”

    Menkopolhukam: “Papua dan Papua Barat Bukan Anak Tiri!”

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari, Garda Indonesia | Saat berada di Sorong, Menko Polhukam menyampaikan bahwa Papua dan Papua Barat merupakan anak emas pemerintah Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya dana yang didistribusikan untuk membangun Papua dan Papua Barat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/08/19/rusuh-terjadi-di-manokwari-perusuh-membakar-sejumlah-fasilitas-umum/ “Kalau ada yang mengatakan Papua dan Papua Barat itu anak tiri Indonesia, itu salah besar,” kata […]

  • Ketahanan Ekonomi Bali Nusra, VBL : NTT Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

    Ketahanan Ekonomi Bali Nusra, VBL : NTT Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

    • calendar_month Kam, 10 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | “Pembangunan yang tidak melakukan  perubahan, maka masyarakatnya tidak akan sejahtera,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Webinar Transformasi Bali Nusra dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah” yang dihelat oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, NTB dan NTT pada Rabu, 9 Juni 2021. VBL pun mengapresiasi Gubernur NTB sudah mau berpikir […]

  • PDIP Diserang, Ada Pihak Targetkan Suara Hanya 7 Persen di 2029

    PDIP Diserang, Ada Pihak Targetkan Suara Hanya 7 Persen di 2029

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Selain itu, saat ini PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai di DPR yang tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.   Jakarta | Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang tengah menargetkan suara partainya hanya sebesar 7 persen pada Pemilu 2029 mendatang. Pernyataan ini disampaikannya […]

  • 517 Budayawan dan Seniman di Bantul Terima Vaksin Covid-19

    517 Budayawan dan Seniman di Bantul Terima Vaksin Covid-19

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Bantul, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang berlokasi di Dusun Kembaran, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 10 Maret 2021. Sebanyak 517 orang akan menerima vaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan tersebut. “Saya berkunjung ke […]

  • Di Fatu Kapal Matahari Tenggelam di Hatimu, Destinasi di Ketiak Kota Kupang

    Di Fatu Kapal Matahari Tenggelam di Hatimu, Destinasi di Ketiak Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Marsel Robot dan Tim Dosen PKM Undana dan Kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana Sensualitas Pulau Timor acap dihubungkan dengan hamparan sabana disulam lenguh sapi menerpa dinding tebing, atau onggokan pulau yang berserakan di telapak semesta. Belakangan, tidak hanya itu. Gunung Batu bercerita tentang Timor sebagai pulau yang indah. Kita mengenal beberapa […]

expand_less