Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kader PDIP Tertimpa Kasus Korupsi, Hasto : PDIP Hormati Proses Hukum KPK

Kader PDIP Tertimpa Kasus Korupsi, Hasto : PDIP Hormati Proses Hukum KPK

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 7 Des 2020
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | PDI Perjuangan mendukung sepenuhnya berbagai langkah pemberantasan korupsi termasuk dalam bentuk operasi tangkap tangan (OTT) yang secara simultan dilakukan oleh KPK. Demikian penegasan Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan, dalam rilis yang diterima media ini pada Minggu, 6 Desember 2020.

“Partai menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Siapa pun wajib bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh KPK tersebut,” ujar Hasto.

Atas beberapa kejadian OTT yang menimpa kadernya, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara terus menerus mengingatkan para kadernya untuk selalu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kekuasaan, apalagi melakukan korupsi.

“Kami selalu tegaskan bahwa kekuasaan itu untuk rakyat. Partai melarang segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi. Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati selalu memberikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan, tidak korupsi. Tertib hukum adalah wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi,” urai Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Dalam berbagai kesempatan termasuk Sekolah Partai, imbuh Hasto, bagi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, serta dalam forum resmi Partai seperti Rakernas, sikap anti korupsi selalu ditanamkan. “Dalam tiga kali Sekolah Calon Kepala Daerah terakhir, PDI Perjuangan selalu mengundang pembicara dari KPK terkait pentingnya membangun kesadaran dan semangat anti korupsi tersebut,” ungkapnya.

PDI Perjuangan, kata Hasto, mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa OTT tersebut dan partai terus membangun sistem pencegahan korupsi secara sistemis dan dengan penegakan disiplin agar berbagai kejadian yang ada benar-benar menciptakan efek jera.

“Seluruh anggota dan kader Partai agar benar-benar mengambil pelajaran dari apa yang terjadi,” tandasnya.

Sumber berita (*/ DPP PDI Perjuangan)
Foto (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIP Nusra ‘Share’ Manfaat PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    PLN UIP Nusra ‘Share’ Manfaat PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyosialisasikan free prior informed consent (FPIC) di Dusun Pongkukung pada 11—12 Oktober 2023. Kegiatan ini dihelat sebagai keterbukaan PT PLN (Persero) kepada masyarakat terkait rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5—6 di Poco Leok di Manggarai, Nusa […]

  • SATU LAGI! Politisi Senior Golkar Iban Medah Dukung SIAGA

    SATU LAGI! Politisi Senior Golkar Iban Medah Dukung SIAGA

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Ibrahim Medah, Politisi senior Partai Golkar, muncul ke permukaan dan memutuskan diri mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA). Dukungan politik mantan Bupati Kupang dua periode ini disampaikannya pada Sabtu malam, 23 November 2024 pukul 21:35 WITA di posko Relawan Trekel, Kota […]

  • Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

    Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Berau-Kaltim,gardaindonesia.id – Tingkat kekerasan pada anak sudah sangat mengkuatirkan. Hasil penelitian Plan International dan ICRW tahun 2015 menunjukkan bahwa 84% pelajar di Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah. Sedangkan catatan KPAI, 1700-an kasus kekerasan pada anak terjadi setiap tahunnya. Faktanya, cukup banyak dari kasus kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum guru. Motifnya, menjadikan hukuman yang dibungkus […]

  • Wujud Prestasi BKD NTT – Luncurkan ‘Assessment Center’

    Wujud Prestasi BKD NTT – Luncurkan ‘Assessment Center’

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT dan seluruh jajaran yang membuat sebuah prestasi untuk menunjukkan sebuah kemajuan kualitas pelayanan seluruh ASN pada lingkup Pemprov NTT. Hal tersebut disampaikan Gubernur Viktor saat peresmian Assessment Center dan peluncuran Penilaian Kompetensi Berbasis CAT, pada Senin, […]

  • Edward Tanur: Pilih Pemimpin yang Punya Hati dan Peduli Terhadap Rakyatnya

    Edward Tanur: Pilih Pemimpin yang Punya Hati dan Peduli Terhadap Rakyatnya

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Masyarakat Belu harus memilih pemimpin yang mempunyai hati dan kepedulian terhadap rakyatnya. Demikian ditegaskan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi IV, Edward Tanur saat kampanye Paket SEHATI di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020. Baca […]

  • Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Anda kalau tengok video di Sibolga itu, ngeri. Ribuan batang kayu gelondongan menerjang apa saja di sungai. Sungai penuh dengan kayu. Kenapa ini terjadi? Negeri ini sudah seperti panggung sulap murahan. Di depan kamera, pejabat berdiri tegap sambil menunduk menanam bibit pohon. “Mari kita hijaukan negeri ini!” katanya. Tepuk tangan terdengar, […]

expand_less