Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kadis Pendidikan NTT: Sistem Zona Tetap Diberlakukan Bertahap dan Tak Bisa Dicabut

Kadis Pendidikan NTT: Sistem Zona Tetap Diberlakukan Bertahap dan Tak Bisa Dicabut

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Jul 2018
  • visibility 160
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) NTT Tahun Ajaran 2018 banyak menuai protes dari ratusan orang tua yangmana anak mereka tidak diterima, ditanggapi oleh Kadis Pendidikan NTT, Johanna E Lisapaly.

Saat diwawancarai oleh para awak media, Senin/10 Juli 2018 siang di ruang kerjanya, di sela sela arus desakan para orang tua yang menuntut agar anak mereka diterima di sekolah yang telah didaftarkan secara online dan sesuai keinginan Lokasi dan adanya desakan untuk mencabut sistem zona, Johanna E Lisapaly menyatakan bahwa penerapan zona sebagai tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB, supaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga untuk dihapus, tidak, pemberlakuan bertahap, iya “, Jelas Johanna.

“Jujur, secara penuh diterapkan, NTT belum bisa karena penyebaran sekolah belum merata di semua zona, Sehingga kami tentu taat karena filosofi zona untuk pendekatan pelayanan, sehingga kita pasti ikuti “, ungkapnya.

Dinas Pendidikan telah menyampaikan ke Kementrian terkait kendala yang ada di NTT, dilaksanakan secara bertahap untuk pemberlakuan zona dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Kalo sebetulnya jujur, daya tampung Sekolah Negeri telah melebihi daya tampung anak, yang punya daya tampung sekolah swasta. Sekolah Negeri ada tersisa hanya beberapa sekolah.

“Kalo diakomodir semua untuk salah satu sekolah sesuai keinginan orang tua, ada aturan Permendikbud, 1 (satu) SMA hanya menerima 12 (dual belas) rombongan belajar, seperti SMAN 3 Kupang telah mencapai kuota 12 rombel “, papar Johanna.

Saat dikonfirmasi apakah adanya tekanan dari pihak yang inginkan agar anak anak bisa diterima di sekolah favorit, Johanna menegaskan bahwa memang kebanyakan mau sekolah yang katanya sekolah favorit, sehingga kita sampaikan kepada masyarakat jika inginkan tingkatkan kualitas pendidikan ya sekolah di sekolah yang tidak maksimum dipaksakan adanya double sheet (sekolah siang).

“Kalo dipaksakan double sheet, ya tidak baik, karena Mendikbud mengingatkan untuk menghindari hal tersebut “, tegasnya. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Pungli di Lapas/Rutan Kupang? Merci Jone Bakal Tindak Tegas

    Ada Pungli di Lapas/Rutan Kupang? Merci Jone Bakal Tindak Tegas

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, Marciana Dominika Jone merespon informasi yang disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton via telepon pada Sabtu, 4 Mei 2024 perihal testimoni yang disampaikan oleh salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berada di Lapas Kupang bahwa terdapat pungutan liar. Perempuan pemimpin […]

  • Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa Hadapi Tantangan & Ujian

    Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa Hadapi Tantangan & Ujian

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pancasila selalu menjadi penggerak dan pemersatu bangsa dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian dan kehidupan masyarakat. Demikian ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila yang pada kali ini digelar melalui telekonferensi dari Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, […]

  • Tempat Cuci Tangan dari Rotary Club untuk NTT, Dorong Budaya Cuci Tangan

    Tempat Cuci Tangan dari Rotary Club untuk NTT, Dorong Budaya Cuci Tangan

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai wahana edukasi budaya cuci tangan dan meminimalisir penyebaran Covid-19, maka Rotary Club Kupang Central kembali mendistribusikan 5 buah tempat cuci tangan permanen kepada 5 institusi pendidikan yakni Rumah Sejuta Mimpi – Naimata (tempat belajar anak2 putus sekolah), SMP Surya Mandala ( sekolah gratis yang didirikan oleh Yoseph Bikokolong, seorang pemulung), […]

  • Sinergi Tiga Pilar Hadirkan Terang, Daya, dan Harapan bagi Warga NTT

    Sinergi Tiga Pilar Hadirkan Terang, Daya, dan Harapan bagi Warga NTT

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kolaborasi ini merupakan perwujudan komitmen bersama untuk menciptakan NTT Terang, Berdaya, dan Sejahtera melalui penyediaan akses dasar yang lebih layak bagi masyarakat.   Kupang | Memecut semangat kepedulian sosial dan komitmen untuk penguatan kesejahteraan masyarakat, Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah […]

  • Peduli Sebaran Covid-19 di Rumah Ibadah, FKUB Provinsi NTT Bagi Masker Medis

    Peduli Sebaran Covid-19 di Rumah Ibadah, FKUB Provinsi NTT Bagi Masker Medis

    • calendar_month Sen, 11 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi penyerahan corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memprihatinkan. Data per Senin, 11 Januari 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai angka 2.583 jiwa, sedang dirawat 948 jiwa, sembuh 1.566 jiwa, dan meninggal 69 jiwa; sedangkan kasus terkonfirmasi positif di Kota Kupang, mencapai 1.126 jiwa, masih dirawat 636 […]

  • Suksesi Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Fokus Tiga Hal

    Suksesi Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Fokus Tiga Hal

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Hingga 12 Maret 2025, pemerintah telah mencairkan anggaran senilai 710,5 miliar rupiah untuk program MBG dan penyerapan anggaran MBG masih tergolong minim,   Jakarta | Anggaran program makan bergizi gratis (MBG) di tahun 2025 diprediksi bisa mencapai 171 triliun rupiah. Anggaran ini naik signifikan dari rencana awal 71 triliun rupiah. Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 […]

expand_less