KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026 sekaligus memberikan alternatif transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Layanan ini merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi AC generasi sebelumnya yang dikerjakan oleh Balai Yasa Manggarai, dengan sejumlah peningkatan pada sisi interior dan kenyamanan perjalanan.
Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan ini menjadi bagian dari strategi KAI dalam meningkatkan kualitas layanan kereta api jarak jauh tanpa mengesampingkan aspek efisiensi kapasitas angkut.
Adapun kereta ini mengusung konfigurasi tempat duduk 3:2 yang lebih ergonomis dengan kapasitas 93 kursi serta dilengkapi fitur reversible untuk menyesuaikan arah perjalanan.
Dengan skema tarif yang berada di atas PSO dan di bawah Ekonomi Reguler, Kereta Ekonomi Kerakyatan diposisikan sebagai pilihan perjalanan yang tetap ekonomis namun lebih nyaman.

Kondisi fasilitas dalam Kereta Ekonomi Kerakyatan. Foto : Goodnews
Melalui inovasi ini, KAI berharap mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan andal.
Sejarah Kereta Api Indonesia
Sejarah perkeretaapian di Indonesia merupakan perkembangan infrastruktur transportasi yang penting bagi Indonesia. Perkeretaapian memainkan peran kunci dalam menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia dan memfasilitasi pergerakan orang dan barang secara efisien. Perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Spesifiknya pada masa tanam paksa. Pada tahun 1864, kereta api pertama di Indonesia, yang menghubungkan Semarang dengan Tanggung, dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang berkantor di Semarang.
Kemudian, pengembangan jalur kereta api terus berlanjut dengan pembangunan jalur-jalur baru yang menghubungkan berbagai kota di Jawa dan Sumatra yang dibangun oleh Staatspoorwegen (SS) yang membangun biasanya dari Batavia–Soerabaja.
Selama masa kolonial, pembangunan jalur kereta api didorong oleh kepentingan ekonomi Belanda seperti pengangkutan hasil-hasil pertanian dan mineral dari daerah-daerah produksi ke pelabuhan-pelabuhan utama. Jalur-jalur kereta api ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi mobilitas administratif, militer, dan perjalanan para pejabat kolonial.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, perkeretaapian menjadi tanggung jawab negara. Djawatan Kereta Api (DKA) didirikan sebagai perusahaan kereta api nasional, yang kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) dan akhirnya menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 1991.(*)
- Penulis: Roni Banase
- Sumber: Goodnews & Wikipedia











Saat ini belum ada komentar