Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Loading

Alor, Garda Indonesia | Upaya menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa dan sastra daerah NTT terus digalakkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi NTT menghelat Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Destinasi Wisata Kota (Deswita) Kalabahi, Alor.

FTBI Bahasa Abui ini dihelat Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Alor. FTBI merupakan tahapan akhir dari Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Tahapan RBD dimulai dari rapat koordinasi, pelatihan guru utama, pemantauan dan evaluasi, dan diakhiri pentas aksi berupa festival.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.A. saat membuka FTBI, memberikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi NTT yang memfasilitasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Bahasa Abui. Menurutnya, FTBI Bahasa Abui yang diikuti 16 sekolah terdiri dari SD dan SMP di wilayah suku Abui. Ini menjadi era baru pelestarian bahasa ibu yang hampir punah.

Amon Djobo berpesan kepada tokoh-tokoh Abui agar bahasa ibu ini tidak boleh punah. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi NTT yang menjadikan Bahasa Abui sebagai titik tolak dilakukannya revitalisasi bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur bersama 4 bahasa daerah lainnya, yakni Dawan, Kambera, Manggarai, dan Rote.

Bupati Alor Amon Djobo saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Abui

Dari FTBI Bahasa Abui yang dihelat pada Rabu, 9 November 2022, di Destinasi Wisata Kota (Deswita), Kalabahi, peserta terbaik akan mengikuti secara daring FTBI Tingkat Provinsi pada akhir November 2022. Pemenang FTBI akan dibawa ke FTBI tingkat nasional pada Februari 2023. Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Bahasa Abui, ini dimeriahkan dengan berbagai mata festival yang ditampilkan dengan menggunakan bahasa Abui, seperti membaca puisi, pidato, mendongeng, pantun/syair, fragmen, dan lego-lego yang diikuti oleh siswa-siswi (SD dan SMP) 16 sekolah di wilayah berbahasa Abui di Kabupaten Alor.

Para penampil terbaik mendapatkan apresiasi dari Kantor Bahasa Provinsi NTT berupa uang pembinaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat Abui terhadap bahasa daerahnya, terutama untuk generasi muda, serta menggugah para pemangku kepentingan untuk melindungi bahasa daerah melalui berbagai pendekatan.

Dewan Pengapresiasi FTBI Bahasa Abui ini terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kabupaten Alor, Mesak Blegur, S.Pi., Jamaluddin J dari Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, serta maestro Abui, Jefta H Atapeni.

Adapun hasil penilaian FTBI Bahasa Abui sebagai berikut.

Penampil Terbaik Mata Festival Pidato

  • PTD SMP Negeri 2 Kalabahi B
  • UPTD SD Negeri Welai
  • SD GMIT 22 Mola
  • UPTD SMP Negeri 2 Kalabahi A
  • UPTD SMP Negeri 2 Kalabahi C

Penampil Terbaik Mata Festival Cerita Pendek

  • UPTD SMPN 2 Kalabahi B
  • UPTD SD Neger Welai
  • UPTD SMPN Padang Alang
  • UPTD SMPN 2 Kalabahi A
  • UPTD SMP Negeri Takalelang

Penampil Terbaik Mata Festival Puisi

  • UPTD SMPN 2 Kalabahi
  • SD GMIT 023 Ruilak
  • SD GMIT 023 Takalelang
  • UPTD SD Negeri Benlelang
  • UPTD SMPN Mainang

Penampil Terbaik Mata Festival Pantun/Syair, SMP Kristen 4 Mebung

Penampil Terbaik Mata Festival Fragmen, UPTD SMPN Apui

Penampil Terbaik Mata Festival Lego-lego, SD GMIT 023 Takalelang (*)

Sumber (*/Kantor Bahasa Provinsi NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lasmura NTT Berbagi di Tengah Pandemik Covid-19

    Lasmura NTT Berbagi di Tengah Pandemik Covid-19

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Daerah Laskar Muda HANURA NTT membagi sembako di tengah pandemi Covid-19 pada Sabtu, 31 Juli 2021. Penyerahan bantuan ini berupa beras masing-masing 5 kg kepada 100 kepala keluarga di Kota Kupang. Saat pemberian bantuan pun tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat. Ketua Laskar Muda Hanura NTT Indra Wahyudi Erwin Gah, […]

  • 20 Balon DPD Resmi Mendaftarkan Diri di KPU NTT

    20 Balon DPD Resmi Mendaftarkan Diri di KPU NTT

    • calendar_month Sel, 10 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur Membuka pendaftaran Bakal Calon Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang dimulai dari Senin/9 Juli-Rabu/11 Juli 2018. Hari pertama pendaftaran terdapat 5 (lima) Balon DPD yang mendaftar. Kelima Balon tersebut diantaranya Martinus Siki, Sarah Lery Mboeik, Abraham Paul Liyanto, Hilda Manafe dan Agustinus Lesek. Hari kedua pendaftaran, […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 431, Gubernur VBL Minta Jangan Tolak ODP

    ‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 431, Gubernur VBL Minta Jangan Tolak ODP

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT sangat serius menangani penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Meski dari waktu ke waktu data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terpantau dari Posko Covid-19 terus beranjak naik, masyarakat tidak perlu kuatir apalagi menolak jika ada warga tertentu yang termasuk dalam kategori ODP. “Kami juga memantau dan mendengar ada juga warga […]

  • Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, meskipun ada undang-undang yang mengatur, penggunaan sirene harus memperhatikan kepatutan. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang kerap ikut macet dan berhenti di lampu merah jika tidak ada keperluan mendesak.   Jakarta | Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di media sosial yang menolak penggunaan sirene dan strobo kendaraan pengawalan pejabat membuat […]

  • Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Loading

    Pada salah satu laporan, Abdul Wahid juga diduga mengancam akan mencopot pejabat yang tidak memenuhi permintaan setoran tersebut.   Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Riau Abdul Wahid setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan anggaran Pemerintah Provinsi Riau. Abdul Wahid terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan […]

  • Polemik Panjang Hutan Adat Besipa’e, Intervensi Pemprov & Aksi Heboh

    Polemik Panjang Hutan Adat Besipa’e, Intervensi Pemprov & Aksi Heboh

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Polemik berkepanjangan lahan Desa Adat di Besiapa’e Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyisakan fakta panjang yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT. Hingga pada puncak polemik saat kunjungan mendadak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 12 Mei 2020, yang menyisihkan […]

expand_less