Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kapolres Belu : Jadikan Tribrata dan Catur Prasetya Nafas Pelaksanaan Tugas

Kapolres Belu : Jadikan Tribrata dan Catur Prasetya Nafas Pelaksanaan Tugas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna memantau langsung kinerja anggota tingkat Kepolisian Sektor (Polsek), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K mengunjungi Polsek Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 2 November 2021.

Kapolres Belu didampingi Wakapolres, Kompol Fajar V. Sjarifuddin, S.I.K bersama sejumlah pejabat utama polres tiba di Mapolsek Tasifeto Barat sekitar pukul 07.00 WITA dan disambut Kapolsek, IPTU Muardi, SH bersama anggota.

Kapolres Belu langsung memimpin apel pagi yang diikuti Wakapolres, Pejabat Utama Polres, Personil Polsek Tasifeto Barat, Polsubsektor Laktutus, dan Polsubsektor Nenuk.

Dalam arahannya, Kapolres Yosep Krisbiyanto menekankan bahwa  seluruh anggota wajib menjalankan tugas sesuai dengan nilai–nilai yang terkandung dalam Tribrata dan Catur Prasetya. Hal ini sebagai tindak lanjut atas instruksi Kapolri dan direktori Kapolda NTT agar seluruh anggota Polri melaksanakan tugas secara profesional, humanis dan tidak menyakiti hati masyarakat.

“Perlu rekan–rekan tahu bahwa beberapa waktu yang lalu, sudah banyak viral tentang tugas – tugas yang tidak dilaksanakan secara profesional oleh rekan – rekan kita. Saya harap, tindakan seperti itu jangan sampai terjadi di wilayah kita. Saya minta pak kapolsek agar setiap hari, setiap saat disampaikan ke anggotanya tentang poin – poin instruksi bapak Kapolri dan direktif (perintah, red) Kapolda NTT. Dan, sampaikan kepada rekan – rekan bahwa nafas kita dalam melaksanakan tugas adalah Tribrata dan Catur Prasetya,” tegas Kapolres Belu.

Kapolres Yosep Krisbiyanto pun meminta anggotanya untuk menegakkan hukum secara profesional dan humanis. Jika salah katakan salah, jika benar katakan benar, jangan sebaliknya. Sebagai abdi negara, jangan membuat masyarakat membenci anggota Polri sebagaimana diharapkan pimpinan tertinggi Mabes dan Polda.

“Masyarakat itu senang, masyarakat kangen apabila kita tidak ada. Jangan sampai nanti masyarakat bilang ‘nggak usah ada polisi di sini’. Karena ancaman dan tindakan yang sudah dilaksanakan beliau sudah jelas. Yang melanggar, diproses, PTDH (pecat tidak dengan hormat) dan tidak ada kompromi. Proses hukum pidana pun tetap dilaksanakan,” imbuh Kapolres Yosep.

Mengingat banyak anggota Polri yang terjerat kasus hukum akibat penyalahgunaan media sosial di ruang publik, maka Kapolres Belu mengimbau dan mengajak seluruh anggotanya agar bijak dalam menggunakan media sosial,  memanfaatkan media sosial hanya untuk hal yang positif.

“Di era revolusi industri 4.0 yang dibarengi dengan kemajuan teknologi, sekali lagi saya mohon rekan–rekan lebih berhati–hati dan bijak menggunakan media sosial seperti tiktok, facebook, instagram dan lainnya. Karena perlu rekan – rekan ketahui, sekarang Propam Mabes sampai Polda, Bareskrim semuanya memiliki tim cyber dan sudah ada contoh baru–baru ini diproses karena ulah istri di tiktok dan anggota yang berpacaran pakai mobil dinas,” kata Kapolres Belu.

“Jadi tolong, perilaku seperti itu tidak patut dicontoh karena dapat membuat malu institusi dan merugikan diri kita sendiri. Hiduplah yang sewajarnya, ada kelebihan harta atau yang lainnya, tidak usah dipamerkan ke orang lain apalagi lewat media sosial yang dipantau semua orang. Jangan hancurkan karier rekan– rekan hanya gara–gara istri, anak, atau ulah kita sendiri,” pinta Kapolres Belu.

Usai memberikan arahan dalam apel pagi, Kapolres Belu menutup kunjungannya dengan melakukan pengecekan ruangan kerja Polsek Tasifeto Barat, sekaligus peninjauan sumur bor di belakang kantor. (*)

Berita + foto: (*/Humas Polres Belu)

Editor: Herminus Halek

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI & Pemda di Sumba Optimalkan Ekonomi Lokal Pecut Ketahanan Pangan

    BI & Pemda di Sumba Optimalkan Ekonomi Lokal Pecut Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Komoditas seperti porang, cengkeh, kopi, dan jambu mete menjadi potensi ekonomi lokal yang menjadi atensi Bank Indonesia melalui pemanfaatan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP).   Sumba | Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur konsisten mendorong upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi beberapa komoditas unggulan di pulau Sumba. Komoditas seperti porang, cengkeh, kopi, dan jambu […]

  • Korps Lalu Lintas Polri Terima Cendera Mata dari IMO-Indonesia

    Korps Lalu Lintas Polri Terima Cendera Mata dari IMO-Indonesia

    • calendar_month Sen, 21 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sekretaris Jenderal M. Nasir Umar dan Pembina IMO-Indonesia Dr.Dr. Yuspan Zalukhu S.H., M.H. mewakili Ketua Umum Indonesia Yakub Ismail. S.E., menyerahkan cendera mata kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Istiono. M.H., yang diwakili Kombes Pol, Arman, Kasubdit Dikmas Lantas Korlantas Polri, pada Senin pagi, 21 Desember 2020. […]

  • ‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

    ‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19). Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota […]

  • “Ide Kreatif VBL” Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Bantu UMKM Lembata

    “Ide Kreatif VBL” Kredit Mikro Merdeka Bank NTT Bantu UMKM Lembata

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba, Garda Indonesia | Terobosan luar biasa dilakukan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), membangkitkan semangat dan harapan agar ekonomi masyarakat NTT menjadi lebih baik dan membebaskan masyarakat dari belenggu rentenir, maka Pemerintah Provinsi NTT bersama OJK Provinsi NTT dan Bank NTT mendesain suatu skema pembiayaan yang diberi nama Kredit Mikro Merdeka. Merdeka dari bunga, […]

  • Target Bank NTT Menuju Peringkat Komposit 2 pada Tahun 2021

    Target Bank NTT Menuju Peringkat Komposit 2 pada Tahun 2021

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TBK) secara konsolidasi dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk-based Bank Rating) dengan cakupan penilaian terhadap Profil risiko (Risk Profile), Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (Earnings), dan Permodalan (Capital). Peringkat Komposit dikategorikan antara lain Peringkat Komposit 1 (PK-1), Komposit 2 (PK-2), Komposit 3 (PK-3), Komposit 4 […]

  • Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

    Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

    • calendar_month Sab, 30 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Randaru Sadhana Setiap orang masih bebas berpendapat bukan, karena negara kita belum mengubah sistem demokrasinya? Oke, mari kita bercerita, dengan melihat kondisi yang berkembang di sekitar kita. Datangnya suara maupun pendapat itu dari mana, kalau bukan fenomena yang nampak di depan mata kita? Dalam hukum sendiri ada tiga macam penelitian yang memperlihatkan perbedaannya, […]

expand_less